Tips Memilih dan Merawat Kucing Agar Tetap Sehat

0

Anak kucing itu pasti sangat lucu tingkah lakunya. Anak kucing mungkin bisa menjadi sahabat manusia. Sahabat bisa menjadi pelipur lara, demikian ungkapan mengatakan. Sahabat di sini tak sebatas sahabat manusia saja lho. Hewan peliharaan seperti anjing, hamster, kucing, kura-kura, dan lain sebagainya ini juga bisa dikategorikan sebagai sahabat.

Suatu survei bahkan pernah mengungkapkan, bahwa 85 orang dari 100 orang yang memelihara dan memiliki kucing lebih awet muda dari orang yang tidak memelihara kucing. Tak heran bila banyak orang memilih kucing sebagai hewan peliharaan favorit mereka.

Bagi Kamu yang berminat untuk memelihara anak kucing atau kucing kecil, jangan sampai membeli kucing dalam karung. Pelajarilah baik-baik tahap perkembangan anakan kucing, serta ceklist daftar yang harus diperiksa dari tubuh seekor anakan kucing. Apa sajakah itu?

Perkembangan Anak Kucing

Anakan kucing adalah kucing yang masih muda. Seekor induk kucing bisa melahirkan 2-5 anak sekaligus dalam satu waktu. Wah, banyak juga ya! Selama beberapa minggu pertama, kucing yang masih muda tidak dapat buang air kecil atau buang air besar sendiri. Mereka harus dirangsang dulu oleh induknya. Karena kucing yang masih muda juga belum mampu mengatur sendiri suhu tubuh mereka, maka selama tiga minggu pertama, mereka harus tetap hangat dalam dekapan sang induk.

Dan tak hanya membantu merangsang buang air dan menghangatkan, induk kucing juga berperan penting dalam pemberian susu. Karena susu ini akan memberikan nutrisi dan antibodi yang penting bagi para kucing yang masih muda.

Setelah berusia 7-10 hari, kucing mulai dapat membuka mata. Lalu pada usia 2 minggu-7 minggu, kucing mulai belajar untuk meningkatkan koordinasi alat geraknya dengan menjelajah dunia luar sarang, mandi, berburu, serta bermain dan bertengkar dengan sesamanya. Keterampilan ini akan meningkat saat kucing berusia 3-5 bulan.

Ceklis Sebelum Membeli Anak Kucing

Ada banyak hal yang harus diperiksa sebelum Kamu membeli kucing yang masih muda. Apa sajakah itu?

  • Mata. Mata kucing harus terang dan jernih. Jika terdapat titik-titik putih atau garis yang pada permukaan mata, ada kemungkinan mata si anak kucing bermasalah.
  • Bulu. Bulu kucing harus lembut, bersih, dan tidak kusut. Jika ada bengkak, gatal-gatal, atau kotoran di bulunya dapat menjadi penKamu adanya kutu atau parasit.
  • Hidung. Bagaimana kondisi hidungnya? Basah dan berair atau sekedar lembab? Hidung yang basah bisa berarti kucing itu sedang pilek.
  • Gusi. Amati warna gusi kucing. Jika berwarna pucat bisa jadi kucing menderita anemia atau penyakit cacingan.
  • Gigi. Teratur atau tidakkah gigi si kucing? Pilihlah kucing yang masih muda dengan susunan gigi teratur.
  • Lubang telinga. Amati telinga kucing yang masih muda. Tidak boleh ada bau, ataupun kotoran yang menumpuk.
  • Alat kelamin. Alat kelamin seekor kucing yang masih muda haruslah bersih dan sehat.
  • Buku vaksinasi. Mintalah buku riwayat vaksinasi kucing yang masih muda tersebut pada petshop. Di sana tercantum tanggal, jenis vaksin, label vaksin, tKamu tangan, dan stempel dokter hewan yang melakukan vaksinasi. Beberapa vaksinasi penting yang harus dimiliki kucing yang masih muda adalah: FVRCP inokulasi dan rabies. Pastikan kucing pilihan Kamu telah memiliki kekebalan tersebut.
  • Terakhir, jangan segan untuk bertanya pada pengelola petshop mengenai karakter dan kebiasaan kucing yang masih muda pilihan Kamu.

Cara Merawat Anak Kucing

Bagaimana cara merawat kucing yang masih muda? Sesudah lahir, kucing yang masih muda haruslah diberi makanan alami (susu) selama 10 sampai 20 menit. Selain itu, jangan lupa juga memberi makan induk kucing dan minum ketika menyusui anaknya. Perlu diketahui bahwa kucing yang masih muda baru bisa memakan makanan pada umur dua atau tiga minggu.

Pada saat memelihara, berilah kucing-kucing tersebut makanan komersial ataupun susu komersial khusus untuk kucing yang masih muda. Semenatara itu, dalam masa pertumbuhan, hindari pemberian susu sapi ataupun susu kambing sebab masih belum bisa dicerna secara sempurna dan juga mengandung lakstosa.

Salah satu permasalahan saat memelihara kucing yaitu kebiasaan kucing yang sering buang kotoran di sembarang tempat. Untuk mengatasi hal tersebut sejak dini, maka sediakanlah dua buah nampan untuk mengganti kotoran. Lalu, gantilah secara teratur nampan-nampan tersebut pada siang hari. Anak kucing secara alami akan buang kotorannya di sana saat memasuki usia 3 – 4 minggu.

Untuk indukan kucing yang sedang menyusui, disarankan dan akan lebih baik jika diberi obat cacing secara rutin setiap dua minggu, yaitu dimulai saat umur dua minggu hingga berumur tiga bulan. Sementara itu, kucing yang masih muda bisa disapih pada usia delapan minggu. Pada masa ini, indukan kucing tak akan selalu bersama anaknya sampai waktunya diberi makanan yang padat.

Agar di kemudian hari tak bertindak sangat agresif terjadap manusia, kucing sebaiknya sudah melakukan kontak dengan manusia sejak umur 2 sampai 7 minggu. Lalu, agar si kucing tak menyusahkan Kamu, coba beri banyak rangsangan baru yang tentunya tak mengancam keselamatannya seperti bunyi-bunyian ataupun diajak bermaian dengan hewan lain.

Mengetahui Sifat

Salah satu tip yang juga penting saat memelihara kucing dan anaknya adalah mengetahui sifat-sifatnya. Dengan begitu, Kamu akan mampu menebak suasana hati hewan tersebut. berikut ini ulasannya.

  • Bila setengah mata kucing tertutup dan telinganya memutar sedikit ke bagian samping, itu artinya hewan tersebut sedang merasa kenyamanan.
  • Bila pupil matanya membesar, itu menKamukan sedang terkejut.
  • Bila kucing mengarahkan telinga dan juga membuka matanya lebar-lebar, itu tKamunya hewan tersebut ingin bermain-main.
  • Bila mendongak serta menggerakkan kepalanya ke belakang, itu tKamunya mungkin saja ada yang sedang mendekatinya terlalu dekat.
  • Bila sedang mengarahkan telinga lalu memutarnya ke belakang dan mengecilkan pual pupil matanya, waspadalah sebab kucing tersebut sedang marah.

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Berikut ini cara merawat kucing tanpa induknya.

1. Membersihkan Kucing Sesering Mungkin

Bersihkanlah kucing tanpa induk sesering mungkin, khususnya saat bangun tidur, sebab bila kotoran di matanya saat bangun tidur tidak dibersikan, tenu akan terus menempel di mata dan membuat si kucing susah membuka mata. Untuk membersihkan badan dan mengurangi efek dingin terhadap si kucing, gunakan air hangat-hangat kuku. Selain itu, pakai kapas yang sudah dibasahi untuk membersihkan badannya.

2. Beri Susu Formula Bayi

Jangan pernah memberi susu kenal manis atau susu orang dewasa kepada kucing, sebab akan menyebabkan rusaknya pencernaan si kucing tersebut. Berilah kucing susu formula untuk bayi. Bila bingung menyuapi susu ke mulut kucing, Kamu dapat membeli dot khusus untuk kucing atau pakai kapas basah, lalu teteskan secara perlahan.

Harus diingat bahwa jangan pernah menyuapi minuman langsung mengarah lurus ke dalam rongga mulut kucing. Teteskanlah secara perlahan dari bagian samping mulutnya. Menyuapi minuman secara langsung menuju ronga mulut dapat mengakibatkan air masuk ke dalam rongga paru-paru si kucing. Nah, bila sulit menemukan susu, beri saja air putih.

3. Jangan Beri Nasi dan Makanan Berat

Di pasaran, ada banyak makanan khusus untuk kucing yang masih muda. Kamu bisa memilih dan membelinya untuk kucing kesayangan. Tapi ingat, jangan beri nasi atau makanan yang berat-berat sebab pencernaannya belum siap menerimanya.

 

Update Terbaru elevenia:

Kenalan sama eMart: