Syarat dan Pengertian Zakat Mal

0

Pada hakikatnya, harta  adalah titipan dari Allah SWT kepada para hambanya. Oleh karena itu, harta yang kita miliki harus digunakan sesuai dengan keingan dari Sang Maha Pemilik yaitu Allah.  Salah satu perintah Allah terkait dengan harta adalah dengan berzakat.

Seperti kita semua ketahui bahwa zakat merupakan salah satu rukun islam. Perintah untuk berzakat sebenarnya sudah berulang kali disinggung dalam Al Qur’an dan bersamaan dengan perintah mendirikan sholat. Diantaranya adalah firman Allah Surat Al Baqarah ayat 43 :

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Ada dua macam zakat yang harus di tunaikan oleh etiap muslim. Yang pertama yaitu zakat fitrah dan kedua adalah zakat mal. Namun pada pembahasan kali ini akan diulas mengenai zakal mal.

Pengertian Zakat Mal


Zakat mal atau yang disebut sebagai zakat harta adalah zakat yang wajib dibayarkan atas harta yang dimiliki jika harta tersebut telah mencapai batas wajib dikeluarkan atau disebut dengan nishab. Zakat mal harus dikeluarkan dengan maksud untuk membersihkan harta yang dimiliki dengan cara memberikannya kepada orang yang berhak (mustahik).

Hukum dari zakat mal sendiri adalah fardhu ‘ain, yang mana kewajiban ini jatuh kepada setiap muslim. Zakat mal terdiri dari emas dan perak, binatang ternak, harta perniagaan, uang, harta terpendam (hasil tambang), buah-buahan dan hasil pertanian.

Syarat-syarat Zakat Mal    


Berikut ini beberapa ketentuan mengenai harta yang wajib dikeluarkan zakatnya :

  1. Milik penuh/sempurna, yaitu harta yang halal yang berada dalam kekuasaan satu orang dan dapat diambil manfaatnya secara penuh. Harta tersebut benar-benar miliknya meskipun hakikatnya harta adalah titipan Allah, namun Allah mempercayakan kepadanya untuk digunakan di jalan Nya dengan baik.
  2. Berkembang, yaitu harta yang bila diusahakan akan berkembang atau bertambah.
  3. Cukup nishab, yaitu harta yang telah mencapai jumlah yang telah ditetapkan hukum Islam sehingga diwajibkan untuk di keluarkan zakatnya.
  4. Haul, yaitu waktu pemilikan harta selama satu tahun.
  5. Lebih dari kebutuhan pokok, yaitu harta yang bila sudah di pergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masih banyak kelebihannya.

Macam-Macam Zakat Mal


Salah satu  dari syarat zakat mal yaitu harta kekayaan yang berharga. Untuk macam-macam zakat mal adalah sebagai berikut :

1. Zakat emas dan perak

Emas dan perak merupakan salah satu jenis harta kekayaan yang bernilai sangat tinggi sehingga wajib hukumnya untuk dizakati jika telah mencapai nishab dan haul. Nishab dari emas adalah sebesar 85 gram dan wajib zakatnya adalah 2,5 %.  Sedangkan untuk perak nishabnya adalah seberat 200 dirham atau 5 awaq setara dengan 672 gram perak murni. Untuk zakatnya adalah 5 dirham atau 2,5% nya.

2. Zakat Uang

Nishab dari uang disamakan dengan nishab emas. Jika seseorang mempunyai simpanan berupa rupiah, real, dolar atau semacam mata uang lainnya yang mempunyai nilai sama dengan harga emas seberat 85 gram atau lebih dan telah memenuhi haul, maka wajib untuk mengeluarkan zakat sebesar 2,5 % dari jumlah uang yang dimiliki.

3. Zakat perhiasan

Mengenai zakat perhiasan, ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Sebagian dari ulama mereka menyatakan bahwa perhiasan yang dibuat dari emas, perak, atau batuan permata yang semata-mata digunakan oleh seorang wanita sebagai perhiasan yang jumlahnya wajar maka tidak wajib untuk dizakati.

4. Zakat pertanian

Kadar zakat yang harus dikeluarkan untuk zakat pertanian adalah sebanyak 1/10 nya jika hasil tnaman tersebut tumbuh dn berkembang tanpa disiram atau tanpa biaya perawatannya dan juga tanpa membayar orang lain untuk merawatnya. Apabila pemeliharanya memerlukan biaya maka kadar zakat yang harus dikeluarkan seperti halnya emas yaitu sebanyak 1/20 nya.

5. Zakat perdagangan

Ada dua syarat yang harus dipenuhi dalam zakat perdagangan. Yaitu berbentuk suatu usaha yang terikat dengan adanya jual beli dan ada usaha untuk memperoleh untung atau laba. Iuntuk nishab nya berpedoman pada emas (85 gram) yang dihitung dari modal dan di tambah laba. Zakat yang harus dikeluarkan untuk perdagangan sebesar 2,5 % nya.

6. Hasil bumi (barang tambang)

Semua hasil tambang baik padat maupun cair maka wajib hukumnya untuk dizakati apabila sudah memenuhi nishab dan haul. Nishabnya yaitu seperti nishab emas (senilai 85 gram). Kadar zakat yang harus dikeluarkan adalah senilai 2,5 %, jika diperoleh dengan mengerahkan tenaga dan biaya. Apabila diperoleh tidak dengan menelan biaya dan banyak tenaga maka kadarnya 20%.

7. Binatang ternak

Binatang ternak yang  wajib untuk dizakati adalah unta, kambing, sapi/ kerbau.

Orang-orang Penerima Zakat


Orang-orang yang berhak menerima zakat  ada delapan golongan, antara lain :

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil zakat
  4. Muallaf
  5. Hamba yang disuruh menebus dirinya
  6. Orang yang berhutang
  7. Fisabillah
  8. Ibnu Sabil

Jadi dalam islam membayar Zakat mal hukumnya wajib dengan hitungan yang sesuai. Serta penerima dari zakat mal juga harus tepat.

BACA JUGA! 

Tata Cara dan Pelaksanaan Sholat Sunnah Rawatib