Pengobatan Alternatif untuk Penyakit Jantung dan Stroke

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
stroke
Daftar Topik

Dalam dunia medis, pengobatan berbagai penyakit dengan terapi ozon sebenarnya bukan hal baru. Terapi ozon, banyak digunakan sebagai pilihan pengobatan bagi penderita penyakit jantung, stroke, diabetes melitus dan lain-lain.

Di daerah Serpong, ada Ozon Medical Therapy yang menyediakan pengobatan ini. Dijelaskan Djianto Sentosa selaku Pemilik Ozon Medical Therapy, ozon bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit, karena ozon dapat memenuhi kebutuhan oksigen pada sel maupun jaringan tubuh. “Ozon juga mempunyai efek untuk meningkatkan energi tubuh melalui reaksi biokimia tertentu,” tegasnya.

Ozon terapi ini dapat dipergunakan pada orang-orang dengan penyakit kelelahan menahun, seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, stroke, ginjal dan lainnya. Terapi ini diyakini bermanfaat memperbaiki sirkulasi pembuluh darah melalui pelepasan oksigen ke jaringan tubuh dan memperbaiki agregasi darah sehingga butir-butir darah terlepas.

“Terapi ozon dapat dimanfaatkan untuk mengobati sumbatan pembuluh darah pada jantung dan pembuluh darah perifer. Juga bisa mengatasi penyakit migren, memperbaiki sirkulasi darah di kulit sehingga dapat bermanfaat untuk kecantikan dan program awet muda,” jelas Djianto.

Cara Ozon Medical Therapy Bekerja


Djianto menambahkan, Ozon Medical Therapy menggunakan sistem eboo (extracorporeal blood oxygenation and ozonation) yang pertama ada di daerah Serpong. Sistem eboo menggunakan mesin untuk memompa darah keluar dari pembuluh darah lewat alat suntik intravena dan disedot ke dalam tabung dialiser. Kemudian darah tersebut disaring dengan filter khusus supaya bebas dari zat-zat radikal bebas dan juga dari mineral, garam, dan logam berat yang berbahaya dengan menggunakan selang dan dialyser. Untuk menjaga kesterilan alat, selang dan dialyser digunakan sekali pakai.

Selanjutnya, darah yang telah disaring dan steril dimasukan kembali kedalam tubuh pasien lewat intravena pada sisi lengan yang lain. Proses pengobatan berlangsung selama 1-1,5 jam. “Perawatan dilakukan seminggu sekali sehingga hasilnya dapat langsung dirasakan pasien. Sedangkan untuk penderita stroke sebaiknya didukung dengan fisioterapi,” terangnya.

Dengan terapi ini diharapkan akan terjadi netralisasi darah sehingga peran darah akan meningkat dalam hal menangkap dan melepaskan oksigen ke dalam jaringan. Djianto mengatakan, sebanyak 89 persen penderita stroke bisa sembuh total dengan terapi ozon ini.

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP