Sejarah Singkat Tentang Peninggalan Kerajaan Banjar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Sejarah-Singkat-Tentang-Peninggalan-Kerajaan-Banjar-825x470[1]
Daftar Topik

Kerajaan Banjar maupun Kesultanan Banjarmasin merupakan sebuah kerajaan yang bercorak islam. Kerajaan ini berdiri sejak tahun 1520 namun secara sepihak kerajaan ini di hapus oleh Belanda pada 11 Juni tahun 1860. Akan tetapi, masyarakat Banjar tetap mengakui adanya pemerintahan darurat yang man pada tanggal 24 Januari tahun 1905 sudah berakhir. Namun, pada tanggal 24 Juli tahun 2010, kerajaan Banjar telah bangkit kembali dengan di lantiknya Sultan yakn bernama Sultan Khairul Saleh. Kerajaan Banjar berada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kerajaan yang satu ini memang sering berubah- ubah nama pada saat ibu kotanya pindah. pada saat ibu kota Banjar ada di Banjarmasin maka kerajaan ini pun disebut dengan kesultanan Banjarmasin. Sebenarnya kerajaan Banjar adalah penerus dari kerajaan Daha yang mana merupakan kerajaan yang bercorak Hindu. Peninggalan kerajaan Banjang pun sangat banyak dan sering kali di kunjungi oleh wisatawan.

Sejarah Peninggalan Kerajaan Banjar

Kemunculan dari kerajaan Banjar ini memang di pengaruhi oleh Negara Daha yang pada saat itu merupakan kerajaan yang berkuasa. Raja dari Negara Daha yakni Maharaja Sukarama memberikan sebuah wasiat supaya Raden Samudera yang merupakan cucunya akan menggantikannya. Raden Samudera ini adalah anak dari putrinya yang bernama Puteri Galuh Intan Sari dan ayahnya bernama Raden Manteri Jaya.

Tentu saja, dengan adanya wasiat tersebut menjadikan Raden Samudera sangat terancam karena banyak putra dari Maharaja Sukarama yang ingin menjadi Raja menggantikan ayahnya. Dengan adanya hal ini menjadikan Pangeran Raden Samudera melarikan diri dengan memakai sampai menuju ke muara sungai Barito. Setelah Maharaja wafat, posisi raja di gantikan oleh Pangeran Mangkubumi dan di lanjutkan oleh Pangeran Tumenggung.

Raden Samudera yang notaben nya adalah orang yang sedang bersembunyi di muara sungai Barito, di lindungi oleh sekelompok orang melayu yang memang berdiam diri di sekitar wilayah tersebut. Seiring berjalannya waktu kampung melayu ini berkembang pesat menjadi kota Banjarmasin karena banyaknya para pedagang yang menetap. Pada saat itu Raden Samudera melihat jika Banjarmasin memiliki sebuah potensi yang sangat bagus untuk melawan balik pada kekuatan pusat yakni Negara Daha. Dan pada akhirnya kekuatan Banjarmasin memang sudah di akui sesudah komunitas melayu mengangkat Raden Samudera sebagai kepala Negara.

Peninggalan Kerajaan Banjar

Pengangkatan Raden Samudera ini menjadi titik balik dari perjuangan hidupnya. Dengan terbentuk nya kekuatan politik yang ada di Banjarmasin ini di jadikan sebuah senjata oleh Raden Samudera untuk bisa mendapatkan haknya di Negara Daha sebagai Raja. Peninggalan kerajaan Banjar pun cukup fenomenal di kalangan masyarakat sehingga tak heran bukan jika banyak sekali orang yang mengujungi tempat peninggalan tersebut. Apa saja? berikut ini peninggalan dari kerajaan Banjar:

  • Candi Agung Amuntai

Peninggalan dari kerajaan Banjar yang pertama adalah Candi Agung Amuntai, dimana merupakan masjid yang sangat bersejarah yang di bandung oleh Sang Empu Jatmika pada abad ke 14 M. Candi ini di perkirakan memiliki usia 740 tahun oleh para ahli. Bahan yang di gunakan untuk membangun candi ini pun di dominasi oleh sebuah kayu dan juga batu- batuan. Kondisi bangunan dari candi ini masih sangat kokoh sampai pada saat ini. Di dalam candi ini banyak sekali barang- barang peninggalan dari kerajaan Banjar yang mana di perkirakan memiliki usia kurang lebih 200 tahun. Hingga kini Candi Agung Amuntai ini masih terjaga dengan baik dan menjadi salah satu wisata bersejarah.

  • Masjid Sultan Suriansyah

Peninggalan yang selanjutnya adalah masjid Sultan Suriansyah yang mana menjadi masjid yang menyimpan sejuta sejarah pada masa kesultanan Banjar. Masjid ini adalah masjid tertua di daerah Kalimantan Selatan, bahkan Sultan Suriansyah ini menghabiskan waktu yang panjang dalam membangun masjid ini yakni pada tahun ke 156 hingga 1550 sebelum masehi. Ia adalah raja Banjar pertama yang menjadi pemeluk agama Islam yang sangat taat dan kuat.

Masjid ini adalah masjid yang berada di Kelurahan Kuin Utara yang merupakan Ibukota dari Kerajaan Banjar. Masjid sultan ini merupakan masjid yang sangat bersejarah, apalagi dengan desain arsitekturnya yang sangat unik. Masjid ini di bangun menyerupai kontruksi panggung yang di padukan dengan atap tumpang sehingga sangat kental sekali ini jika memiliki gaya tradisional Banjar.

Nah, cukup menakjubkan bukan sejarah dari Kesultanan Banjar?. Demikianlah sekilas info yang bisa di berikan kepada Ada mengenai sejarah dan peninggalan kerajaan Banjar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA