Memahami Tentang Apa Itu Wahabi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Daftar Topik

Sering sekali kita mendengar kata Wahabi. Namun apakah Anda memahami tentang apa itu wahabi? Kini rasa penasaran Anda akan terjawab di dalam artikel di bawah ini. Untuk mengetahui lebih dalam tentang Wahabi, maka Anda harus menyimak artikel ini dari awal hingga akhir.

Pengertian Wahabi


Pengertian Wahabi atau yang lebih tepatnya adalah wahabisme dan yang dalam bahasa Arab : وهابية, Wahhābiyah) atau salafi merupakan salah satu aliran reformasi keagamaan dalam Islam. Aliran Wahabi ini telah berkembang dari dakwah seorang teolog muslim yaitu Muhammad bin Abdul Wahab pada abad ke-18 yang berasal dari Najd, Arab Saudi. Kemudian gambaran dari aliran Wahabi Ini adalah sebuah aliran Islam yang ultrakonservatif, puritan atau keras.

Pendukung aliran Wahabi ini mempercayai bahwa gerakan mereka merupakan gerakan reformasi Islam untuk kembali lagi pada ajaran monoteisme murni, kembali pada ajaran Islam yang sesungguhnya yaitu yang berdasarkan hanya pada Quran dan hadis. Selain itu yang bersih dari semua ketidakmurnian seperti praktik-praktik yang dianggap oleh aliran tersebut sebagai bid’ah, syirik dan juga khurafat. Sedangkan menentang ajaran Wahabi ini menyebut bahwa Wahabi adalah gerakan sektarian menyimpang, distorsi ajaran Islam serta sekte kejj.

Sekarang wahabisme adalah salah satu aliran Islam yang mendominasi di Qatar dan Arab Saudi. Aliran ini bisa berkembang di dunia Islam melalui sekolah, pendanaan masjid dan juga program sosial. Dakwah utama yang dilakukan oleh wahabisme yaitu tauhid yakni kesatuan dan keesaan Allah.

Ibnu Abdul Wahab sudah terpengaruh dengan tulisan-tulisan yang dibuat oleh Ibnu Taymiyyah lalu mempertanyakan interpretasi Islam dengan al-quran dan hadits sebagai andalannya. Yang menjadi incarannya yaitu kemerosotan moral yang dirasakan serta kelemahan politik yang ada di semenanjung Arab. Selain itu, mereka juga mengutuk adanya penyembahan berhala, pemujaan kepada kuburan orang sholeh, pengkultusan terhadap orang-orang yang suci serta menjadikan kuburan sebagai tempat untuk beribadah.

Etimologi Wahabi


Menurut Abdul Aziz Qosim dan lainnya yang merupakan seorang penulis berkebangsaan Saudi yang memberi julukan Wahabi pertama kali kepada dakwah Ibnu Abdul Wahab yaitu kesultanan utsmaniyah. Selanjutnya bangsa Inggris mengadopsi serta menggunakannya Di daerah Timur Tengah.

Kemudian pihak Wahabi sendiri tidak suka menggunakan istilah tersebut sehingga mereka menolak penyematan nama untuk individu mereka termasuk juga menggunakan nama yang berasal dari seseorang untuk memberikan nama pada aliran mereka. Lalu pada akhirnya mereka menamakan diri mereka Salafi dan gerakannya diberi nama salafiyah.

Berkatalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz bahwa “penisbatan (wahabi) yang dilakukan tidaklah sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang sebenarnya. Seharusnya jikapun harus ada paham baru yang mana dibawakan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahab bentuk penisbatannya harusnya Muhammadiyah. Hal tersebut disebabkan sang pelaku dan pengemban dari dakwahnya ialah Muhammad dan bukan ayahnya yang bernama Abdul wahhab”.

Istilah wahabi dan juga salafi kerap dipakai secara bergantian. Namun wahabi juga telah disebut sebagai aliran orientasi tertentu didalam salafisme yang kemudian dianggap ultrakonservatif. Akan tetapi bisa disimpulkan bahwa Wahabi adalah suatu gerakan Islam Sunni yang tujuannya memurnikan ajaran Islam dari berbagai praktik dan ajaran-ajaran yang dianggap telah menyimpang seperti ilmu hitam,  syirik, bid’ah, penyembahan berhala dan juga khurafat.

Sejarah Wahabi


Adanya aliran Wahabi ini mulanya sebagai sebuah gerakan revivalis yang keberadaannya di wilayah Najd yang terpencil serta gersang. Kemudian kesultanan utsmaniyah runtuh setelah terjadi perang dunia I dan dinasti Al Saud menjadi penyokong yang paling utama dalam gerakan wahabisme ini dan akhirnya dapat menyebar hingga ke kota suci Mekkah dan kota Madinah.

Kemudian tahun 1939 setelah adanya penemuan minyak yang berada di wilayah teluk Persia, lalu kerajaan Saudi punya akses untuk memperoleh ekspor minyak sehingga membuat pendapatan mereka tumbuh pesat sampai miliaran dolar. selanjutnya uang tersebut dipakai untuk penyebaran dakwah Wahabi melalui sekolah, buku, universitas, media, masjid, pekerjaan jurnalis, beasiswa, ilmuan islam dan juga akademisi Islam. Hal itulah yang membuat aliran Wahabi mendapatkan posisi yang punya kekuatan unggul di dalam dunia Islam global.

Kritik dan Kontroversi


Aliran Wahabi ini merupakan aliran yang kontroversional sehingga membuatnya banyak mendapatkan kritikan dari muslim lainnya. Wahabisme ini pada praktiknya tumbuh sebagai paham yang keras, ketat, kaku serta tanpa kenal kompromi. Bahkan sebagian kalangan telah menilai aliran Wahabi sudah melampaui batas di dalam penetapan definisi sempit terkait dengan tauhid.

Sedangkan untuk pendukung wahabi telah dianggap terlalu mudah mengkafirkan orang yakni dengan memvonis sesama muslim dengan tuduhan sesat serta melanggar hukum Islam sehingga disebut kafir. Kesepakatan Al Saud untuk melakukan jihad guna menyebarkan ajaran yang dibawa oleh Ibn Abdullah Wahhab. Namun jihad tersebut lebih ke sebuah praktik untuk penyerbuan tradisional Najd. Sebuah perjuangan tersebut naluriah hanya untuk bertahan hidup serta bernafsu untuk bisa cari untung dibandingkan dengan motivasi agama Islam.

Nah, itulah sedikit ulasan tentang pemahaman Wahabi. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah di dalamnya dan semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk semuanya. Wallahu a’lam.

BACA JUGA!

Inilah Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA