Siapakah Ya’juj dan Ma’juj Bagaimana Ciri-cirinya?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
24320-yajuj majuj 1
Daftar Topik

Selama ini kita sering mendengar tentang Ya’juj dan Ma’juj sebagai salah satu ciri datangnya hari kiamat. Namun apakah Anda tahu siapakah Ya’juj dan Ma’juj dan bagaimana ciri-cirinya? Penyebutan Ya’juj dan Ma’juj sendiri sebagai salah satu tanda besar datangnya hari kiamat telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah SAW. Penyebutan Ya’juj dan Ma’juj di dalam Al-Qur’an merupakan suatu kaum yang suka berbuat kerusakan di muka bumi.

Dalil Tentang Ya’juj dan Ma’juj


Ada banyak sekali dalil yang dapat dikaji secara literatur ilmiah. Namun, berikut ini ada satu ayat dan hadis mengenai ciri-ciri fisik Ya’juj dan Ma’juj tersebut. Al-Imam Ahmad ra meriwayatkan dari Ibnu Harmalah, dari bibinya, dia berkata: “Rasulullah SA pernah berkhutbah, sedangkan jari tangan beliau dibalut menggunakan perban, karena tersengat kalajengking, lalu beliau bersabda:

إِنَّكُمْ تَقُوْلُوْنَ لاَ عَدُوَّ، وَإِنَّكُمْ لاَ تَزَالُوْنَ تُقَاتِلُوْنَ عَدُوًّا حَتَّـى يَأْتِيْ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ، عِرَاضُ الْوُجُوْهِ، صِغَارُ الْعُيُوْنِ، شُهْبُ الشَّعَافِ، مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُوْنَ، كَأَنَّ وُجُوْهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ

“Sesungguhnya kalian berkata tidak ada musuh, sementara kalian senantiasa memerangi musuh, hingga datang Ya’juj dan Ma’juj; Bermuka lebar, bermata sipit, berambut pirang. Mereka berasal dari setiap arah, wajah mereka layaknya tameng yang diberi lapisan kulit.” (HR. Ahmad 5: 271)

Allah SWT juga berfirman dalam QS Al Anbiya ayat 96-97:

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ( 96

وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ(97

“Sehingga jika dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka akan segera turun dari segala tempat tinggi. Dan telah dekatlah janji Allah yang benar, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak.”

(Lalu mereka mengatakan): “Aduhai, celakalah kami semua, sungguh kami sedang berada dalam kelalaian akan hal ini, bahkan kami termasuk orang dzalim”.

Ciri-ciri Ya’juj dan Ma’juj


Yakjuj dan makjuj memiliki ciri-ciri yang sulit dijelaskan dalam banyak Hadis yaitu seperti orang-orang sejenis dari kalangan bangsa Turk. Mereka adalah orang-orang non Arab yang bicaranya tidak fasih dan merupakan bangsa Mongol. Sedangkan ciri fisiknya yaitu bermata sipit, memiliki hidung pesek, dahinya lebar, rambutnya pirang, wajahnya seperti tameng yang diberi lapisan kulit. Sedangkan warna kulit serta bentuk tubuh mereka seperti bangsa Turk.

Apabila diuraikan, maka Berikut ini adalah ciri-ciri fisik yakjuj dan makjuj:

  • Bicaranya Tidak Fasih

Jika menurut standar dari penilaian orang Arab, maka bahasa yang paling bersih yaitu bahasa Arab karena kajian secara fenomenologi dan juga fenomenologi. Selain itu huruf-huruf hijaiyah yang dipakai oleh bangsa Arab terdengar sangat jelas serta sesuai dengan tempat dan sifat keluarnya bunyi suara tersebut.

  • Bangsa Mongol

Jika hadis merujuk pada satu bangsa, bangsa Mongol atau Tartar misalnya, maka dalam sejarahnya mereka memang pernah memporak-porandakan peradaban Islam di Baghdad, sehingga banyak karya-karya para ulama dan sarjana muslim yang dibakar dan dibuang oleh mereka.

  • Bermata Sipit

Hadis yang sudah disebutkan di atas jelas menyebutkan ciri-ciri fisik genetik secara spesifik yang merujuk pada bangsa yang bermata sipit dan berkulit putih.

  • Berdahi Lebar

Dahi lebar biasanya menunjukkan pada semiotika tentang pertanda kecerdasan dan kepintaran.

  • Wajahnya Seperti Tameng yang Diberi Lapisan Kulit

Istilah bahasa yang dipergunakan oleh Nabi bisa jadi mengandung tafsiran semiotika yang mengandung makna yang bersifat simbolik. Wajah yang seperti tameng, boleh jadi menunjukkan karakter mereka yang tidak pemalu, tidak minder, dan pekerja keras.

Selain istilah kulit, bisa jadi merujuk pada sifat kulit yang berwarna putih pucat sebagaimana sifat kulit hewan yang disamak dan kemudian dipergunakan pada tameng perang. Takwil lainnya, bisa jadi juga bahwa apa yang mereka tunjukkan di permukaan, bukanlah seperti apa yang tersimpan di dalam hati sesungguhnya. Karena itu, maka berhati-hatilah atas tipuan mereka.

  • Datang dari Berbagai Arah

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa bangsa di dunia yang paling besar tingkat penyebarannya adalah bangsa China. Mereka datang dari segala arah, boleh jadi mereka merupakan bangsa yang suka berpetualang dan melakukan invasi, baik secara perdagangan, invasi ekonomi, hingga militer.

  • Semiotika Tembok

Jika kita merujuk pada ayat 96 pada surah Al-Anbiya, maka di sana disebutkan kata “Tembok”. Begitu pula jika kita merujuk pada surah Al-Kahfi, maka kita akan temukan keywordnya “tembok”, sebagaimana yang dikisahkan permintaan mereka terhadap Dzulqurnain untuk melindungi negeri dan bangsa mereka.

Meskipun tafsiran di atas masih memiliki beragam versi tafsiran dalam kajian tafsir para ulama mufassirin, tapi kita masih bisa menemukan korelasinya dalam tafsiran kontesktual. Bukankah Al-Qur’an bersifat relevan sepanjang zaman.

Istilah ‘tembok’ bisa jadi bermakna hakiki yang merujuk pada ‘Tembok China’ atau tembok dalam makna majazi yang berarti bahwa bangsa itu memang senang membangun peradaban guna mempertahankan tradisi peradaban nenek moyang mereka. Wallahu ‘alam.

Semua ciri-ciri tentang ya’juj dan ma’juj di atas tentunya sebagaimana penyebutan dalam hadis nabi Muhammad Saw. Namun kita tak baik juga menganggap suatu kaum sebagai ya’juj dan ma’juj karena hanya Allah yang tahu. Semoga bermanfaat.

BACA JUGA!

 

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP