Mengenal Lebih Dekat Penyakit Dispepsia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daftar Topik

Definisi Penyakit Dispepsia (Maag)

Penyakit dispepsia merupakan perasaan nyeri yang terjadi pada saluran pencernaan bagian atas seperti kerongkongan, usus atau usus dua belas jari. Di Indonesia, penyakit ini disebut dengan nama maag. Penyakit ini terdiri dari beberapa gejala seperti kembung, mual dan bersendawa secara terus menerus.

Maag bukan merupakan suatu jenis penyakit, melainkan tanda dari suatu kondisi kesehatan atau penyakit lain yang menjadi penyebabnya. Kondisi ini bisa terjadi pada semua orang seiring berjalannya waktu. Maag dapat dicegah dan dikelola dengan cara mengurangi faktor risiko yang akan kamu terima. Untuk informasi yang lebih jelasnya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter pilihan kamu.

Tanda & Gejala Penyakit Dispepsia (Maag)

Gejala umum dari maag adalah:

  • Kembung
  • Mual atau muntah
  • Perut terasa panas
  • Mudah merasa kenyang setelah makan makanan berukuran normal
  • Rasa asam di mulut Kamu
  • Sakit perut
  • Bersendawa

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan sebelumnya. Oleh karena itu, jika kamu mengkhawatirkan suatu gejala tertentu maka segeralah konsultasikan dengan dokter.

Saat yang Tepat Untuk Konsultasi Dokter Mengenai Penyakit Dispepsia (Maag)

Karena maag bisa menjadi gejala dari penyakit lain yang mendasarinya, Kamu harus menghubungi dokter Kamu jika Kamu memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Muntah parah atau ada darah dalam muntahan Kamu
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Masalah menelan
  • Sakit dada
  • Mata dan kulit berwarna kuning
  • Sulit bernafas
  • Dada terasa panas

Apabila kamu mengalami tanda-tanda atau gejala yang tertera di atas, maka sebaiknya kamu segera mengkonsultasikannya ke dokter pilihan kamu.

Peyebab Penyakit Dispepsia (Maag)

Maag dianggap sebagai gejala, bukan penyakit. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan maag adalah:

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung. Sebuah kondisi saat asam lambung mengalir naik ke kerongkongan Kamu. Asam ini bisa mengiritasi dan bahkan merusak kerongkongan Kamu.
  • Obesitas meningkatkan kesempatan Kamu untuk mengalami gangguan pencernaan.
  • Merasa stres atau kecemasan berlebihan.
  • Irritable bowel syndrome (IBS): iritasi usus, kontraksi tidak teratur dari usus besar.
  • Infeksi perut, biasanya karena helicobacter pylori.
  • Tukak lambung, yaitu luka tipis atau lubang yang muncul pada dinding perut kamu.
  • Kanker perut.

Obat-obat tertentu juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti:

  • Aspirin dan kelompok penghilang rasa sakit yang disebut NSAID (obat non-steroid anti-inflamasi)
  • Obat yang mengandung nitrat (mungkin untuk hipertensi Kamu)
  • Estrogen dan pil KB
  • Obat steroid
  • Beberapa antibiotik
  • Obat tiroid.

Hal yang Dapat Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Dispepsia (Maag)

Kebiasaan sehari-hari yang kamu lakukan dapat sangat mempengaruhi sistem pencernaanmu. Selain beberapa penyakit di atas, ada beberapa hal lainnya yang dapat meningkatkan risiko terkena maag, seperti:

  • Merokok
  • Minum alkohol
  • Makan terlalu banyak dan terlalu cepat
  • Stres dan kelelahan
  • Obat & Pengobatan

Pengobatan Penyakit Dispepsia (Maag)

Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk mengurangi gejala maag, membantu agar kamu merasa lebih baik dan untuk mengobati penyakit yang kamu alami secara mendasar. Dengan begitu, obat dan terapi yang diberikan oleh dokter akan tergantung pada kondisi kesehatan kamu sendiri.

Tes Medis Untuk Penyakit Dispepsia (Maag)

Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala, riwayat medis, dan juga dapat memeriksa perut dan dada Kamu. Dokter dapat melakukan beberapa tes untuk memahami lebih lanjut tentang kondisi Kamu serta mengetahui penyakit lain yang menyebabkan gangguan pencernaan.

  • Endoskopi: tes ini dilakukan pada pasien yang tidak menanggapi pengobatan, dengan memasukkan tabung tipis panjang dengan kamera ke dalam perut untuk mengetahui secara rinci.
  • Tes pylori H: kelompok tes yang digunakan untuk menemukan H pylori tergantung pada tingkat keparahan kamu dan faktor lainnya. Tes ini terdiri dari tes antigen tinja, tes napas dan juga tes darah.
  • Tes fungsi hati: hati merupakan organ tubuh yang memproduksi empedu (cairan pencernaan yang digunakan untuk memecah lemak). Masalah dengan hati dapat mengurangi produksi empedu dan menyebabkan gangguan pencernaan.
  • Rontgen dan USG perut dilakukan untuk memeriksa apakah ada penyumbatan di perut kamu.

Perubahan Gaya Hidup Dapat Mengatasi Penyakit Dispepsia (Maag)

Berikut gaya hidup yang dapat membantu kamu mengatasi gangguan pencernaan:

  • Makan makanan hanya dalam porsi yang sesuai.
  • Hindari makanan pedas, makanan berlemak yang dapat memicu mulas.
  • Cobalah untuk makan secara perlahan.
  • Diskusikan dengan dokter kamu untuk mengganti obat-obatan yang mengiritasi lapisan lambung, seperti NSAID dan aspirin.
  • Cobalah untuk menghentikan atau mengurangi merokok.
  • Jaga berat badan agar tetap sehat.
  • Hindari makan larut malam jika kamu mengalami gangguan pencernaan pada waktu tidur.
  • Kurangi jumlah asupan kopi, minuman ringan, dan asupan alkohol.
  • Kurangi stres dalam kehidupan sehari-hari.

Demikianlah pembahasan mengenai penyakit dyspepsia yang perlu kita ketahui. Semoga bermanfaat. (elevenia)

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARTIKEL LAINNYA