Penjelasan dan Penerapan Teori Belajar Kontruksivisme

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Jenis-jenis-belajar-768x468[1]
Daftar Topik

Teori belajar kontruksivisme merupakan salah satu teori belajar yang ada. Jika dilihat dari istilah, konstruksi berarti bersifat membangun. Makna konstruktif jika dilihat dari filsafat pendidikan akan sama dengan suatu upaya dalam membantun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme merupakan sebuah landasan berfikir atau filosofi dalam pembelajaran konsektual, yakni meyakini bawah pengetahuan dibangun oleh manusia dengan cara bertahap, sedikit demi sedikit. Hasilnya tersebut diperluas lewat konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan bulanlah sebuah kumpulan fakta-fakta, konsep atau pun kaidah yang siap diambil dan diingat. Namun manusia harus mengkonstruksi pengetahuan tersebut dan memberi makna lewat pengalaman nyata.

Ada sejumlah hal yang harus kamu ketahui tentang teori kontruktivisme. Hal-hal ini akan membuat kamu lebih paham akan teori yang satu ini. Apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini:

Penjelasan dan Penerapan Teori Belajar Kontruksivisme

Ciri-Ciri Konstruktivisme

  • Pengetahuan yang dibagung oleh siswa itu sendiri.
  • Pengetahuannya tidak bisa dipindahkan begitu saja dari guru ke murid, kecuali melalui proses keaktifan murid itu sendiri dalam menalar pengetahuan.
  • Murid akan terus aktif mengkontruksi, hal ini membuat selalu terjadinya perubahan konsep ilmiah.
  • Guru di sini hanya sekedar membantu dalam menyediakan saran dan juga situasi supaya proses konstruksi berjalan dengan lancar.
  • Struktur pembelajaran terkait dengan konsep utama pentingnya sebuah pertanyaan.

Selain itu, di teori ini pun menyebutkan bahwa yang paling penting adalah guru tidak boleh bertanya kepada murid hanya karena memberikan pengetahuan. Di sini siswa harus bisa membantun pengetahuan dalam benaknya sendiri. Seorang guru hanya bisa membantu proses ini dengan cara mengajar yang membuat informasi lebih bermakna dan relevan bagi siswa. Caranya adalah dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan maupun menerapkan sendiri ide-ide dan mengajak siswa supaya menyadari dan menggunakan strategi mereka sendiri dalam belajar. Jika diumpamakan, guru hanya menyediakan tangga untuk siswa, di mana tangga tersebut dapat digunakan oleh siswa guna mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Namun harus diusahakan siswa memanjat tangga itu sendiri.

Aplikasi dan Impikasi Dalam Pembelajaran

  • Setiap guru pasti pernah mengalami bahwa suatu materi sudah selesai dibahas sejelas-jelasnya, namun masih saja ada sebagian siswa yang belum mengerti ataupun tidak mengerti sama sekali materi yang sudah diajarkan tersebut. Ini menunjukkan bahwa seorang guru dapat mengajarkan suatu materi dengan baik kepada siswa, namun seluruh atau pun sebagian siswa justru tidak belajar sama sekali. Usaha yang keras seorang guru dalam mengajar tak selalu harus diikuti dengan hasil yang baik pada siswa. Sebab, di sini harus ada usaha keras pada siswa untuk benar-benar memahami materi yang diajarkan.
  • Dalam belajar, guru harus memfasilitasi siswanya. Dengan begitu, pengetahuan materi tersebut dibangun oleh siswa sendiri, bukan ditanamkan oleh guru. Siswa harus secara aktif mengasimilasikan dan mengakomodasi pengalam bar pada kerangka kognitifnya.
  • Supaya bisa mengajar dengan baik, para guru harus bisa memahami model-model mental yang biasanya digunakan para siswa. Hal ini dilakukan untuk lebih mengenal dunia mereka dan penalaran yang mungkin dikembangkan siswa untuk mendukung model-model tersebut.
  • Siswa harus bisa mengkonstruksi pemahaman mereka di tiap konsep materi, sehingga guru tak hanya menerangkan untuk memindahkan pengetahuan pada para siswa tapi juga bisa menciptakan situasi bagi siswa yang dapat membantu perkembangan mereka dalam membuat konstruksi-konstruksi mental yang diperlukan.
  • Kurikulum ini dirancang dengan sedemikian rupa sehingga bisa terjadi situasi yang memungkinkan para siswa dapat mengkontruksi pengetahuan dan keterampilan.
  • Latihan untuk memecahkan suatu masalah sering kali lewat belajar kelompok dengan cara menganalisis masalah di kehidupan sehari-hari.
  • Peserta didik harus selalu aktif dan bisa menemukan cara belajarnya sendiri yang sesuai dengan dirinya.
  • Di sini Guru hanya menjadi fasilitator dan juga mediator atau bahkan teman yang dapat membuat situasi belajar lebih kondusif kondusif agar terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri siswa.

Kelembihan dan Kekurangan Konstruktivisme

Kelebihan

  • Murid akan berfikir untuk menyelesaikan masalah, mendapat idea dan membuat keputusan sendiri. Hal ini karena murid akan terlibat secara langsung untuk membina pengetahuan baru.
  • Mereka akan lebih faham akan materi dan boleh mengaplikasikannya di semua situasi.
  • Tak hanya itu, murid pun dapat lebih aktif, mereka memiliki ingatan lebih lama materinya.
  • Murid pun mendapat kemahiran sosial karena di sini didorong untuk aktif dalam membina pengetahuan baru.
  • Di teori ini pun siswa sadar bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri.
  • Mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan mencari tahu sendiri jawaban dari pertanyaan tersebut.
  • Membantu para siswa untuk mengembangkan pengertian dan juga pehamanan konsep secara lengkap.
  • Teori ini dapat mendorong siswa untuk lebih berfikir mandiri dan lebih menekankan pada proses belajar bagaimana baiknya belajar itu.

Kelemahan

Kelemahan teori belajar konstruktivisme mungkin bisa dilihat dari proses belajarnya, yang mana peran guru di sini yang seharusnya sebagai pendidik kurang dimanfaatkan. Selain itu, teori ini pun membuat siswa berbeda persepsi satu dengan yang lainnya.

Itulah penjelasan singkat mengenai teori belajar konstruktivisme. Semoga menambah pengetahuan kamu. (elevenia)

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP