Pengertian Serta Perbedaan Ibid Dan Opcit

Pengertian Serta Perbedaan Ibid Dan Opcit

Pengertian Serta Perbedaan Ibid Dan Opcit

Pada saat membuat suatu karya ilmiah atau skripsi kamu pasti akan mendasarkan pembahasan atau penelitian dalam skripsi kamu dengan teori-teori tertentu. Dalam hal ini, agar karya kamu tidak dianggap sebagai bentuk plagiarisme maka kamu harus mencantumkan catatan kaki. Bagi yang baru pertama kali menuliskan karya ilmiah atau skripsi tentu akan bingung dalam penulisan catatan kaki.

Selain itu catatan kaki juga dibagi menjadi beberapa jenis diantara ada ibid dan opcit. Kedua jenis catatan kaki tersebut memiliki cara penulisan serta penggunaan yang berbeda. Untuk mengetahui lebih dalam serta cara penggunaan dari masing-masing catatan kaki tersebut. Berikut ini merupakan perbedaan ibid dan opcit yang perlu kamu ketahui.

Pengertian Ibid dan Opcit

Sebelum mengetahui perbedaan keduanya, tentu kamu harus mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertian dari masing-masing jenis catatan kaki tersebut. Pengertian dari ibid berasal dari kata ibidem yang bermakna tempat yang sama. Istilah tersebut merupakan suatu penulisan catatan kaki yang sama.

Dengan kata lain, sumber yang digunakan pernah digunakan atau dikutip pada nomor catatan kaki sebelumnya. Oleh karena itu, dalam hal ini jenis catatan kaki Ibid juga terkadang disebut sebagai idem yang berarti sama dengan sebelumnya.

Sementara itu, untuk pengertian dari opcit atau biasa ditulis Op.Cit merupakan istilah lain dari opere citato. Makna dari kata tersebut adalah yang telah dikutip, dimana sumber yang dimasukkan dalam catatan kaki telah diselangi sumber lainnya dan ingin dikutip kembali.

Dengan kata lain, catatan kaki yang digunakan memiliki sumber yang sama dengan sumber sebelumnya. Akan tetapi dalam hal ini halaman penulisan sumber tersebut berbeda dan sempat diselingi oleh sumber lain yang berbeda. Berdasarkan hal ini penulisan dari catatan kaki tersebut hanya menyertakan nama penulisnya saja kemudian diikuti dengan kata opcit.

Penggunaan Ibid dan Contohnya

Karena merupakan jenis catatan kaki yang berbeda maka baik ibid maupun opcit memiliki penggunaan yang juga berbeda-beda. Adapun penggunaan ibid pada catatan kaki memiliki ketentuan yang terdiri dari sebagai berikut ini.

  1. Ibid ditulis pada catatan kaki dimana kutipan terkait merupakan sumber yang sama dengan catatan kaki sebelumnya. Akan tetapi letak catatan kaki tersebut berada di atasnya tanpa ada kutipan dari sumber lainnya.
  2. Penggunaan Ibid tidak dilakukan apabila terdapat catatan kaki dengan sumber lainnya menyelingi kutipan yang sama.
  3. Penulisan kata Ibid diikuti dengan tanda titik apabila catatan kaki yang sama berada dalam satu halaman. Dalam hal ini jika pada suatu halaman memiliki dua kutipan dengan sumber yang sama, maka catatan kaki pada kutipan kedua hanya dituliskan dengan kata Ibid.
  4. Namun jika kedua kutipan yang sama berada pada halaman selanjutnya, dalam artinya halaman sudah berbeda. Maka catatan kaki pada kutipan kedua dituliskan dengan kata Ibid dan diikuti dengan nomor halamannya.
  5. Penulisan ibid dilakukan dengan huruf kapital di awal kata. Selain itu juga diakhiri dengan tanda titik serta ditulis dengan cetak miring.

Agar dapat memahami lebih jelas mengenai penulisan ibid pada catatan kaki, kamu dapat memperhatikan contoh penggunaan ibid di bawah ini.

[1] Ferguso., “runtuhnya moral dan kemanusiaan”, Boliopress, 2011, hal. 23

[2] Ibid.

[3] Id. at 25.

Berdasarkan contoh diatas, sumber kutipan dari catatan kaki nomor 1 dan 2 adalah sama. Sementara itu, untuk catatan kaki nomor 3 juga sama namun berbeda pada halamannya.

Pengertian Serta Perbedaan Ibid Dan Opcit

Penggunaan Opcit dan Contohnya

Sementara itu untuk ketentuan dari penulisan opcit dalam catatan kaki adalah sebagai berikut ini.

  1. Penulisan opcit pada catatan kaki dilakukan jika sumber dari kutipan terkait sudah disebutkan sebelumnya. Namun telah ada kutipan dari sumber lain diantara kedua kutipan yang sama tersebut.
  2. Opcit juga dilakukan jika kutipan pertama memiliki halaman berbeda dengan kutipan kedua dan berasal dari sumber yang sama.
  3. Opcit dituliskan dengan nama pengarangnya terlebih dahulu, dilanjutkan dengan kata Op.Cit serta diikuti dengan nomor halamannya.
  4. Apabila terdapat beberapa rujukan berasal dari satu pengarang, judul buku yang berbeda disertakan pada catatan kaki dan ditulis setelah nama pengarang.
  5. Opcit ditulis menggunakan huruf kapital diawal kata, diakhiri tanda titik, serta ditulis dengan cetak miring.
  6. Untuk bisa memahami lebih jelas mengenai penulisan opcit, kamu dapat memperhatikan contoh berikut ini.

[1] Diona Viola, Sistem Kekebalan Tubuh, (Yogyakarta: Sonyxpress, 2004), 66.

[2] Burhanuddin, Pengaruh Sistem Imun Tubuh Manusia, (Jakarta: Viro Bolio, 2005), 72.

[3] Viola, Op. Cit., 81.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan ibid dan opcit yang sangat penting bagi kamu. Dengan adanya pengetahuan diatas maka kamu akan dapat menuliskan karya ilmiah atau skripsi kamu dengan baik dan benar.