Tata Cara dan Pelaksanaan Sholat Sunnah Rawatib

0

Allah SWT telah memberikan rahmat kepada hamba Nya dengan disyariatkan nya ibadah tambahan dan merupakan amalan sunnah. Amalan sunah tersebut dikerjakan agar bisa melengkapi kekurangan pada ibadah wajib. Salah satu amalan sunah tersebut yaitu dalam ibadah salat yakni salat sunah rawatib.

Macam-Macam Sholat Sunah Rawatib


Sholat sunah rawatib merupakan ibadah tambahan dalam sholat wajib yang dilakukan untuk mengiringi yakni sebelum atau sesudah sholat wajib. Sholat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum melaksanakan salat wajib disebut dengan salat sunah qobliyah. Sedangkan mengerjakan salat sunah rawatib sesudah salat wajib dinamakan salat sunnah ba’diyah.

Sholat sunah rawatib yang biasanya dilakukan sehari-hari untuk mengiringi sholat wajib ada dua yaitu sholat sunnah muakkad dan sholat sunah ghairu muakad. Sholat sunah rawatib muakkad merupakan ibadah sunnah tambahan yang memiliki kemuliaan sangat besar di hadapan Allah SWT.

Melaksanakan sholat sunnah rawatib muakkad juga akan mendapatkan pahala yang besar.  Adapun pelaksanaan salat Sunnah muakkad yaitu ketika qobliyah dzuhur 2 rakaat, ba’diyah dhuhur 2 rakaat, ba’diyah magrib 2 rakaat, ba’diyah isya 2 rakaat dan qobliyah subuh 2 rakaat.

Sedangkan untuk salat sunah rawatib ghairu muakkad yaitu Salah satu ibadah sunnah tambahan yang punya kemuliaan sendiri akan tetapi tidak sebesar kemuliaan sholat sunah rawatib muakkad. Adapun pelaksanaan sholat Sunnah ghairu muakkad yaitu ketika qobliyah dzuhur 2 rakaat, ba’diyah dzuhur 2 rakaat, qobliyah Ashar 2 atau 4 rakaat, qobliyah maghrib 2 rakaat dan qobliyah isya 2 rakaat.

Jumlah Rakaat Dalam Sholat Sunah Rawatib


Mengenai jumlah rakaat dalam sholat sunah rawatib disebutkan dalam sebuah hadis dari Ummu Habibah yang diriwayatkan oleh at-tirmidzi dan an-nasa’i menjelaskan bahwa sholat sunah rawatib jumlah rakaatnya adalah 12 rakaat. Inilah penjelasan yang lebih lengkapnya.

Dari sayyidah Aisyah Ra berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda “Barangsiapa orang yang tidak meninggalkan sholat sunah rawatib sebanyak 12 rakaat, maka Allah SWT akan membangunkan rumah untuknya, (yakni): sebelum dhuhur 4 rakaat, sesudah dhuhur 2 rakaat, sesudah Maghrib 2 rakaat, sesudah Maghrib 2 rakaat, sebelum isya 2 rakaat dan sebelum subuh 2 rakaat”. (HR. At Tirmidzi dan An-nasa’i)

Tempat Mengerjakan Sholat Rawatib


Melaksanakan sholat sunnah rawatib boleh dilakukan di mana saja tempatnya asalkan tempat tersebut bersih dan memungkinkan dipakai sholat. Akan tetapi dalam hadist-hadist terdapat anjuran khusus tentang tempat melaksanakan salat sunah rawatib tersebut.

Sebagaimana hadist Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra bahwa: Rasulullah SAW pernah bersabda: “Lakukanlah sholat-sholat di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah menjadikan rumah kalian seperti kuburan”. (HR Bukhari No 1187, Muslim No 777)

Selain itu, di dalam hadist yang lainnya juga dijelaskan tentang tempat melaksanakan salat sunah rawatib seperti yang dijelaskan oleh As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin ra: “Sudah sepatutnya bagi seorang hamba untuk melaksanakan salat sunah rawatib di dalam rumahnya walaupun di Makkah serta Madinah sekalipun tetap mengerjakan di rumah adalah yang lebih utama dibandingkan dengan mengerjakan di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi. Hal tersebut dikarenakan Rasulullah SAW pernah bersabda yang demikian namun beliau sedang di Madinah”. (Syarah Riyadush Sholihin).

Tata Cara Mengerjakan Sholat Sunah Rawatib


Pada dasarnya tata cara melaksanakan salat sunnah rawatib mirip dengan melaksanakan sholat-sholat pada umumnya. Tentu saja diawali dengan niat, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, membaca surat alfatihah dan surat pendek dan seterusnya hingga diakhiri dengan salam. Yang membedakan hanyalah pada niatnya saja.

Niat

Hal pertama yang harus dilakukan saat melaksanakan salat sunnah rawatib yaitu membaca niat. Sebagaimana bacaan niat salat pada umumnya, dalam sholat sunah rawatib juga membaca niat dilakukan dalam posisi masih berdiri. Membaca niat dalam salat sunah rawatib boleh menggunakan lafal Arab atau dengan artinya. Namun harus dibaca dengan penuh keyakinan dan pasti.

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa sholat sunah rawatib dikerjakan untuk mengiringi salat fardu, maka sholat sunah rawatib dikerjakan dalam beberapa waktu salat wajib. Berikut ini adalah salah satu niat dalam mengerjakan salat sunah rawatib qobliyah Dzuhur dan ba’diyah dzuhur.

Bacaan niat Sholat Sunnah Qabliyah Sholat Dzuhur:

اُصَلِّى اُصَلِّى سُنَّة رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّة مُسْتَقْبِلً لله تَعَالَى ِ ِ

Usholli sunnatad dzhuhri rok’ataini “qabliyyatan” mustaqbilal qiblati lillaahi-ta’aala.

Artinya : “aku berniat salat sunnah qobliyah dzuhur 2 rakaat menghadap kiblat lillahi ta’ala”.

Bacaan niat sholat sunnah ba’diyah sholat dzuhur:

اُصَلِّى سُنَّة رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةمُسْتَقْبِلً لله تَعَالَى ِ

Usholli sunnatad -zhuhri rak’ataini “ba’diyyatan” mustaqbilal qiblati lillaahi-ta’aala..

Artinya : “aku berniat sholat sunah ba’diyah dhuhur 2 rakaat menghadap kiblat lillahi ta’ala”.

Untuk bacaan niat setiap sholat sunnah rawatib qobliyah dan ba’diyah yang lainnya sama seperti di atas namun lafadz “dhuhri” diganti dengan lafadz lainnya sesuai dengan sholatnya. Selanjutnya melakukan takbiratul ihram dan seterusnya sampai diakhiri dengan salam.

Nah, itulah tata cara dalam melaksanakan sholat sunnah rawatib dengan benar beserta niatnya.

BACA JUGA!

Keutamaan dan Makna dari Bacaan Sujud Tilawah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here