Tarif Progresif PPh 21 yang Harus Anda Ketahui

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Cara Mudah Memahami Pelaporan Pajak Warisan Orang Meninggal | Merdeka.com
Daftar Topik

Indonesia merupakan negara hukum. Oleh karena itu, setiap masyarakatnya dikenai wajib pajak. Bukan hanya pajak penggunaan barang tertentu tetapi juga pajak penghasilan yang diterima. Setiap orang harus tahu terkait dengan tarif progresif PPh 21. Tentunya yang wajib mengeluarkan pajak ini adalah orang yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai dan berbagai profesi lainnya. beikut ini terkait dengan tarif progresif PPh 21.

Cara mudah memahami pelaporan pajak warisan orang meninggal | merdeka.com

Pengertian dari PPh 21

Setiap orang bisa saja menjadi WPOP, tentunya dengan berbagai syarat dan ketentuan yang berlaku. PPh 21 merupakan bentuk pajak yang diberikan pada seseorang yang bekerja dengan pemerintah atau dalam negeri. Baik berupa pegawai, penyedia jasa dan berbaagi pekerjaan lainnnya. Pengeluaran pajak jenin ini tidak diberikan secara langsung, tetapi dipotong pada gaji orang tersebut. Jadi, mereka tidak memberikan uang secara langsung.

Baca Juga: Tugas Administrator Keuangan dalam Perusahaan

Objek PPh 21

Anda juga harus tahu, objek apa saja yang nantinya akan dikenakan PPH ini. Berikut merupakan yang menjadi objek dikenakannya tarif progresif PPh 21.

  1. Seseorang yang menjadi pegawai tetap kemudian menerima penghasilan tetap. Baik berupa penghasilan yang teraatur atau pun tidak teratur.
  2. Seseorang yang pensiun kemudian meneriam suatu penghasilan tetap untuk tiap bulannya. Bukan hanya penghasilan tetapi juga berbagai tunjangan lain yang diperoleh.
  3. Seseorang yang melakukan suatu pemutusan hubungan kerja kemudian dia mendapatkan pesangon dan sebagainya.
  4. Seseorang yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai tidak tetap. Bisa meliputi pegawai lepas dan sebagainya. Kemudian mendapatkan gaji yang dibayarkan secara bulanan.
  5. Seseorang yang mendapatkan upah tetapi bukan termasuk dalam gaji. Seperti fee, hononarium dan lain-lain.
  6. Seseorang yang mengikuti suatu kegiatan kemudian mendapatkan imbalan. Imbalan dapat berupa pesangon dan sebagainya.

Tarif Progresif PPh 21 yang Harus Diketahui

Sebagai seseorang yang taat hukum, maka harus membayar pajak sesuai dan tepat waktu. Karena uang pajak nantinya juga akan kembali pada diri kita dalam bentuk fasilitas dan pelayanan tertentu. Jadi, mengerti tetang tariff PPh 21 merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang.

  1. Tariff yang diberikan kepada seseorang yang memiliki pekerjaan baik tetap atau pun tidak tetap, dengan jenis pekerjaan apa saja atau orang yang mendapatkan pesangin, hingga tunjangan tiap bulan. Kemudian jumlahnya sampai dengan angka Rp. 50.000.000 setiap tahun maka orang tersebut akan dikenakan pajak PPh 21 sebesar 5% dari penghasilannya.
  2. Tariff yang diberikan kepada seseorang yang memiliki pekerjaan baik tetap atau pun tidak tetap, dengan jenis pekerjaan apa saja atau orang yang mendapatkan pesangin, hingga tunjangan tiap bulan. Kemudian jumlahnya sampai dengan angka Rp. 50.000.000 – Rp. 250.000.000 setiap tahun, maka orang tersebut akan dikenakan pajak PPh 21 sebesar 15% dari penghasilannya.
  3. Tariff yang diberikan kepada seseorang yang memiliki pekerjaan baik tetap atau pun tidak tetap, dengan jenis pekerjaan apa saja atau orang yang mendapatkan pesangin, hingga tunjangan tiap bulan. Kemudian jumlahnya sampai dengan angka Rp. 250.000.000 – Rp. 500.000, maka orang tersebut akan dikenakan pajak PPh 21 sebesar 25% dari penghasilannya.
  4. Tariff yang diberikan kepada seseorang yang memiliki pekerjaan baik tetap atau pun tidak tetap, dengan jenis pekerjaan apa saja atau orang yang mendapatkan pesangin, hingga tunjangan tiap bulan. Kemudian jumlahnya diatas Rp. 500.000.000 setiap tahun, maka orang tersebut akan dikenakan pajak PPh 21 sebesar 30% dari penghasilannya.

Perlu diketahui bahwa pajak PPh 21 dibayarkan sesuai dengan nominal upah yang diterima dalam satu tahun. Jadi gaji atau upah setiap bulan tersebut, dikalkulasikan dalam jangka waktu satu tahun. Baru kemudian Anda bisa menentukan besaran tariff gaji yang wajib dikeluarkan. Jika telah mengetahui, maka Anda wajib dengan teopat waktu membayar pajak.

Tentunya tarif tersebut berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia. Kemudian terdapat juga suatu peraturan yang menyebutkan, bahwa setiap warga yang telah wajib pajak harus memiliki NPWP. Oleh karena itu, apabila Anda tergolong orang yang wajib pajak, maka segeralah mengurus NPWP.

Orang yang tidak memiliki NPWP, bukan berarti tidak wajib dalam membayar pajak. Tetapi beban pajak yang dikenakan akan lebih tinggi. Terlepas berapapun nominal gajinya. Beban pajak yang harus dikeluarkan adalah sebesar 20 % dari penghasilannya. Jumlah tersebut lebih besar dari pada orang yang mengurus dan memiliki NPWP.

Pengetahuan tentang tarif progresif pajak ini harus diketahui oleh banyak orang. Hal tersebut agar tidak terjadi kebingungan dan juga tunggakan pembayaran pajak. Apabila seseorang tidak membayar pajak secara tepat waktu, maka dia akan menunggak pembayaran. Apabila terjadi tunggakan, maka sudah pasti akan lebih memberatkan. Jadi, sebagai warga negara yang baik, Anda harus melakukan pembayaran pajak sesuai dengan tarif dan juga dalam waktu yang tepat.

Pengertian dan Fungsi Rasio Keuangan

Jihan Ariya
Jihan Ariya
Honestly gak gitu lincah dalam menulis sih, tapi tak apa, yang penting heppy :D
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP