Perbedaan Saham dan Obligasi yang Wajib Diketahui

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
saham-dan-obligasi-768x432[1]
Daftar Topik

Saham merupakan sebuah bentuk kepemilikan suatu perusahaan, biasanya berbentuk dokumen. Dimana, Pemilik saham berhak untuk mendapat sebagian dari keuntungan perusahaan (deviden). Obligasi adalah surat hutang yang dapat dikeluarkan oleh perusahaan maupun pemerintah sebagai bentuk peminjaman uang dan sebagai bentuk perjanjian untuk membayar kembali dengan sejumlah harga pokok hutang beserta bunganya (kupon).

Perusahaan yang biasa menerbikan sahan disebut perusahaan terbuka. Biasanya perusahaan tersebut mencantumkan “Tbk.” pada nama perusahaannya. Perusahaan tersebut wajib untuk membagikan deviden ke semua pemegang sahamnya dengan durasi waktu yang ditentukan. Perusahaan yang menerbitkan saham ini memiliki tujuan untuk mengumpulkan modal yang digunakan untuk mendukung kelangsungan perusahaan tersebut.

Obligasi dapat dikeluarkan oleh perusahaan dan pemerintah. Sama dengan saham, obligasi bertujuan untuk menambah modal dalam jumlah besar. Namun dari kebanyakan perusahaan, banyak yang lebih tertarik untuk menerbitkan saham daripada obligasi. Di samping itu, yang lebih aktif dalam menerbitkan berbagai macam obligasi adalah pemerintahan.

Tabel Perbandingan

Saham Obligasi
Badan Perusahaan terbuka (Tbk.) Perusahaan atau pemerintah
Pembagian keuntungan Deviden (keuntungan bersih perusahaan) harga pokok dan bunga
Jangka waktu Tidak terbatas, Terbatas,
Kewajiban badan untuk membayar Hanya ketika perusahaan untung Wajib untuk dibayar
Resiko investasi Besar Kecil
Keuntungan investasi High risk, high reward. Low risk, low reward.
Contoh Saham PT Sampoerna Tbk.
BCA
Surat Utang Negara (SUN)
Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

 

Contoh Penggunaan Saham

Perusahaan B mengeluarkan 1000 lembar saham, dengan nilai Rp 50.000,- tiap lembar. Mr S membeli 500 lembar saham seharga Rp 25.000.000,-. Sekarang Mr S telah “memiliki” 50 persen dari Perusahaan B, dan berhak mendapatkan 50% keuntungan bersih perusahaan B. Perusahaan B juga memiliki tambahan modal sebesar Rp 25.000.000,- dari Mr S.

Contoh Penggunaan Obligasi

Pemerintah menerbitkan 50 lembar obligasi. Tertera pada dokumen obligasi tersebut sebagai berikut:

  • Harga pokok Rp 5.000.000
  • Jangka waktu obligasi 9 tahun
  • Kupon bunga sebesar 12%
  • Periode pembayaran adalah triwulan

Contoh seseorang dengan nama Mr J membeli selembar obligasi lalu dia membayar harga pokok obligasi sebesar Rp 5.000.000,-. Setelah memegang obligasi tersebut, Mr J mendapatkan bunga sebesar 12% per tahunnya, tetapi dibayarkan setiap 3 bulan. Bunga yang didapatkan Mr J per tahunnya adalah sebesar Rp 600.000,-, dibayarkan oleh pemerintah setiap 3 bulan sebesar Rp 200.000,-. Setelah 9 tahun, masa obligasi ini akan habis dan Mr J akan mendapatkan uangnya kembali, yaitu sebesar Rp 1.800.000,-.

Bagi para investor saham dan obligasi merupakan 2 aspek yang tidak asing lagi. Biasanya orang-orang yang berinvestasi dengan membeli saham ataupun oligasi adalah orang-orang yang memiliki uang berlebih. Untuk sebagian orang membeli saham dan obligasi supaua dapat disimpan dan berharap akan mendapatkan keuntungan secara periodik atau biasa disebut dengan istilah passive income.

Nah, ada juga orang-orang yang memperjualbelikan saham sebagai usaha untuk mendapat keuntungan. Cara orang-orang tersebut adalah dengan membeli saham ketika harga saham rendah, lalu menjualnya ketika harga saham naik. Dengan demikian orang-orang tersebut mendapatkan keuntungan. Kita harus memahami konsep supply and demand (prinsip dasar ekonomi) agar kita bisa memprediksi kenaikan atau penurunan harga saham suatu perusahaan. Selain itu, kamu juga harus menguasai tentang kinerja perusahaan. Hal tersebut merupakan aspek penting yang menentukan harga saham perusahaan tersebut. Dengan menggunakan kedua cara tersebut, kamu bisa mendapat keuntungan yang jauh lebih besar daripada bunga deposito bank maupun obligasi.

Obligasi merupakan bentuk investasi yang lebih aman dibandingkan saham, karena jumlah bunga yang akan kita terima setiap tahunnya sudah ditentukan. Sedangkan saham jumlah keuntungan yang akan kita terima belum pasti berapa jumlahnya. Selain itu juga ada resiko perusahaan bangkrut. Di dalam dunia investasi, saham bersifat high reward and high risk, sedangkan obligasi bersifat low reward and low risk.

Perbedaan Saham dan Obligasi

  • Obligasi merupakan surat utang, jadi jika seseorang memiliki surat obligasi maka orang itu memiliki piutang. Sedangkan saham merupakan surat yang menunjukkan kepemilikan perusahaan terhadap pemiliknya.
  • Biasanya yang mengeluarkan saham adalah perusahaan terbuka. Untuk yang mengeluarkan obligasi biasanya pemerintah atau bisa juga perusahaan.
  • Orang yang memiliki saham atau pemegang saham akan mendapat keuntungan dengan bentuk dividen. sedangkan pemegang obligasi akan memperoleh keuntungannya dalam bentuk bunga pembayaran utang.
  • Pemegang saham memiliki jangka waktu tidak terbatas. Selama perusahaan belum bangkrut maka si pemegang saham akan terus mendapatkan keuntungan. Berbeda dengan obligasi yang memiliki jangka waktu yang ditentukan.
  • Pemegang saham akan mendapatkan keuntungannya apabila perusahaan mengalami untung. Sedangkan badan yang menerbitkan obligasi wajib membayar utangnya kepada pemilik obligasi.
  • Pemegang saham memiliki resiko yang. Karena bisa jadi perusahaan termpat kita berinvestasi mengalami kerugian. Berbeda dengan pemegang obligasi yang tidak memiliki resiko besar, karena sudah ada perjanjian dimana dia akan mendapat bunga pada waktu yang sudah ditentukan.
  • Keuntungan dari memiliki saham lebih tinggi dibandingkan dengan memeiliki obligasi.

Nah itulah perbedaan dari saham dan obligasi yang dapat kamu ketahui dan dapat menjadi pelajaran sebelum kamu mulai berbisnis dengan saham ataupun obligasi. (elevenia)

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP