Mengenal Noken, Tas Unik dari Papua

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
noken-khas-papua
Daftar Topik

Mengenal Noken, Tas Unik dari Papua – Tanah Papua tak hanya dikenal karena penampakan alamnya yang indah. Namun juga makanan khas, budaya hingga kerajinan tangannya yang unik dan penuh warna. Salah satu kerajinan tangan yang banyak dilirik ialah noken. Noken sendiri merupakan tas khas Papua yang biasa dibawa masyarakat untuk menyimpan barang sesuai kebutuhan. Kali ini, Blog elevenia merangkum berbagai fakta unik soal kerajinan tangan ini. Berikut ulasan lengkapnya.

Noken Bukan Tas Biasa

noken-papua-2

Bagi masyarakat Papua, noken memiliki makna yang mendalam. Yakni merupakan simbol dari kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan. Noken terbuat dari beragam bahan yang murni berasal dari alam. Seperti serat kayu, tanaman anggrek, ilalang, hingga dedaunan kering. Bahan-bahan tersebut kemudian dikeringkan lalu dirajut dengan menggunakan tangan oleh para mama. Hal yang menarik ialah budaya merajut noken diajarkan secara turun-temurun. Kemahiran merajut noken bahkan dijadikan sebagai lambang kedewasaan untuk para kaum perempuan Papua. Karenanya pembuatan noken memakan waktu yang cukup panjang, yaitu mulai dari 3 minggu hingga 2-3 bulan. Tergantung dari jenis ukuran yang akan dibuat.

Dalam menggunakannya, noken biasa ditempatkan di beberapa bagian tubuh. Seperti bahu, leher, tangan, hingga dahi.  Ketua Yayasan Noken Nasional, Titus Christoforus, pada sebuah diskusi yang digelar pada bulan November 2019 menambahkan bahwa noken kerap kali diremehkan. Ia juga menambahkan ada baiknya jika budaya niken diajarkan pada generasi penerus. Ia bahkan menyebut bahwa noken juga mengajarkan kita tentang berbagi, demokrasi dan kebenaran.

Baca Juga: Mandau Terbang, Khas Suku Dayak

Noken Ada Beragam Jenis

noken-papua-4

Dari penggunaannya, noken dibagi menjadi beberapa jenis. Yang pertama bernama yatoo, noken berukuran besar dan biasa digunakan untuk membawa barang yang besar. Seperti kayu bakar, hasil panen, barang belanjaan. Menariknya, noken jenis ini digunakan sebagai alat untuk menggendong anak. Selanjutnya ada gagapagoo, biasa digunakan untuk membawa barang belanjaan ukuran sedang. Untuk yang ukuran kecil, masyarakat Papua menamainya mitutee. Noken ini biasa digunakan untuk membawa barang-barang ukuran kecil yang bersifat pribadi. Noken juga dipakai untuk keperluan religi sebagai upacara. Tak jarang, noken juga dijadikan sebagai suvenir untuk para tamu yang berkunjung.

Selain jenisnya yang beragam, pola rajutan noken juga memiliki keunikan masing-masing. Bentuk pola rajutan noken ini tergantung dari bahan dasar pembuatannya. Adapun harga noken sendiri dibanderol mulai dari 100 ribu rupiah. Kini, noken juga mulai unjuk gigi di beberapa marketplace online lokal.

Baca Juga: 5 Makanan Khas Lebaran di Indonesia

Noken Sebagai Budaya Warisan Papua

noken-khas-papua

Berkat keunikannya, noken berhasil diremikan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tanggal 4 Desember 2012. Noken masuk dalam Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding atau warisan budaya yang membutuhkan perlindungan mendesak. Uniknya, pada tanggal 4 Desember lalu, Google juga meluncurkan gambar noken sebagai ilustrasi pencariannya.

risti.habibie
risti.habibie
Hobi nulis, rebahan, mengkhayal dan coret-coret. Pokoknya apa aja deh yang bisa ngilangin gabut~
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP