Mandau Terbang, Khas Suku Dayak

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Mandau Terbang dan Wanita Dayak
Daftar Topik

Mandau terbang. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan keragaman adat dan budaya. Dari sabang hingga merauke berbagai jenis suku tinggal disini dengan keunikan bahasa, budaya, kesenian hingga benda-benda pusaka khas nenek moyang masing-masing. Banyak diantaranya yang menyimpan cerita menarik dan tak jarang juga berbau mistis. Benda-benda pusaka ini pun beragam bentuknya, mulai dari keramik, candi, guci, kain, dan masih banyak lainnya.

Suku dayak

suku dayak

Satu yang paling menarik perhatian ialah senjata. Pasti kamu sering mendengar mengenai keris sebagai senjata khas pulau Jawa, kujang sebagai kekayaan budaya sunda, Badik yang merupakan kebanggaan orang-orang Bugis Makassar, hingga Rencong khas masyarakat aceh. Tapi pernahkah kamu mendengar mengenai Mandau yang menjadi senjata andalan Suku Dayak? Tulisan ini akan memberikanmu cerita menarik mengenai betapa dahsyatnya kekuatan Mandau dalam menjaga ketentraman masyarakat Suku Dayak dari gangguan luar

Senjata khas suku dayak

Mandau

Mandau merupakan senjata tradisional asli Indonesia yang berasal dari kebudayaan suku Dayak, Kalimantan. Namanya berasal dari kata Man-da-u yang konon diambil dari nama seorang pengelana yang datang ke Pulau Kalimantan berabad-abad yang lalu, dimana dialah yang mulanya membuat senjata mirip bilah pedang alias yang kita kenal sebagai Mandau ini. Mandau suku dayak ini sering juga disebut dengan Mandau Terbang, Mandau Siluman, atau Parang Maya. Hal ini lantaran kesaktian Mandau yang dapat terbang membidik sasarannya lalu menebas batang leher sasaran tersebut. Tak heran jika banyak orang luar yang ngeri-ngeri sedap dengan kesaktian Mandau ini.  

Jika kamu berkunjung ke Kalimantan terutama ke wilayah yang agak terpencil, jangan heran apabila melihat banyak orang Dayak yang mengantongi Mandau di pinggangnya. Dan tentunya kamu tidak perlu takut ataupun khawatir, karena meskipun Mandau terkenal sakti dan dapat menghilangkan nyawa, tapi orang-orang suku Dayak tidak mengeluarkan Mandau secara sembarangan apalagi jika hanya untuk menakut-nakuti ataupun karena terpancing emosi.

Karena menurut cerita dari masyarakat Dayak, Mandau jika telah dicabut dari sarungnya maka pasti akan menimbulkan pertumpahan darah yang memakan korban jiwa. Oleh karena itu Mandau hanya boleh digunakan jika berada di situasi terdesak atau dalam kondisi yang benar-benar genting sebagai alat pertahanan diri. Jika hal ini dilanggar, sanksinya bukan main lho, akan ada sanksi adat yang sangat berat untuk yang melanggar aturan ini. Karena sejatinya orang dayak juga cinta damai, dan sangat terbuka terhadap pendatang. Asalkan kita tidak mengusik wilayahnya dan menjaga tata krama, tentu mereka akan menghargai kedatangan kita sebagai orang luar.

Mandau terbang

Mandau Terbang dan Wanita Dayak

Nah, kenapa sih sampai dinamai Mandau Terbang? Apakah benar-benar terlihat terbangnya? Pasti kamu penasaran kan, yuk kita gali lagi informasinya. Tentu kamu masih ingat dengan tragedi besar yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah 20 tahun silam, dimana konflik antarsuku yang memakan ratusan korban jiwa terjadi dan cukup mengguncang bangsa kita kala itu. Konon ceritanya saat konflik ini terjadi, Mandau Terbang ini banyak banget bahkan sampai membuat polisi tidak berkutik. Ya, memang tidak kelihatan terbangnya karena memang tidak bisa dilihat dengan kasat mata.

Mandau ini hanya dapat diterbangkan oleh kepala suku yang memiliki kekuatan dan kesaktian yang tinggi, karena tanggung jawabnya yang besar untuk melindungi keluarganya alias Suku Dayak itu sendiri. Awalnya dilakukan ritual dengan tujuan agar Mandau dapat mencari sasaran yang sudah ditentukan supaya tidak salah bidik. Ada juga yang menyebutkan bahwa mandau ini diterbangkan oleh Pangkalima Burung dari jarak jauh. Jadi ritual ditujukan untuk memanggil Pangkalima tersebut.

Buat yang belum tahu, Pangkalima Burung merupakan tokoh mitos yang dipercaya sebagai pemersatu dan pelindung Suku Dayak yang tinggal di wilayah gaib pedalaman Kalimantan dan memantau seluruh kehidupan Suku Dayak di Kalimantan. Sasaran ini dicari berdasarkan bau darahnya. Nah, apabila sudah di dapat pasti akan langsung ke “lock” dan ditebas lehernya sampai putus. Versi lain ada pula yang menyebutkan bahwa Mandau ini diterbangkan oleh ribuan jin. Mungkin semua versi ini benar, dan tergantung dengan ritual yang dilakukan, tapi intinya sama, yaitu untuk nge-lock posisi sasaran. 

Cerita rakyat

Tapi cerita yang berbeda juga kita dapat dari golongan Dayak Islam. Mereka menyebutnya dengan nama Parang Maya Ruh Idafi. Ilmunya sama kayak Mandau Terbang, yaitu ilmu yang dapat dipakai dari jarak jauh dan bisa juga untuk perang menghabiskan nyawa 1 kampung. Kode etiknya pun sama, tidak boleh ditujukan untuk sembarang orang, hanya kepada orang-orang jahat yang bertujuan merusak ketentraman. Ilmu ini berhubungan dengan ruh, sehingga yang mengamalkan harus memiliki ketajaman hati dan konsentrasi yang tinggi. Prakteknya juga membutuhkan ritual, yaitu dengan membacakan mantra-mantra untuk memanggil ruh tersebut.

Ketika ruh nya sudah datang, maka Mandau ditancapkan ke jantung ruh tersebut, dan orang yang namanya disebut dalam mantra jantungnya akan putus dan terdapat bekas biru di badannya. Tak peduli orang itu ada dimana. Ini mirip dengan ilmu pegangan masyarakat melayu Kalimantan alias orang Kutai atau Banjar. Ada sumber yang mengatakan bahwa di Kutai ada orang yang nyobain ilmu itu ke pohon pisang cuma pakai telunjuk. Alhasil pisangnya gak kebelah, tapi pas pisangnya dibuka daging pisangnya terbelah. Ih serem, dapat dibayangkan jika terjadi ke manusia, luarnya gak apa-apa, tapi dalamnya rusak parah.

Sekian ya, cerita Mandau Terbang. Memang serem banget, dan boleh percaya boleh tidak. Karena walau bagaimanapun tetap kekuatan terbesar itu milik Tuhan Yang Maha Esa, dan orang-orang dayak itu juga baik-baik banget. Jadi jangan sampai salah paham ya dengan tulisan ini. Pokoknya tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena Indonesia indah karena banyaknya perbedaan, agar kita saling menjaga, memahami, dan tentunya menghargai sesama.

Baca juga:

7 Daftar Drama Jepang Terbaik Tahun 2021

septirm
septirm
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP