Macam – Macam Pencampuran Warna

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Daftar Topik

Pencampuran warna. Siapa sih yang tidak suka dengan kombinasi warna? Hampir semua orang pasti menyukai perpaduan dari suatu warna. Entah warna pada lukisan, gambar, hingga pakaian. Lalu, apa sih sebenarnya pengertian dari warna itu sendiri? Warna merupakan spektrum tertentu yang terdapat pada suatu cahaya. Pembagian warna ditentukan berdasarkan panjang gelombang cahaya. Contohnya warna biru memiliki panjang gelombang cahaya sekitar 460 nanometer. Umumnya, panjang gelombang warna yang bisa ditangkap oleh mata manusia berada pada rentang 380 sampai 780 nanometer. 

Seperti yang kita tahu, warna menjadi suatu elemen yang memiliki banyak arti dalam dunia seni. Misalnya dalam seni rupa, warna bisa berarti sebagai pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen pada permukaan benda. Selain itu, warna sendiri terdiri dari berbagai kelompok. Mulai dari warna yang familiar di mata kita hingga yang cukup asing terlihat. Yuk simak dulu penjelasan berikut terkait tabel pencampuran warna.

Tabel Pencampuran Warna

Tabel Pencampuran Warna

Sebagai seorang seniman harus mengerti terkait tabel pencampuran warna karena tabel ini merupakan suatu ilmu dasar yang dimiliki oleh seniman, khususnya pelukis. Dari sekian banyak macam warna, terkadang tidak semua industri memproduksi jenis warna tersebut dalam bentuk cat maupun wujud lainnya. Sehingga hal ini memacu kita untuk mempelajari hal ini  yang nantinya dapat bermanfaat untuk diri kita sendiri maupun orang lain. 

Berdasarkan pembagiannya, warna terdiri dari 4 macam, diantaranya yaitu:

1. Warna Primer

Warna Primer

Warna primer atau yang biasa dikenal dengan warna dasar terdiri dari 3 warna, diantaranya yaitu merah, biru, dan kuning. Nantinya, dari ketiga warna tersebut dapat digabungkan untuk mendapatkan berbagai macam warna seperti warna sekunder dan tersier yang jumlahnya mencapai ratusan.

2. Warna Netral (Universal)

Seperti yang kita tahu, warna netral atau warna dasar terdiri dari 2 warna yaitu hitam dan putih. Biasanya dalam hal ini, penggunaan warna putih dipakai untuk membuat suatu warna menjadi lebih terang sedangkan warna hitam digunakan untuk mendapatkan warna yang lebih gelap.

3. Warna Spesial

Contoh Warna Spesial

Dalam pembagian warna, juga terdapat beberapa warna yang istimewa dan unik. Contohnya seperti warna emas, perak, neon/stabilo, dan lain sebagainya. Biasanya warna ini menggunakan komposisi kimia tertentu yang hanya dapat dikerjakan oleh pabrik dengan acuan standar tertentu. Misalnya seperti warna emas dan perak, kita tidak bisa menghasilkan warna tersebut dari pencampuran warna.

4. Zat Aditif

Contoh Warna dengan Zat Aditif (Glow in The Dark)

Selain itu, terdapat beberapa warna yang hanya dapat dihasilkan dari penggunaan atau pencampuran zat aditif maupun senyawa kimia tertentu. Sebagai contoh, untuk mendapatkan warna glow in the dark harus menggunakan zat fluorescent. Selain itu, contoh lainnya adalah zat aditif metalik yang digunakan agar warna terlihat lebih berkilau dan pemakaian doff powder yang dapat membuat warna jadi tidak mengkilap. 

 

Saat melakukan pencampuran warna, ada beberapa istilah yang wajib untuk kamu ketahui. Diantaranya yaitu warna primer (merah, kuning, biru), warna sekunder (jingga, hijau, ungu), dan warna tersier (magenta, cyan, dan sebagainya). Nah, berikut penjelasan singkat tentang macam-macam pencampuran warna. Yuk, check it out!

Penjelasan macam-macam pencampuran warna

1. Pencampuran Warna Primer

Pencampuran Warna Primer

Warna primer digunakan untuk mendapatkan warna sekunder. Biasanya warna sekunder dihasilkan dari pencampuran 2 warna primer. Warna sekunder ini terdiri dari beberapa jenis, diantaranya seperti:

  • Jingga/orange: merah + kuning
  • Ungu: merah + biru
  • Hijau: biru + kuning

2. Pencampuran Warna Sekunder

Pencampuran Warna Sekunder

Untuk mendapatkan warna lainnya, juga dapat dihasilkan dari pencampuran warna sekunder. Pencampuran dari warna sekunder ini biasa disebut dengan warna tersier. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

  • Kuning orange: kuning + orange
  • Kuning kehijauan: kuning + hijau
  • Toska: biru + hijau
  • Indigo: biru + ungu
  • Hijau kekuningan: hijau + kuning

3. Pencampuran Warna Tersier

Contoh Pencampuran Warna Tersier

Selain itu, pencampuran antara warna tersier juga dapat menghasilkan warna tertentu. Biasanya warna ini dihasilkan dari pencampuran 3 warna. Beberapa diantaranya dapat dilihat dari list di bawah ini:

  • British tan: kuning+ coklat+ merah
  • Cokleat muda: coklat + putih + kuning
  • Saddle brown: coklat + kuning + merah
  • Beige/cream: putih + kuning + coklat
  • Sand: putih + coklat + hitam
  • Terracotta: jingga + coklat
  • Mustard: kuning + coklat
  • Olive: putih/ kuning + hijau + coklat

 

Selain memberikan nilai estetika, warna juga melibatkan respon psikologi dan fisiologi manusia, lho. Warna dapat menunjukkan emosi atau kesan dari suatu objek. Beberapa contoh diantaranya adalah sebagai berikut:

Arti warna dalam respon dan fisiologi manusia

1. Warna Merah

Warna Merah

Biasanya warna merah digunakan untuk menarik perhatian karena dapat memicu tingkat emosional seseorang. Sisi positif yang dimiliki warna ini adalah bersemangat, energik, dinamis, aktif, kekuatan, percaya diri, dan gigih. Namun, warna merah juga dapat melambangkan sifat agresif, kemarahan, penolakan, kompetisi, dan dominasi.

2. Warna Merah Muda/Pink

Warna merah muda memang identik dengan romantisme dan terkesan feminim. Apabila dilihat dari sisi positifnya, warna ini melambangkan cinta, kasih sayang, ketenangan fisik, kehangatan, dan simbol kelangsungan hidup manusia. Sedangkan sisi negatifnya dapat menunjukkan rasa yang membosankan dan melemahkan energi.

3. Warna Kuning

Warna Kuning

Selain merah, warna kuning juga sering digunakan untuk menarik perhatian. Warna kuning ini dapat melambangkan sifat optimisme, kepercayaan diri, antusiasme, keleluasaan, santai, spontanitas, toleran, imajinatif, kreativitas, kedermawanan, semangat yang tinggi, dan keramahan. Namun, warna kuning juga dapat menunjukkan sisi yang tidak konsisten, irasional, emosional, depresi, kecemasan, dan kerapuhan.

4. Warna Hijau

Warna Hijau

Seringkali warna hijau dikaitkan dengan alam. Dalam dunia psikologi, warna hijau digunakan untuk membantu seseorang dalam menghadapi depresi dan menyeimbangkan emosi. Sisi positif dari warna ini sendiri adalah dapat melambangkan kehidupan, ketenangan, kemudahan, empati, harmoni, pemulihan, menurunkan stress, ketabahan, kesadaran, dan kedamaian. Sedangkan sisi negatifnya menunjukkan kebosanan, stagnasi, dan keserakahan.

5. Warna Biru

Warna Biru

Bagi kamu yang suka dengan dunia bisnis, pasti tidak asing dengan penggunaan warna ini. Yap, warna biru memang sering dikaitkan dengan perbisnisan. Di bidang desain interior, penggunaan warna biru dapat memberikan kesan yang lebar, segar, dan relaksasi. Sisi positif dari warna ini adalah dapat menunjukkan kepercayaan, konsistensi, konsentrasi, profesional, dan serius. Namun di sisi lain, warna biru juga dapat melambangkan keraguan, dingin, keras kepala, tidak ramah, dan kurang empati.

Nah, itulah bahasan terkait pencampuran warna dan asosiasinya dalam kehidupan manusia. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Cara Membuat Arang Aktif dari Batok Kelapa

septirm
septirm
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA