Peraturan Lalu Lintas yang Wajib Kamu Patuhi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
dtrr[1]
Daftar Topik

Bagi kamu yang sering memiliki aktivitas di jalan raya, sebaiknya selalu memperhatikan aturan berlalu lintas yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Hal tersebut harus kamu lakukan agar kamu tidak mendapatkan hukuman karena adanya aturan yang kamu langgar. Selain itu, kamu juga harus mematuhi aturan untuk keselamatanmu ketika sedang berlalu lintas. Berikut merupakan beberapa aturan berlalu lintas yang wajib kamu ketahui dan kamu patuhi.

Kamu Perlu Punya SIM

Setiap orang yang memiliki kendaraan dan mengendarainya, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk dapat mengemudikan kendaraan tersebut secara legal. Prosedur pembuatannya sangatlah mudah dan prosesnya juga transparan. Setiap pemohon wajib untuk memenuhi syarat yang diajukan oleh Polri seperti persyaratan usia, syarat administratif, kesehatan dan lulus tes untuk mendapatkan SIM tersebut.

Berikut ini merupakan fungsi Surat Izin Mengemudi (SIM) berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Pasal 86.

(1) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi.

(2) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai registrasi Pengemudi Kendaraan Bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap Pengemudi.

(3) Data pada registrasi Pengemudi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian.

Jangan Naikkan Motor Kamu ke Trotoar

Salah satu fasilitas yang dikhususkan bagi para pejalan kaki di jalan raya merupakan trotoar. Akan tetapi, masih banyak pengemudi kendaraan bermotor yang menaikkan kendaraan mereka ke atas trotoar. Padahal hal tersebut dapat sangat membahayakan keselamatan para pejalan kaki.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 131 dengan jelas telah mengatur tentang hak pejalan kaki di jalan raya:

  • Pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.
  • Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan.
  • Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya.

Hormati Pesepeda dan Pejalan Kaki

Jalan raya bukan hanya fasilitas yang diberikan kepada orang yang memiliki kendaraan saja. Akan tetapi, para pesepeda dan pejalan kaki juga berhak untuk menggunakan fasilitas yang diberikan penerintah tersebut. Hal ini diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 106 Ayat (2) yang mengatur:

Bagi para pengendara, harus lebih mengutamakan keselamatan para pejalan kaki. Hal ini ditujukan bukan hanya untuk pengendara kendaraan bermotor saja, tetapi juga bagi pengendara roda empat atau pun lebih. Bagi mereka yang tidak mempedulikan aturan ini akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau,denda paling banyak Rp 500.000.

Jangan Main HP saat Berkendara

Mengendarai sepeda motor sambil menelepon sangat dilarang. Hal ini dikarenakan dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan yang lain maupun diri sendiri.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 283 telah mengatur bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, akan dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Kalau Kamu Mengendarai Motor, Jangan Lupa Pakai Helm

Pemerintah memberlakukan kewajiban mengenakan helm dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pengemudi motor maupun penumpangnya. Hal ini diatur ini telah tertera dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 57 ayat 2 dan Pasal 106 ayat 8. Sanksi bagi pelanggarnya, disebutkan pada pasal 291 undang-undang yang sama, yaitu pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Jangan Lupa Lampu Isyarat Saat Berbelok

Ketika sedang mengendarai kendaraan, baik itu roda dua mau pun roda empat sebaiknya kamu jangan lupa untuk menyalakan lampu isyarat saat akan berbelok maupun berbalik arah. Hal ini dilakukan agar kendaraan yang berada di samping maupun di belakang kamu bisa waspada, sehingga kecelakaan pun dapat dihindari.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 112 ayat 1 menyebutkan, bahwa setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Jika melanggar ketentuan ini, Pasal 284 telah mencantumkan sanksinya, yaitu hukuman kurungan paling banyak satu bulan atau denda sebesar Rp 250.000,00.

Pelat Nomor Kendaraan Harus Kamu Pasang

Salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh para pengendara kendaraan bermotor roda dua atau lebih adalah memasang pelat nomor di bagian depan maupun belakang kendaraannya. Pelat nomor yang dimaksud adalah tanda nomor identitas kendaraan yang telah ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Ketentuan ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pasal 68 ayat 1, yang berbunyi: “Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.”

Dalam undang-undang tersebut juga disiapkan pula sanksi bagi pelanggarnya yang tertera pada pasal 280, yaitu pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pasang Sabuk Pengaman Saat Mengendarai Mobil

Pemerintah telah mewajibkan kepada setiap pengemudi kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih serta penumpang di sampingnya agar mengenakan sabuk keselamatan. Peraturannya termaktub dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 ayat 6.

Sanksi yang dijatuhkan apabila seseorang tidak mengenakannya adalah pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Oleh karena itu, sebaiknya kita mematuhi segala aturan yang telah dibuat tersebut dengan selalu mengenakan sabuk keselamatan dan mengedepankan aspek keselamatan dalam berkendara.

Demikian pembahasan mengenai aturan berlalu lintas yang wajib kamu ketahui. Semoga bermanfaat. (elevenia)

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA