Tata Cara Berwudhu yang Benar Beserta Doanya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
27320-wudhu 1
Daftar Topik

Berwudhu merupakan kegiatan mensucikan diri dari hadas kecil. Wudhu merupakan salah satu jenis thoharoh. Saat seseorang hendak melakukan bentuk peribadatan, maka orang tersebut harus berada dalam keadaan suci. Agar seseorang dalam keadaan suci, maka berwudhu merupakan cara yang bisa dilakukan. agar lebih mudah, berikut ini merupakan tata cara berwudhu yang benar.

Membaca Basmalah Sembari Membasuh Telapak Tangan


Setiap perbuatan harus diawali dengan membaca basmalah agar mendapatkan hasil yang baik dan berkah. Begitu pula, bersuci, berwudhu selalu diawali terlebih dahulu dengan membaca basmalah sembari membasuh telapak tangan di sela jari-jari hingga bagian kuku sebanyak 3 kali. Hal tersebut agar tangan yang akan digunakan untuk bersuci menjadi bersih dari berbagai jenis kotoran.

Mengambil Sebagian Air untuk Digunakan Berkumur


Tata cara berwudhu yang kedua adalah dengan mengambil sebagian air dengan menggunakan tangan. Kemudian dimasukkan ke dalam mulut dan digunakan untuk berkumur. Berkumur dilakukan secara berulang sebanyak 3 kali. Penggunaan air untuk berkumur ini memiliki tujuan agar kotoran dan kuman yang ada di mulut hilang. Serta mulut menjadi bersih. Kemudian rasa sehabis makan juga menjadi hilang. Sehingga tidak mengganggu saat sedang melakukan ibadah.

Mengambil Sebagian Air untuk Membersihkan Hidung


Setelah membersihkan bagian mulut dengan cara berkumur, selanjutnya adalah membersihkan bagian hidung. Cara yang digunakan untuk membersihkan bagian hidung adalah dengan mengambil air dalam telapak tangan kemudian memasukkan dalam hidung, sembari sedikit menyerap kemudian dikeluarkan kembali. Hal ini agar air mampu menjangkau seluruh tempat yang ada dalam hidung. Sehingga kotoran benar-benar terangkat dan hidung menjadi bersih.

Membasuh Wajah Sembari Mengucapkan Niat Wudhu


Tata cara berwudhu yang selanjutnya yaitu membasuh wajah. Membasuh wajah ini merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, seluruh bagian dari wajah harus terkena air dengan sempurna. Jadi, apabila ada sedikit saja bagian kulit yang tidak terbasuh, maka wudhunya menjadi tidak sah. Sebaiknya untuk wanita, saat berwudhu, menghilangkan seluruh rambut yang mungkin menempel pada bagian wajah.

Pada saat inilah, niat dibaca di dalam hati. Pembacaan niat dalam hati merupakan hal yang harus ada dalam wudhu dan dilakukan bersamaan dengan membasuh wajah. Apabila terlupa tidak membaca niat maka wudhunya menjadi tidak sah. Dengan demikian, sholat juga menjadi tidak sah. Pada saat membaca niat harus disesuaikan dengan ketika membasuh wajah.

Niat Wudhu:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa”

Artinya:

“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala”

Membasuh Kedua Tangan


Selanjutnya adalah dengan membasuh kedua tangan. Pembasuhan tangan ini harus mencapai bagian siku dan melewati bagian siku-siku. Usahakan mengalirkan air dari atas ke bawah. Sambal menggosok sedikit lengan. Hal ini agar kotoran yang mungkin saja menempel pada lengan menjadi hilang terbawa air.

Dalam berwudhu, yang harus dipahami adalah menggunakan air secukupnya saja. Jangan menggunakan air secara boros. Hal tersebut merupakan tindakan mubadzir dan tentu saja hal itu dilarang.

Membasuh Sebagian Kepala


Kemudian tata cara berwudhu yang selanjutnya adalah mengusap sebagian kepala. Pada saat mengusap sebagian kepala, usahakan kenakan bagian rambut sedikit dan bagian dahi atau kepala. Dalam membasuh sebagian kepala ini terdapat ulama yang menyebutkan bahwa, yang di usap adalah seluruh bagian kepala. Ada pula yang menyebutkan hanya sebagian saja. Hal tersebut sama saja.

Membasuh Kedua Daun Telinga


Selanjutnya adalah membasuh kedua daun telinga. Dalam membasuh kedua telinga, hendaknya cara yang digunakan haruslah benar. Hal ini agar seluruh air mengenai bagian telinga. Jadi, telinga menjadi lebih bersih dan terbebas dari kotoran.

Cara membersihkan telinga yang tepat adalah dengan menggunakan ibu jari pada bagian luar. Pada saat bersamaan posisi jari telunjuk masuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap daun telinga secara berulang. Tentu saja hal tersebut dilakukan sebanyak 3 kali.

Membasuh Kaki


Tata cara berwudhu yang selanjutnya adalah membasuh bagian kaki. Pada saat membasuh bagian kaki, hendaknya air disampaikan hingga melebihi batas. Melebihi mata kaki. Hal ini dilakukan tiga kali secara bergantian. Kemudian yang perlu diingat adalah setiap membasuh bagian tubuh, maka anggota badan yang kanan yang didahulukan.

Tertib dan Berdoa Setelah Wudhu


Seluruh tata cara tersebut harus dilakukan dengan tertib. Tidak boleh ada yang meloncat atau tidak berurutan. Kemudian setelah selesai melakukan wudhu, selanjutnya adalah membaca doa sesudah wudhu. Berikut adalah doa setelah wudhu.

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu. Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadatishalihin.”

Artinya :

“Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat , dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”

Setiap mengakhiri segala perbuatan, maka dianjurkan untuk menutup perbuatan tersebut dengan doa. Doa memiliki makna meminta pengampunan rahmat dan juga barokah dari Allah.

Tata cara berwudhu selayaknya menjadi pedoman bagi seseorang yang hendak melakukan thoharoh. Berwudhu adalah jembatan yang menjadikan seseorang sah dalam melakukan ibadah sholat. Apabila sholat dilakukan tanpa berwudhu, maka sudah pasti sholat tersebut tidak sah.

BACA JUGA!

Inilah Hal-Hal Yang Membatalkan Wudhu dan Wajib Diketahui

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP