Apa itu Tanaman Ganyong dan Cara Budidayanya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Tanaman ganyong
Daftar Topik

Tanaman ganyongPangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang penting untuk keberlangsungan hidup. Setiap tahun kebutuhan pangan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Namun, persentase tingkat pertumbuhan produksi pangan yang berfokus pada karbohidrat, sangat kecil, cenderung menurun, dan fluktuatif. 

Salah satu penyebab dari kerawanan pangan ini adalah ketergantungan masyarakat terhadap salah satu jenis makanan pokok, yakninya beras. Sebagian besar penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok mereka. Padahal, masih ada berbagai sumber karbohidrat lain yang bisa dijadikan makanan, salah satunya adalah ganyong. 

Ganyong atau canna edulis Kerr dikenal sebagai tanaman herbal yang berasal dari Amerika Selatan. Namun, di Sulawesi tepatnya di Mamuju dan Mamasa, tanaman ini diberi nama Bombang. Ganyong di Sulawesi banyak ditemukan di halaman rumah penduduk sebagai tanaman hias atau bahkan tumbuh di kebun sebagai tumbuhan liar. Di daerah Sulawesi Barat ada dua varietas ganyong, yakni ganyong putih dan ganyong merah. Ganyong putih memiliki ciri-ciri batang, daun dan pelepah berwarna hijau, sedangkan sisik umbinya berwarna kecoklatan. Sedangkan ganyong merah, warna batang, pelepah dan daunnya berwarna merah atau ungu. 

Deskripsi Tanaman Ganyong

 

 

Tanaman ganyong

Ganyong adalah tanaman umbi-umbian yang memiliki potensi untuk menggantikan peran beras serta tepung terigu untuk pemenuhan kebutuhan bahan pangan pokok. Namun, hingga kini, potensi tanaman ganyong belum dikembangkan dengan baik, juga belum diusahakan secara serius serta intensif. Sebab, tanaman ganyong kurang populer dibandingkan dengan tanaman umbi-umbian lainnya. Nah, selain itu, tanaman ganyong sendiri dianggap memiliki nilai ekonomis yang rendah, sehingga para para petani kurang tertarik untuk membudidayakannya. 

Ganyong dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi. Ganyong mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Kandungan karbohidratnya lebih tinggi dari kentang, tapi lebih rendah dibanding singkong, begitupun dengan kandungan besi, mineral kalsium dan phosphor. Tanaman ganyong ini adalah sejenis tanaman tahunan, yang tegak, dengan tinggi bisa mencapai 3,5. Tumbuhan ini dikenal sebagai umbi bercabang horizontal yang panjangnya bisa mencapai 60 cm dengan diameter 10 cm. Tanaman ganyong memiliki segmen daging berbentuk balon, yang ditutupi daun tipis. Selain itu, tanaman ini memiliki akar tebal yang berserat.

Ganyong memiliki tangkai berdaging yang timbul dari umbi, tangkai ini bisanya memiliki tinggi 1 sampai 1,5 m, dan seringnya berwarna keungu-unguan. Daun tanaman ganyong teratur secara spiral dengan bagian kuncupnya yang besar dan terbuka, dan kadang-kadang petiolanya pendek, daunnya sempit dari rata menuju elips, dan tulang daunnya nyata, lalu bagian bawahnya berwarna agak keunguan. Bunga ganyong memiliki warna merah kekuningan, dengan buah berbentuk kapsul solid seperti telur. Ganyong memiliki biji banyak, bulat, dengan diameter 0,5 cm, dengan tekstur licin dan keras, dan warnanya kehitaman sampai coklat. 

Teknik Budidaya Ganyong

tanaman ganyong

 

Ganyong dikembangbiakan secara vegetatif, dengan pemotongan umbi yang memiliki ukuran sedang yang mata tunasnya 1-2. Pemotongan umbi lebih disukai untuk menjaga kemurnian genetik klon, dibandingkan dengan menggunakan biji. Umbi yang bisa kamu gunakan untuk budidaya ganyong adalah umbi yang masih muda dan bukan yang bagian coklat tua. Tanamlah umbi ganyong dengan jarak 50 cm, dan pada kedalaman 15 cm. Jangan tanam umbi terlalu dekat, karena menyebabkan tanaman berdesakan, dan penampilannya juga tidak akan bagus.

Untuk budidaya ganyong, sebaiknya tanamlah pada musim hujan. Sebaiknya ditanam di bedengan yang sudah diolah keseluruhan dan dicampur juga dengan pupuk atau kompos yang cukup. Jika kamu menanam ganyong pada tanah liat, sebaiknya berilah jarak tanaman 90 X 90 cm. Nah, kalau kamu ingin menanamnya di lahan yang masih banyak ditumbuhi oleh rerumputan atau alang-alang, sebaiknya jarak tanaman ganyong adalah selebar 135 cm X 180 cm. Terakhir, jika kamu menanamnya di tanah liat berat, maka jarak yang bagus untuk menanam tanaman ganyong adalah selebar 120 cm X 120 cm. 

Cara Pemeliharaan Tanaman Ganyong

1. Penyiangan

Kebersihan bedengan atau area tanam dari gangguan gulma perlu diperhatikan, khususnya pada awal masa pertumbuhan. Jika lahan dipenuhi gulma, maka sejumlah unsur-unsur hara yang ada akan diambil oleh gulma, dan pertumbuhan ganyong akan terganggu.

2. Pembumbunan

Pembumbunan merupakan usaha untuk menggemburkan tanah. Tanah yang gembur bisa membuat umbi berkembang dengan baik. Pembumbunan ini dapat dilakukan ketika berumur 2 hingga 2,5 bulan. 

3. Penyiraman

Penyiraman perlu dilakukan karena tanaman yang mulai bertunas membutuhkan banyak sekali air, udara, unsur-unsur hara, dan juga sinar matahari yang cukup demi membantu pertumbuhannya, terutama untuk membantu memperbanyak akar. 

4. Pemupukan

Tanaman ini pada dasarnya juga membutuhkan pupuk, yakni berupa pupuk kompos atau pupuk kandang. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pembumbunan. 

5. Penyakit dan Hama

Ganyong adalah tanaman keras yang pada umumnya sedikit terkena penyakit dan hama. Beberapa jamur yang kemungkinan menyerang tanaman ganyong adalah Fusarium, Rhizoctonia Sp, dan Puccinia. Daun tanaman ini bisa juga diserang oleh kumbang dan belalang, sedangkan bagian umbinya akan diserang oleh cacing. 

Pemanenan tanaman umbi ini dapat kamu lakukan 4 hingga 8 bulan setelah ditanam. Kamu dapat memanen ganyong dengan cara dicabut atau digali. Nah, ciri umbi ganyong yang sudah matang adalah jika potongan segitiga pada bagian terluar daun ganyong telah berubah menjadi ungu. Jika melakukan pemanenan dilakukan setelah 8 bulan, maka hasil yang kamu dapat bisa lebih tinggi, sebab umbi ganyong sudah mengembang dengan maksimal. 

septirm
septirm
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP