Tips Jitu untuk Merangkai Puisi yang Indah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
94-puisi-1
Daftar Topik

Bagaimanakah cara menulis puisi? Bagi kamu para pemula, tak ada salahnya mulai menulis dan menulis. Jangan pikirkan karya puisi mu akan sangat jauh kualitasnya dibanding puisi-puisi Abdul Hadi W.M atau Sutardji Calzoum Bachri. Nah, yang perlu kamu lakukan saat ini adalah menulis dan menulis. Berikut ini beberapa teknik dasar yang bisa dilakukan sebagai langkah awal menulis karya puisi;

Menulis Puisi dari Hal-Hal yang Paling Dekat dengan Diri Sendiri


Jika kamu bingung mendapatkan tugas untuk membuat puisi, atau kamu ingin mengikuti perlombaan sebuah puisi yang membebaskan tema lombanya, maka tak salah jika kamu mencoba teknik dasar ini. Tulislah puisi dari hal-hal terdekat dengan diri sendiri, baik secara fisik maupun batin. Secara fisik misalnya, saat kamu sedang bercermin, maka buatlah sebuah puisi yang menceritakan mu sedang bercermin, pesan apa yang ingin kamu sampaikan pada pembaca melalui proses bercermin tersebut.

Atau, jika kamu sedang berdiri di depan jendela memandangi langit dan suasana di luar, maka manfaatkan suasana tersebut untuk menuliskan sebuah puisi yang sangat kamu jiwai, karena kamu secara langsung terlibat pada suasana fisik di sana. Juga persoalan batin, pengalaman-pengalaman empirik yang begitu berkesan bagi jiwa penyair akan sangat mudah dituangkan melalui bentuk karya puisi.

Menulis Puisi dengan Metode Akrostik


Menulis puisi dengan teknik ini sangat mudah dan menyenangkan. Kamu tinggal membuat deretan kata yang diawali dengan huruf-huruf kapital, lalu dengan huruf-huruf kapital tersebut kamu akan memulai merangkai kalimat-kalimat puisi. Jangan terlalu memikirkan hasil kalimat yang ada, tapi cobalah untuk terus menuliskannya. Berikut ini contohnya;

P = ada malam hendak kutanya

U = jung ruang terdalamku

I = nikah rasa teka-teki

S = eperti rindu kian menepi

I = ndah namun tiada arti

***

Berbicara mengenai puisi memang mengasyikan. Puisi bisa jadi media yang ampuh untuk menyuarakan apa yang dirasa penulisnya. Puisi, bukan lagi sekadar kata-kata yang disusun sedemikian rupa sehingga memiliki rima tertentu. Puisi juga bukan hanya rangkaian kata yang membentuk sebuah tipografi khas atau tertentu pula.

Puisi merupakan pengejewantahan atas nilai tertentu atas makna tertentu. Puisi bisa menjadi sarana untuk mengutarakan cinta atau memutuskan suatu ikatan cinta. Puisi biasa ditulis pada saat-saat tertentu, misalnya saat dalam perasaan sedih, gembira yang berlebihan, kesakitan, atau galau alias tak tentu sekali pun. Selain itu, suatu kejadian bisa juga menginspirasi untuk dikisahkan dalam bentuk puisi.

Ada pula yang menyengajakan dirinya dengan pergi menyepi untuk sekadar mendapat inspirasi dan imajinasi dalam membuat puisi. Namun, itu mungkin berlaku bagi penulis amatiran. Lain lagi bagi penyair kenamaan, menulis puisi seperti memenuhi kebutuhan keseharian. Mereka bisa menulis puisi tanpa melibatkan atau menunggu perasaan-perasaan tertentu.

Banyak orang yang memberikan pengertian pada puisi. Pengertian tersebut diutarakan oleh para pakar yang dinilai telah diakui argumentasinya dan dapat dipertanggungjawabkan atau dibuktikan kebenarannya. Namun, bukan berarti pengertian yang diberikan oleh para pakar tersebut merupakan kebenaran yang bersifat absolut. Siapa pun sesungguhnya dapat menentang atau menyatakan ketidaksepahamannya atas pengertian puisi yang dikemukakan oleh para pakar tersebut asal dengan landasan yang kuat dan bukti empiris yang logis. Seseorang yang gemar menulis puisi akan dapat menyatakan teori baru atau argumentasi yang sama sekali bertolak belakang dengan pengertian yang dipaparkan para pakar. Hal tersebut sah-sah saja selama berada dalam koridor yang ilmiah dan didasarkan pada bukti empiris atas kepenyairanannya.

Berikut ini beberapa pengertian puisi menurut beberapa pakar.

  • Samuel Taylor Coleridge. Samuel Taylor Coleridge menyatakan bahwa puisi adalah kata-kata terbaik dalam susunan terbaik. Pengertian ini bisa saja menjadi bias sebab kata terbaik yang dimunculkannya dapat membuat seseorang menjadi sangat subjektif penilaiannya.
  • Edgar Allan Poe. Edgar Allan Poe menyatakan bahwa puisi adalah ciptaan tentang sesuatu keindahan dalam bentuk berirama dan cita rasa unsur yang diutamakan. Dalam hal ini, lebih ditekankan pada irama dan unsur pembentuknya yang sangat didasarkan atas selera penulisnya.
  • William Wordsworth. William Wordsworth menyatakan puisi adalah pengucapan imaginatif dari perasaan yang mendalam, biasanya berirama. Pendapat Wordsworth tidak jauh berbeda dengan Poe.
  • Matthew Arnord. Matthew Arnord menyatakan bahwa puisi adalah kritikan tentang kehidupan menurut keadaan yang ditentukan oleh kritikan. Untuk kritikan itu sendiri, melalui beberapa peraturan tentang keindahan dan kebenaran yang puitis. Dalam hal ini, Arnord lebih menekankan pada isi, pada apa yang dibahas atau disampaikan, sifatnya lebih pada kritik sosial, empati terhadap lingkungan.
  • H.B. Jassin. H.B. Jassin menyatakan bahwa puisi merupakan pengucapan dengan perasaan yang di dalamnya mengandung pikiran-pikiran dan tanggapan-tanggapan.
  • Baha Zain. Baha Zain menyatakan bahwa puisi tidak berbicara segalanya dan tidak kepada semua. Puisi adalah pengucapan suatu fragmen pengalaman dari suatu keseluruhan seorang seniman.
  • Muhammad Hj. Salleh. Muhammad Hj. Salleh mengungkapkan bahwa puisi adalah bentuk sastra yang kental dengan musik bahasa serta kebijaksanaan penyair dan tradisinya. Dalam segala kekentalan itu, puisi setelah dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana.
Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA