Ragam Pakaian Adat Riau dan Filosofi Uniknya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
pakaian-tradisional-riau
Daftar Topik

Ragam Pakaian Adat Riau dan Filosofi Uniknya – Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kental dengan adat Melayu. Budaya Melayu ini dianut dengan teguh oleh masyarakat. Mulai dari kehidupan sehari-hari hingga pakaian adat yang digunakan dalam berbagai acara. Uniknya, setiap jenis pakaian adat Riau juga memiliki filosofi tersendiri. Kira-kira apa saja jenis pakaian adat Riau? Berikut ulasan selengkapnya.

1. Baju Monyet

baju-monyet

Dalam penggunaannya, baju ini biasa dipakai oleh anak laki-laki. Dari bentuknya, pakaian ini terlihat mirip dengan baju kurung teluk belanga pria dewasa. Hal lain yang membuatnya mirip ialah bentuk kerah yang bulat serta jumlah saku pada baju.

Selain itu, anak laki-laki juga mengenakan peci hitam dan sarung selulut saat memakai baju adat ini. Adapun bawahannya ialah celana panjang. Meski begitu, celana pendek juga digunakan pada modifikasi baju monyet.

2. Baju Kurung

baju-kurung

Penggunaannya yang fleksibel membuatnya cocok dipakai oleh anak perempuan yang memiliki berbagai aktifitas. Selain itu, baju kurung versi modern kini dilengkapi dengan motif bunga-bunga yang cantik. Sehingga tampak manis tidak membosankan saat digunakan oleh anak-anak. Pilihan warna yang cerah juga membuatnya tidak monoton.

Dari segi tampilan, baju kurung anak perempuan ini juga tidak jauh beda dengan baju kurung versi wanita dewasa. Yaitu baju lengan panjang sebagai atasan dan juga rok panjang sebagai bawahan. Beberapa juga ada yang mengkombinasikannya dengan kerudung.

3. Baju Cekak Musang

baju-cekak-musang-pria

 

Baju cekak musang merupakasan salah satu pakaian adat Riau yang unik. Meski punya bentuk yang berbeda, pakaian ini bisa digunakan oleh wanita maupun pria. Jenis baju ini biasa dipakai dalam acara keagamaan maupun acara formal lainnya.

Penamaan baju ini terletak dari kerah atau cekak tegap ukuran 2,5 cm yang mengelilingi bagian leher. Pada baju cekak musang ini juga terdapat kancing berjumlah minimal 3 buah.

Untuk pria, atasan baju cekak musang biasa dikombinasikan dengan celana panjang warna senada dan juga sarung sepanjang lutut. Sebagai aksesoris tambahan, masyarakat biasa menggunakan kopiah hitam atau tanjak laksamana.

baju-cekak-musang-wanita

Untuk wanita, bentuk kerah atau cekak pada bagian leher tidak jauh beda dengan baju cekak musang pria. Terdapat juga kancing sebagai pemanis di bagian dada. Panjang baju atasannya hampir menyentuh lutut.

Sedangkan untuk bawahannya digunakan rok panjang dengan warna senada. Uniknya, baju cekak musang wanita biasa dipakai dalam acara malam berinai pada upacara pernikahan.

4. Baju Kebaya Laboh

baju-kebaya-laboh

Di zaman dulu, baju kebaya laboh biasa digunakan oleh keturunan bangsawan. Hingga kini, baju ini masih terbilang mewah karena kain sutera yang dijadikan sebagai bahan dasarnya. Untuk bentuknya sendiri mirip dengan baju cekak musang. Namun bagian bawahnya dibuat sedikit melebar menyerupai bentuk labu.

Pada bagian depannya, terdapat beberapa kancing untuk pemanis. Modelnya yang unik menjadikan baju ini dapat dipakai di acara formal maupun informal. Sebagaian masyarakat juga mengkombinasikannya dengan kerudung maupun kain songket sebagai bawahan.

Baca Juga: Mengenal Cangkriman, Sastra Jawa yang Menarik Dipelajari

5. Baju Kebaya Pendek

baju-kebaya-pendek

Panjangnya yang tidak sampai lutut, menjadikan baju adat ini diberi nama kebaya pendek. Hal lain yang menarik ialah terdapat hiasan payet yang semakin mempercantik tampilan baju ini. Selain dengan rok panjang, baju ini juga biasa digunakan dengan kain songket maupun sarung.

Bahannya yang terbuat dari katun terkesan nyaman saat dipakai. Karenanya, baju ini dapat dipakai dalam berbagai acara, baik acara adat maupun sehari-hari. Dalam adat Riau, baju ini biasa dipakai saat malam barandam dalam upacara pernikahan.

6. Baju Kurung Teluk Belanga

baju-kurung-teluk-belanga

Baju adat satu ini memiliki ciri khas pada bentuk kerahnya. Kerah baju ini memiliki bentuk yang bulat disertai dengan satu kancing. Meski begitu, baju ini memiliki beberapa kesamaan dengan baju cekak musang pada pria. Salah satunya ialah jumlah saku yang terdapat pada atasan.

Selain itu, penggunaannya juga tidak jauh beda dengan baju cekak musang. Yaitu dikombinasikan dengan kopiah hitam, celana panjang serta sarung dengan panjang selutut. Yang menjadi pembeda ialah aksesori sarung dalam baju adat ini dipakai di dalam baju atasan. Sehingga tampilannya terlihat lebih santai dan tidak terlalu formal.

7. Baju Kurung Tulang Belut

baju-kurung-tulang-belut

Baju adat yang satu ini memiliki tampilan yang cukup simpel. Pada bagian badan, tidak terdapat saku. Bagian kerahnya berbentuk bulat dan dilengkapi dengan satu kancing. Pada sudut bawah baju terdapat hiasan sehingga tampilan baju ini makin cantik.

Baju ini biasa dipakai dengan rok panjang warna senada. Untuk pemakaiannya sendiri, baju ini lebih sering dipakai oleh wanita usia lanjut. Baju ini juga sangat cocok untuk dikombinasikan dengan selendang maupun kerudung.

Nilai dan Filosofi Unik Dibalik Pakaian Adat Riau

pakaian-adat-riau

Berdasarkan warna, terdapat beberapa warna dominan yang dipakai dalam baju adat Riau. Yaitu hijau lumut, kuning keemasan, hitam dan merah darah. Warna hijau lumut melambangkan kesuburan, kesetiaan dan ketaatan pada ajaran agama. Biasanya warna ini dipakai oleh kalangan bangsawan, seperti para tengku dan wan.

Lain halnya warna kuning keemasan yang bermakna otoritas dan kemegahan. Karena makna tersebut, warna ini tidak boleh digunakan sembarang orang. Sedangkan warna hitam bermakna kejujuran, kesetiaan, ketabahan dan tanggung jawab. Warna biasa digunakan oleh orang penting kerajaan. Selanjutnya, ada warna merah darah yang bermakna kepahlawanan, keberanian, serta kesetiaan pada raja maupun rakyat.

Selain makna yang terkandung dalam jenis warna, terdapat juga nilai-nilai dasar lain pada baju adat Riau. Salah satunya ialah nilai keunikan budaya Riau yang diwariskan secara turun menurun. Jenis, corak dan aksesoris pakaian adat Riau juga dapat melambangkan status sosial masyarakat. Uniknya, segala perbedaan itu dapat disatukan dengan pakaian adat ini.

Itu dia ragam pakaian adat Riau serta filosofi uniknya yang berhasil dirangkum Blog elevenia. Semoga bermanfaat.

risti.habibie
risti.habibie
Hobi nulis, rebahan, mengkhayal dan coret-coret. Pokoknya apa aja deh yang bisa ngilangin gabut~
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP