Wajib Tahu, Ini Dia 8 Jenis Tusuk Dasar dalam Menjahit!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
tusuk-dasar-menjahit
Daftar Topik

Tusuk Dasar dalam Menjahit – Selain menyiapkan alat jahit, ada juga hal yang tak kalah penting nih dalam belajar menjahit. Yaitu jenis tusuk dasar. Tusuk dasar sendiri merupakan beragam jenis cara menjahit benang yang cocok dengan pemula. Adapun nama tusuk dasar ini dibuat berdasarkan bentuknya yang unik dan punya ciri khas masing-masing.

Kira-kira ada apa saja ya jenis tusuk dasar yang wajib diipelajari oleh pemula? Temukan jawaban lengkapnya di artikel khas Blog elevenia yang satu ini.

Jenis Tusuk Dasar dalam Menjahit yang Wajib Diketahui

Beberapa jenis tusuk ini dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa diantaranya bahkan dapat juga digunakan saat kamu ingin belajar menyulam, loh. Berikut informasi selengkapnya.

1. Tusuk Jelujur

tusuk-jelujur

Teknik tusuk ini merupakan teknik yang paling mendasar dari menjahit. Selain itu, teknik jelujur merupakan salah satu yang paling sering digunakan. Seperti dalam menyatukan pola baju yang sudah dibuat selum dijahit kembali dengan mesin.

Menariknya,, tusuk jelujur juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Kamu dapat membuat tusuk jelujur biasa (sembarang), tusuk jelujur jarak tertentu, atau tusuk jelujur renggang. Tusuk ini dibuat dengan memasukkan benang mulai dari bagian luar kain, memberi jarak pada bagian dalam kain, lalu memasukkanya kembali dari dalam.

2. Tusuk Silang

tusuk-silang

Selain berfungsi untuk menyatukan potongan bahan, jenis tusuk ini juga dapat mepermanis pakaian loh. Sehingga sangat cocok untuk digunakan dalam memberi aksen pada pakaian. Teknik ini juga dipakai untuk membuat beragam kerajinan tangan, loh.

Untuk membuat tusuk silang, teknik yang digunakan hampir mirip dengan jelujur biasa. Namun dimulai dengan jahitan berbentuk serong. Setelah jahitan serong vertikal jadi, kamu bisa menimpanya dengan menjahit ke arah sebaliknya sehingga membentuk aksen silang. Mudah bukan?

3. Tusuk Daun

tusuk-daun

Jenis tusuk yang satu ini juga tak kalah menarik. Bentuknya yang lucu akan mengingatkanmu pada daun yang ada di cabang pohon. Sesuai namanya, jenis tusuk ini sangat cocok untuk digunakan dalam membuat aksen daun pada bahan.

4. Tusuk Feston

tusuk-feston

Kalau tusuk yang satu ini punya karakter tersendiri. Tusuk ini paling sering digunakan di ujung bahan sezkaligus memberi aksen pinggir. Fungsinya juga tak kalah unik, yaitu mengikat serat benang agar tidak lepas.

Untuk membuatnya, ikuti beberapa langkah ini. Pertama-tama, mulai lah untuk menjahit benang dari belakang. Arahkan benang ke arah samping, kemudian putar benang ke arah atas. Setelahnya, tusukkan jarum ke bagian dalam kain secara vertikal. Tusuk kembali untuk mengeluarkan jarum. pastikan posisi jarum berada di atas benang. Ulangi hingga jahitan membentuk pola berulang yang sempurna.

Baca Juga: Harga Mesin Jahit Mini Terbaru

5. Tusuk Balik atau Tusuk Tikam Jejak

tusuk-balik

Sekilas bentuk tusuk ini mirip dengan tusuk jelujur. Namun, dari segi jahitanya, jenis tusuk ini terkenal lebih kuat dan mengikat serat kain. Karena tusuk ini merupakan tusuk rangkap yang jika dilihat sekilas mirip dengan jahitan mesin.

Pertama-tama, masukkan jarum dari bagian belakang kain. Jahit benang secara horizontal. Saat benang sudah sampai di bagian belakang kain, tarik benang ke arah sebaliknya. Lalu jahit benang selebar 2 kali jarak belemunya. Setelahnya, keluarkan benang dan lakukan hal yang sama dengan langkah pertama.

6. Tusuk Flanel

tusuk-flanel

Merupakan salah satu bentuk tusuk yang paling unik. Sekilas, tusuk ini mirip dengan tusuk silang. Namun, dalam teknik ini, benang dibentuk menyerupai bentuk zig-zag. Cara membuatnya pun cukup mudah untuk dicoba, loh.

Pertama tusuk jarum secara serong ke atas. Setelah benang sampai di bagian atas, masukkan benang kebagian dalam, kemudian jahit kembali ke bagian luar. Lalu kamu bisa melanjutkannya dengan membentuk jahitan serong ke arah bawah. Ulang pola saat kamu sudah sampai pada bagian bawah jahitan. Jangan lupa untuk memastikan bentuknya tetap lurus.

7. Tusuk Rantai

Seperti namanya jenis tusuk ini mirip seperti rantai yang disambungkan. Teknik ini juga mengikat benang agar lebih menyatu dengan kuat.

Untuk membuatnya, kamu dapat menusukkan jarum dari bagian bawah ke atas kain. Lalu tusukkan kembali jarum pada lubang tempat jarum membentuk lingkaran akibat jahitan sebelumnya. Ulangi pola ini untuk membentuk aksen rantai.

8. Tusuk Pipih

tusuk-pipih

Jenis tusuk satu ini akan mengingatkanmu pada arah jahitan mesin bordir. Tusuk pipih paling cocok digunakan untuk membentuk aksen bentuk-bentuk yang unik. Seperti bentuk bulat hingga bentuk rumit lain seperti lengkungan kelopak bunga saat mekar.

Sebelum membuat bentuk dengan tusuk pipiih ini sebaiknya gambar pola bentuk terlebih dahutu. Setelah itu, tentukan arah jahitan. Dalam hal ini ada 2 pilihan, yaitu vertikal atau horizontal. Kemudian tusuk jarum ke arah belakang. Lalu buat baris baru dengan membuat seimpul serong dibelakang jahitan. Ulangi sampai bentuk yang diinginkan selesai.

9. Tusuk Batang

stem-stitch

Ada tusuk daun, ada juga tusuk batang. Jenis tusuk ini juga digunakan untuk membuat aksen pada bahan. Khususnya saat kamu ingin membentuk aksen tanaman dan juga bunga-bungaan.

Untuk membuatnya, tarik benang dari arah kiri, kemudian buatlah jahitan secara agak serong. Kemudian ulangi pola tersebut dengan arah jahit mundur dari kiri ke kanan.

risti.habibie
risti.habibie
Hobi nulis, rebahan, mengkhayal dan coret-coret. Pokoknya apa aja deh yang bisa ngilangin gabut~
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP