Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya Kerajaan Samudra Pasai

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
20420-Kerajaan Samudera Pasai 1
Daftar Topik

Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia pernah terbagi menjadi beberapa wilayah kerajaan. Dimana saat itu banyak kaum bangsawan yang menjadi raja. Sampai saat ini di pelajaran sejarah masih sering membahas mengenai berbagai kerajaan yang berdiri pada masa sebelum penjajahan. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai kerajaan Samudra Pasai, mulai dari masa kejayaan hingga runtuhnya pemerintahan kerajaan tersebut.

Sejarah Kerajaan Samudra Pasai


Kerajaan yang satu ini merupakan kerajaan Islam pertama yang ada di Indonesia dan tepatnya berada di Aceh. Sehingga kerajaan Samudra Pasai pun memiliki nama lengkap Samudra Acaa Pasai. Kerajaan yang berdiri jauh sebelum belanda datang ke Indonesia ini pertama kali didirikan pada tahu 1267 M oleh Meurah Silu. Menurut catatan sejarah, pendirian kerajaan Samudra Pasai diawali dengan penaklukan kerajaan Hindu atau Buddha di Aceh oleh Laksamana Laut Nazimudin al Kamil, Nazimudin berhasil menguasai daerah yang terkenal subur dengan nama Pasai.

Di daerah yang subur itulah dia membangun Kerajaan Pasai, tepatnya di muara sungai Pasai tahun 1128. Orang yang berasal dari dinasti Fathimiah ini bermaksud menguasai jalur perdagangan di Pantai Timur Sumatera. Namun pada hikayat yang berbeda, di daerah Pasai tersebut sebelumnya telah berdiri Kerajaan Samudra yang dipimpin oleh Sultan Malik al Salih. Sedangkan Kerajaan Pasai berdiri setelahnya.

Hal yang mendasari adanya kerajaan Samudera adalah beberapa bukti yang ditemukan oleh para arkeolog, dimana terdapat makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara. Selain itu, makam yang ditemukan letaknya berdekatan dengan reruntuhan dimana pusat kerajaan Samudera berdiri. Pada area pemakaman kemudian ditemukan makam dengan nama Sultan Malik al Saleh, yang merupakan Raja Pasai pertama.

Meurah Silu merupakan nama asli dari Sultan Malik al Saleh sebelum beliau memutuskan untuk masuk Islam. Arti namanya sendiri adalah “gemerlap” untuk Silo, sedangkan Meurah adalah gelar untuk para petinggi.

Pada masanya kerajaan Samudra Pasai merupakan pusat perniagaan di daerah tersebut, sehingga sering kali menjadi objek kunjungan oleh saudagar dari negara lain, seperti Cina, Arab, Siam, Persia, dan India. Tidak hanya sebagai pusat perekonomian saja, namun arajaan Samudra Pasai juga menjadi pusat perkembangan agama Islam.

Kerajaan Samudra Pasai menurut sejarah berdiri hingga 3 abad lamanya. pada abad ke 16 kerajaan tersebut berhasil ditaklukkan oleh Mahapatih Gajah Mada, yang saat itu menjadi utusan majapahit pad tahun 1360. Keberhasilan penaklukan Kerajaan Samudra Pasai ini tidak lain karena mengalami kemunduran di beberapa tahun sebelumnya.

Masa Kejayaan Kerajaan Samudra Pasai


Kerajaan Samudra Pasai mengenal memulai masa kejayaannya saat berada di bawah pimpinan Sultan Zain Al Abidin Malik Az-zahir yang merupakan raja keenam dari silsilah kerajaan. Dimana raja tersebut memimpin kerajaan Samudra Pasai mulai tahun 1383 sampai tahun 1405. Masa pemerintahan beliau berakhir setelah wafat karena pertempuran di tangan Raja Nakur. Karena wafatnya raja keenam inilah kerajaan Samudra Pasai mulai dipimpin oleh istrinya yang bernama Sultanah Nahrasiyah yang merupakan raja perempuan pertama di kerajaan tersebut.

Seolah melanjutkan mendiang suaminya, Kerajaan Samudra Pasai masih mengalami masa kejayaan dalam berbagai bidang. Sebut saja di bidang sosial budaya, karya tulis yang dihasilkan luar biasa. Bahkan beberapa penulis pada masa itu berhasil menulis buku dalam bahasa melayu atau arab jawi yang berjudul Hikayat Raja Pasai.

Selanjutnya kondisi politik, saat itu Kerajaan Samudra Pasai dipimpin oleh sultan Malik Az Zahir yang merupakan anak dari Raja sebelumnya. Masa keemasan masih dirasakan sebab keberhasilannya mempersatukan kerajaan Peurlak dengan Kerajaan Samudra Pasai. Selain itu, kondisi ekonomi pada saat itu lebih kepada ranah perdagangan dan pelayaran. Sedangkan jika ditinjau dari letak geografisnya, Kerajaan Samudra Pasai merupakan penghubung pusat perdagangan Indonesia dengan beberapa Negara lain, seperti Cina, India dan Arab. Bukti lain dari kemakmuran ekonomi kerajaan tersebut adalah mata uang yang digunakan untuk jual beli yaitu dirham.

Runtuhnya Kerajaan Samudra Pasai


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi runtuhnya Kerajaan Samudra Pasai, diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, disebabkan oleh perselisihan antar keluarga kerajaan dalam memperebutkan jabatan. Sehingga hal ini menyebabkan perang antar saudara dan beberapa pemberontakan yang tidak bisa dihindari. Bahkan perselisihan yang terjadi menyebabkan dihadirkannya Raja Melaka sebagai peredam.

Namun sebelum itu terjadi, ternyata Kerajaan Melaka telah jatuh ke tangan Portugal pada tahun 1511. Tepat pada tahun 1521, akibat kurang kuatnya pertahanan yang dimiliki oleh Kerajaan Samudra Pasai sebab perang saudara. Kerajaan yang satu ini diserang oleh Portugal dan pada tahun inilah menjadi tahun runtuhnya Kerajaan Samudra Pasai. Namun kerajaan ini tidak hilang begitu saja, karena hingga tahun 1524 bibit kerajaan masih tersisa dan menjadi bagian dari Kesultanan Aceh.

Banyak sekali peninggalan dari Kerajaan Samudra Pasai, salah satunya adalah dirham yang terbuat dari emas murni 18 karat. Selain itu ada pula naskah surat sultan Zainal Abidin yang ditujukan untuk Kapitan Moran sebelum meninggal.

Ulasan mengenai Kerajaan Samudra Pasai di atas seakan menjadi bukti bahwa banyak sekali yang terjadi sebelum Indonesia sampai pada kemerdekaan. Selain Samudra Pasai, masih banyak kerajaan lain yang menarik untuk ditelusuri dan dikaji.

BACA JUGA!

Sejarah Singkat Tentang Peninggalan Kerajaan Banjar

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP