Perbedaan Algoritma dan Pemrograman

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
algoritma pemprograman
Daftar Topik

Algoritma dan pemrograman merupakan dua elemen yang berbeda namun menjadi satu kesatuan. Untuk mengetahui keterkaitan satu sama lain antara algoritma dan pemrograman ini, harus diketahui pula pengertian yang jelas apa itu yang dimaksud dengan algoritma dan apa itu pemrograman.

Algoritma dan pemrograman, akan selalu ditemui pada saat  seseorang akan mengerjakan suatu program, sesederhana apa pun bentuknya. Algoritma dan pemrograman menjadi bagian yang menjadi satu kesatuan. Dalam sebuah program atau ketika Kamu akan membuat sebuah program, maka di sanalah akan menggunakan algoritma.

Untuk memahami algoritma dan pemrograman, tentu saja harus memahami terlebih dahulu tentang algoritma dan memahami bagaimana sebuah program itu lahir. Secara sederhana ketika seorang programmer dihadapkan pada tuntutan pembuatan sebuah program, maka ia harus melewati tahap demi tahap atau langkah demi langkah dalam membuat sebuah program.
Pada saat itulah ia akan berhadapan dengan algoritma dan pemrogaman. Kenapa begitu ?

Karena algoritma merupakan dasar perhitungan yang akan menterjemahkan dari tujuan program menjadi bahasa yang dimengerti oleh mesin, sehingga keluar wujud sebuah program sesuai dengan yang diinginkan. Di sinilah kenapa algoritma dan pemrogaman menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Dalam membuat sebuah program tadi, seorang programmer akan berhadapan dengan pekerjaan bagaimana mendefinisikan masalah, lalu mencari jalan keluar, setelah menemukan jalan keluarga lalu bagaimana merubahnya ke dalam bentuk algoritma. Setelah menentukan algoritma, barulah ia akan mulai menulis program.

Pada saat mulai menulis program sampai selesai, belum bisa dikatakan berhasil. Karena kesalahan sedikit saja dalam menentukan algoritma, akan membuat sebuah program tidak jalan atau error.

Dengan demikian, setelah selesai menulis program dalam bentuk algoritma, maka ia harus mengujinya terlebih dahulu langkah demi langkah. Bila memang program yang telah diuji tersebut sesuai dengan yang diinginkan pada awal pembuatan, barulah ia akan mendokumentasikannya. Algoritma dan pemrograman adalah dua sisi mata uang.

Begitulah ketika bicara masalah algoritma dan pemrograman, masalah menjadi tidak sederhana. Seperti halnya sebuah program yang kelihatan paling simple dan sederhana sekalipun, merupakan sebuah pekerjaan yang rumit. Dalam mendefinisikan masalah misalnya, seorang programmer harus menentukan terlebih dahulu masalah tersebut sebelum akhirnya menentukan inputnya seperti apa dan output berupa programnya seperti apa.

Bila langkah ini telah tepat, maka ia akan bisa mencari solusi yang terbaik dalam mengatasi masalah tersebut. Dalam mencari solusi ini, seorang programmer akan membagi-bagi menjadi beberapa modul sehingga tidak terlalu rumit. Setelah masing-masing modul selesai dikerjakan, tahap akhir adalah bagaimana menggabungkan atau mensinergikan masing-masing modul tersebut sehingga terkoneksi dengan sempurna.

Pada saat mencari solusi kemudian memikirkannya menjadi sebuah output program yang diinginkan, maka seorang programmer akan berhubungan dengan pekerjaan algoritma yaitu menentukan algoritma yang sesuai sehingga menjadi efisien sesuai dengan masalah yang ada. Di sinilah mulai terlihat bagaimana korelasi algoritma dan pemrograman tersebut.

Langkah berikutnya ketika membuat program adalah bagaimana menuliskan program ke dalam bahasa pemrogaman yang sesuai dan dikuasai, kemudian disesuaikan pula dengan perangkat keras apa saja yang nantinya dipergunakan dalam aplikasi program tersebut. Hal ini sangat penting karena tanpa memperhatikan kompabilitasnya, dikhawatirkan program tersebut tidak bisa terintegrasi dengan perangkat keras lain.

Kemudian menguji program, mendokumentasikannya dan tentu saja bagaimana merawat program yang telah berhasil dibuat tersebut. Itulah bagaimana rumitnya ketika berbicara antara algoritma dan pemrograman.

Algoritma dan Pemrograman – Algoritma dalam Sebuah Pemrograman

Algoritma dalam sebuah pemrograman adalah urutan prosedur atau langkah-langkah yang telah diperhitungkan secara sistematis untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan bahasa program komputer yang telah ditentukan. Algoritma sebagai urutan langkah atau prosedur, ada awal dan akhirnya.

Bila merujuk pada pendapat Knuth, 1973 : 4, ketika menyusun algoritma dan pemrograman, ada beberapa syarat mutlak yang harus senantiasa diperhatikan oleh seorang pembuat program atau programmer. Hal pertama yang harus diperhatikan ketika seseorang membuat algoritma adalah adanya finiteness yakni semua proses dalam program yang dibuat tersebut harus adalah akhir.

Kemudian unsur kedua yang harus diperhatikan dalam membuat algoritma dan pemrogaman adalah setiap langkah dalam program yang dibuat sangat jelas atau definiteness, tidak memiliki hal-hal yang rancu yang akan mempengaruhi kesinambungan sebuah progam.
Setiap algoritma dan pemrograman harus punya output, namun tidak mutlak memiliki input. Dalam sebuah program, bahasa algoritma sebaiknya dibuat demikian sederhana namun tetap efektif sesuai dengan tujuan pembuatan program. Itulah panduan dalam menyusun algoritma dan pemrograman.

Selain harus memenuhi persyaratan atau kaidah tertentu seperti yang diungkapkan oleh Knut dalam membuat algoritma dan pemrograman, algoritma juga terdiri dari beberapa jenis tergantung pada jenis-jenis intruksi atau panduan program itu sendiri. Jenis pertama dari algoritma dalam sebuah pemrograman adalah sequence.

Jenis algoritma sequence ini berdasarkan kepada bentuk instruksinya yang dibuat secara berurutan. Namun apabila intruksi algoritma tersebut dibuat sedemikian rupa berdasarkan kepada patokan-patokan tertentu atau kriteria tertentu, maka algoritma jenis ini dinamakan algoritma selection.

Sementara apabila instruksi algoritma itu dikerjakan dengan memenuhi kondisi tertentu, maka algoritma jenis ini dikenal sebagai algoritma iteration. Dan terakhir adalah jenis algoritma concurrent. Algoritma concurrent yaitu suatu algoritma yang pada pengerjaannya menggunakan banyak instruksi yang dilakukan secara bersamaan.

Baik algoritma sequence, algoritma selection, Algoritma concurrent maupun algoritma iteration dalam pemrogaman sama pentingnya. Beberapa jenis algoritma dan pemrograman tetap menjadi satu kesatuan yang dipilih berdasarkan keperluan-keperluan atau output yang diinginkan.

Untuk lebih memperjelas algoritma dan pemrogaman, ada contoh sederhana di bawah ini. Misalnya saja kita akan membuat program untuk mencari atau menghitung luas sebuah bentuk persegi. Jadi, outputnya adalah luas sebuah bentuk persegi. Algoritma dan pemrograman untuk kasus ini ada beberapa langkah yaitu pertama adalah memasukkan panjang sisi (S), lalu luas <- S*S dan terakhir adalah menulis luas. Itulah algoritma dan pemrogaman sederhana.

Penjelasan dari langkah-langkah algoritma tersebut bisa dibuat dalam bentuk pseudo code yaitu penKamuan atau pengkodean tertentu dalam menulis sebuah algoritma. Coba perhatikan bentuk penulisan algoritma dan pemrograman lain, serta bagaimana penKamuan atau penjelasannya yang ditulis dalam bentuk pseudo code.

Misalnya saja masalah yang harus dibuat programnya adalah mencari bilangan terkecil dari beberapa bilangan. Penulisan algoritma dan pemrogaman itu adalah melalui lima langkah instruksi. Pertama, memasukkan bilangan pertama. Kedua, memasukkan bilangan kedua dan seterusnya.

Langkah ketiga adalah instruksi yang menyatakan bilangan pertama < dari bilangan kedua, maka terus ke langkah keempat. Apabila bilangan pertama tidak < dari bilangan kedua, maka kerjakan langkah 5. Langkah keempat adalah menampilkan bilangan pertama. Langkah kelima, tampilkan bilangan kedua.

Algoritma dan pemrograman dari kasus di atas bisa ditulis dengan pengkodean atau ditulis dengan menggunakan pseudo code, sehingga terlihat lebih jelas untuk memahami instruksi-instruksi algoritma dan pemrogaman tadi. Pseudo code untuk kasus di atas berdasarkan algoritama dan pemrogamannya adalah sebagai berikut : (1) Input X, (2) Input Y, (3) If X < Y then langkah 5 else langkah 4, (4) Write Y dan (5) Write X.

Bahasa Algoritma dan Pemrogaman

Telah dipahami bahwa algoritma adalah urutan prosedur atau langkah-langkah yang telah diperhitungkan secara sistematis untk menyelesaikan sebuah masalah. Sementara yang dimaksud dengan pemrograman adalah suatu instruksi yang mengarahkan atau mengatur untuk melakukan atau mengerjakan tertentu berdasarkan langkah-langkah atau prosedur (algoritma).

Untuk mewujudkan suatu langkah instruksi tersebut, agar komputer bisa menterjemahkannya sesuai dengan yang diinginkan, maka harus menggunakan bahasa yang dipahami oleh komputer.

Berbicara masalah bahasa yang dapat dimengerti oleh komputer ini, dalam teknik pemrograman dikenal dua tingkat bahasa yaitu bahasa tingkat rendah dan bahasa tingkat tinggi. Bahasa tingkat rendah adalah bahasa yang dimengerti komputer yaitu bahasa mesin dan rakitan.

Bahasa mesin dan rakitan dikatakan bahasa tingkat rendah dalam suatu bahasa pemrograman karena hanya menggunakan kode 0 dan 1 atau dikenal dengan istilah kode biner. Sedangkan bahasa yang lebih tinggi dari itu, bahasa yang menggunakan pengkodean lebih rumit. Jenis bahasa tingkat tinggi dalam pemrogaman adalah basic, pascal,turbo pascal, Java dan lainnya.

 

Jihan Ariya
Jihan Ariya
Honestly gak gitu lincah dalam menulis sih, tapi tak apa, yang penting heppy :D
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA