Perbedaan Etika dan Etiket yang Harus Kamu Tahu

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daftar Topik

Sering kita dengar kata “Etika” dan “Etiket”, namun sedikit orang yang tahu apa arti dan perbedaan dari 2 kata tersebut. Terkadang orang menganggap kedua kata tersebut memiliki arti yang sama. Pada kenyataannya dua kata tersebut memiliki arti dan makna yang berbeda, namun memang sama – sama berhubungan dengan perilaku manusia. Maka dari itu, kamu harus behati – hati dalam berucap, jangan sampai kamu mengatakan hal yang kamu tidak ketahui. Untuk itu mari kita perhatikan apa saja perbedaan kata “Etika” dan  “Etiket” di bawah ini:

Etika

Etika, kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “ethikos” yang berarti timbul dari kebiasaan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesisa (KBBI), etika adalah bidang ilmu yang mempelajari apa yang baik dan buruk serta hak dan kewajiban moral (akhlak). Selain itu, Etika juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang dalam kesedian atau kesanggupannya untuk taat dan mengikuti ketentuan serta norma – norma kehidupan yang berlaku di masyarakat ataupun organisasi. Etika juga disebut sebagai cabang ilmu yang isinya tentang kesusilaan dan terdapat ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan bagaimana sikap yang harus dilakukan manusia dalam kehidupan di suatu lingkungan masyarakat serta dapat memahami antara hal yang baik dan buruk.

  1. Etika berlaku dimanapun dan kapanpun, baik dalam kehidupan dengan orang lain maupun dalam kehidupan pribadi. Jadi, etika berlaku bagi siapa saja saat dia sendiri ataupun dengan orang lain.

Contoh :

  • Mengambil barang milik orang lain tanpa izin pemilik (Mencuri) dilakukan ketika tidak ada siapapun yang melihatnya. Namun hal itu tetap perbuatan yang dilarang.
  • Meminjam suatu barang, dimana kita mengambil barang orang lain atas izin orang itu. Maka barang tersebut harus dikembalikan walaupun orang yang meminjamkan lupa.
  1. Etika bersifat absolut, yakni ketentuan – ketentuan serta prinsip yang ada pada etika didak dapat dirubah atupun digugat. Yaitu, perbuatan baik akan mendapatkan pujian dan perbuatan buruk harus mendapatkan hukuman.

Contoh:

  • Adanya larangan untuk membunuh, maka orang yang membunuh harus dihukum.
  • Ketika seorang anak mendapat peringkat 1 dikelasnya, maka ia akan mendapat pujian
  1. Etika memandang manusia dari hatinya

Contoh:

Orang yang memiliki hati yang baik maka dia akan selalu berbuat baik. Bengan perbuatan – perbuatan baiknya, tidak mungkin orang itu memiliki sifat munafik (buruk).

Orang yang membunuh manusia tetap dianggap sebagai pembunuh walaupun tutur katanya baik.

Etiket

Kata Etiket berasal dari Bahasa Perancis yaitu “etiquette” yang berarti sopan santun. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etiket adalah tata cara (sopan santun/adat) dalam menjaga hubungan yang baik dengan orang lain dalam sebuah lingkungan masyarakat. Selain itu, etiket juga berarti aturan sikap seseoran seperti sopan santun yang berfungsi untuk mengatur bagaimana hubungan manusia dengan manusia lain dalam suatu kelompok masyarakat. Etiket juga merupakan perilaku seseorang yang dianggap sesuai dengan kepribadian dan gaya hidupnya. Etiket berhubungan dengan hubungan seseorang dengan orang lain, jadi etiket bisa disebut sebuah peraturan sopan santun dan pergaulan seta hidup bermasyarakat.

  1. Etiket hanya berlaku dalam pergaulan, artinya etiket hanya berlaku ketika ada orang lain disekitar kita. Jika kita sendiri maka etiket tidak berlaku.

Contoh:

  • Makan sambil bicara, sendawa, makan sambil berdiri, dan lain sebagainya adalah hal yang tidak sopan dan tentu melanggar etiket. Namun jika kamu melakukannya saat sendiri dan tidak ada yang melihatnya maka hal yang kamu lakukan itu tidak melanggar etiket.
  • Buang angin saat sedang berkumpul dengan keluarga atau teman adalah hal yang melanggar etiket, namun jika kamu melakukannya di kamar mandi saat sendiri maka itu tidak melanggar etiket.
  1. Etiket bersifat relative, yaitu: sesuatu yang menurut sekelompok masyarakat itu tidak sopan maka belum tentu tidak sopan menurut sekelompok masyarakat lain. Jadi etiket itu bergantung pada adat, budaya, dan kebiasaan dari daerah itu sendiri.
  2. Etiket berhubungan dengan tata cara perbuata yang harus dilakukan oleh manusia.

Contoh: Ketika kamu hendak menyerahkan suatu barang kepada orang lain, kamu harus memberikannya dengan tangan kanan. Jika kamu menggunakan tangan kiri, maka itu dianggap tidak sopan dan melanggar etiket.

  1. Etiket memandang seseorang segi luar, artinya seseorang bisa saja selalu berpegang teguh pada etiker (berlaku sopan dan santun) namun tidak menutup kemungkinan orang itu memiliki sifat yang jahat.

Contoh :

Seseorang yang terlihat baik namun ternyata dia adalah seorang pencopet.

Seseorang seperti pejabat yang selalu terlihat baik dalam bertutur kata atau hal lainnya, namun ternyata dia seorang koruptor.

Itulah perbedaan dari “Etika” dan “Etiket”, walaupun tampak sama namun kedua kata itu sangatlah berbeda. Setelah kamu mengetahui perbedaannya, jangan sampai kamu salah dalam menggunkan kata tersebut. Semoga pembahasan ini dapat membantu kamu dan menambah wawasan yang kamu miliki. (elevenia)

Jihan Ariya
Jihan Ariya
Honestly gak gitu lincah dalam menulis sih, tapi tak apa, yang penting heppy :D

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARTIKEL LAINNYA