Pencegahan dan Penyebab Tanah Longsor

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daftar Topik

Longsor adalah bencana alam yang terjadi akibat banyak hal. Longsor merupakan peristiwa geologi dimana terjadi pergerakan masa batuan atau lempengan dengan berbagai jenis. Peristiwa ini biasanya terjadi di daerah pegunungan atau bisa juga di dataran yang relatif rendah. Penyebab utama dari longsor adalah gravitasi yang mempengaruhi sebuah gerakan tanah.

Sebelum kita bahas penyebab tanah longsor, saya berikan ciri – ciri bila akan terjadi bencana tanah longsor.

Ciri-ciri Akan Terjadi Bencana Longsor

  • Tampak retakan pada lereng saat setelah hujan
  • Tebing terlihat rapuh dan adanya kerikil yang berjatuhan
  • Muncul mata air secara tiba – tiba
  • Genangan air di musim hujan akan hilang
  • Adanya getaran sehingga pintu atau rumah terbuka
  • Pepohonan tampak miring

Penyebab Terjadinya Tanah Longsor

Penumpukan Material

Banyak cara untuk memperluas wilayah pemukiman, salah satunya adalah dengan menimbun lembah atau memong tebing. Tanah yang digunakan untuk penimbunan adalah tanah yang kering dan tidak saat hujan terjadi. Jika tanah tersebut basah karena hujan maka tanah akan retak dan permukaan tanah jadi turun.

Kelebihan Beban

Banyaknya perumahan  yang ada di sekitar lereng gunung membuat tanah tidak mampu menahan beban dari rumah – rumah tersebut, sehingga terjadi tanah longsor. Selain rumah, juga bisa karena kendaraan dengan beban berat yang sering melewati kawasan lereng gunung tersebut.Hal ini sering ditemui di kawasan lereng gunung.

Curah Hujan Tinggi

Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim panas dan hujan. Pada saat musim panas, kondisi tanah akan menjadi kering dan dari tanah kering tersebut akan membentuk pori – pori tanah yang nantinya menjadi sebuah retakan. Saat terjadi transisi dari musim panas ke musim hujan akan membuat tanah kering tersebut terisi dengan air hujan. Hal tersebut membuat terjadinya pergeseran tanah dan akhirnya terjadi erosi tanah.

Lahan Pertanian di Lereng

Di lereng gunung tentunya banyak terdapat perkebunan atau pertanian. Jika pekebunan atau pertanian tersebut tidak ditata dengan rapi, maka daerah itu bisa menjadi daerah yang berpotensi tinggi terjadi longsor. Pertanian atau perkebunan biasanya memiliki akar yang kecil, sehingga tidak akan mampu menjaga agar struktur tanah tetap kuat. Sebaiknya lahan yang ada di lereng gunung ditanami dengan pohon – pohon yang kokoh untuk menjaga struktur tanah.

Erosi

Erosi atau pengikisan tanah salah satunya terjadi karena aliran sungai yang terus mengikis tebing yang ada di sekitarnya. Hal yang menjadi penyebab terjadinya longsor adalah ketika pengikisan tebing terjadi dan ternyata tebing tersebut tidak memiliki banyak pohon maka akan terjadi longsor.

Penggundulan Hutan

Hutan berfungsi sebagai penghasil oksigen terbesar. Selain itu, hutang yang berada di lereng pegunungan atau bukit juga membantu mencegah terjadinya longsor. Akar – akar kuat yang dimiliki pohon – pohon tersebut dapat minyimpan air sehingga struktur tanah menjadi kuat. Jika pohon – pohon tersebut ditebangi atau digunduli maka tidak ada lagi yang membuat struktur tanah menjadi kuat dan akhirnya akan terjadi tanah longsor.

Banyaknya Mata Air

Daerah lereng pegunungan yang memiliki banyak sumber mata air memiliki kemungkinan besar untuk terjadinya longsor. Volume air yang terlalu tinggi akan membuat tebing atau tanah basah sehinnga tidak memiliki kekuatan untuk menahan air – air tersebut.

Tumpukan Sampah

Penumpukan sampah adalah akibat dari manusia yang tidak peduli akan lingkungannya. Sampah yang menumpuk tidak hanya akan menjadi penyebab banjir, tapi juga menyebabkan terjadinya longsor. Ketika sampah menumpuk dan menggunung di atas tanah serta tekanan dari air hujan akan membuat tanah tidak mampu menahan beban itu hingga akhirnya terjadi longsor.

Pencegahan Bencana Tanah Longsor

  • Jangan membangun rumah di bawah atau dekat tebing.
  • Hindari membuat kolam atau perkebunan di lereng gunung yang dekat dengan pemukiman warga.
  • Apabila kamu melihat retakan di tanah, maka segera tutupi dengan tanah lagi kemudian padatkan agar air hujan tidak menerobos ke celah tanah.
  • Jangan melakukan penebangan pohon sembarangan, apalagi di sekitar lereng.
  • Cari daerah untuk tinggal dengan daerah yang aman dan bukan pemukiman yang didirikan di tepi sungai.
  • Membuat saluran pembuangan air (SPA) yang bisa otomatis menjadi saluran penampungan air tanah (SPAT). Sehingga saar curah hujan sedang tinggi, saluran akan menjadi saluran air dan saat intensitas hujan rendah maka saluran akan menjadi saluran air tanah.
  • Menanami tanah dengan jenis tanaman yang keras dan ringan sehingga tanah memiliki.

Jenis Tanaman Pengendali Longsor

Pepohonan Dengan Sifat Akar Tunggang Yang Dalam Dan Akar Cabang Sedikit

  • Mahoni berdaun besar (Swietenia Macrophylla)
  • Rengas (Gluta Renghas)
  • Jati (Tectona Grandis)
  • Kesambi (Schleichera Oleosa)
  • Sono Kembang (Pterocarpus Indicus)
  • Sono Keling (Dalbergia Sissoides)

Pepohonan Dengan Sifat Akar Tunggang Yang Dalam Dan Banyak Akar Cabang

  • Pohon kemiri (Aleurites Moluccana)
  • Laban (Vitex Pubescens)
  • Dlingsem (Homalium Tomentosum)
  • Bungur (Lagerstroemia Speciosa)
  • Mindi (Melia Azedarach)
  • Johar (Cassia Siamea)
  • Lamtoro merah (Acacia Villosa)
  • Ampupu (Eucalyptus Alba)
  • Petai Cina (Leucaena Glauca)

Demikianlah penyebab sekaligus pencegahan tanah longsor yang bisa kami bagikan untuk kalian. (elevenia)

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARTIKEL LAINNYA