Makna dari Bacaan Labbaik Allahumma Labbaik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daftar Topik

Ketika haji dan umrah, ada bacaan khusus yang bisa membuat siapa saja ketika mendengar nya merinding. Secara umum orang menyebut bacaan tersebut sebagai bacaan talbiyah yang berbunyi labbaik allahumma labbaik. Bacaan talbiyah ini biasanya dibaca ketika menunaikan ibadah haji atau umroh, lebih tepatnya dibaca setelah mengambil Miqat dan akan menuju ke Baitullah di Makkah.

Awalnya tradisi membaca talbiyah ini berasal dari tuntunan Allah kepada nabi Ibrahim. Yang mana pada waktu itu Nabi Ibrahim selesai membangun Kabah. Pada saat itu juga Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk memanggil seluruh umat agar menunaikan ibadah haji dan umroh dengan membaca kalimat talbiyah.

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai bacaan talbiyah beserta artinya simak ulasan lengkap nya berikut ini.

Bacaan Talbiyah Beserta Maknanya


لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ لَبَّيْكَ شَرِيْكَ لَكَلَبَّيْكَ. إِنَّ الْحَمْدَوَالنِّعْمَةَ لَكَ اَ لوَالْمُلْكَشَرِيْكَ لكَ

“Labbaika allohumma labbaik. Labbaika laasyariika lakalabbaika. Innalhamda. wan ni’mata lakawalmulka laasyariika laka.”

Artinya:

“Ya Allah dengan panggilan-Mu Aku datang. Dengan panggilan-Mu Aku ya Allah. Ya Allah dengan panggilan-Mu Aku datang, karena tidak ada sekutu bagi-Mu. Ya Allah dengan panggilan-Mu Aku datang, karena sesungguhnya segala puji dan nikmat hanya Milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.

Hukum Ucapan Talbiyah yang Perlu Diketahui


Bacaan talbiyah tersebut sudah disepakati oleh para ulama dan sudah ada tuntunannya. Bacaan talbiyah ini juga termasuk menjadi salah satu bagian dari syiar haji dan umrah. Sedangkan, apa hukum ucapan talbiyah? Mayoritas ulama menganggap bahwa hukum membaca talbiyah yaitu unnah muakkad, sehingga ketika menjalankan haji dan umrah jangan sampai ditinggalkan. Menurut Imam Ahmad semua bacaan dalam haji dan umrah adalah sunnah.

Doa Setelah Membaca Bacaan Talbiyah


The Kaaba

اللَّهُمَّ إِنِّي أُرِيدُ الحَجَّ فَيَسِّرْهُ لِي وَأَعِنِّي عَلَى أَدَاءِ فَرْضِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي، اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ أَدَاءَ فَرِيضَتَكَ فِي الحَجِّ

فَاجْعَلْنِي مِنَ اللَّذِينَ اسْتَجَابُوا لَكَ وَأَمَنُوا بِوَعْدِكَ وَاتَّبَعُوا أَمْرَكَ وَاجْعَلْنِي مِنْ وَفْدِكَ الَّذِينَ رَضِيتَ عَنْهُمْ وَارْتَضَيْتَ

وَقَبِلْتَ مِنْهُمْ اللَّهُمَّ فَيَسِّرْ لِي أَدَاءَ مَا نَوَيْتُ مِنَ الْحَجِّ اللَّهُمَّ قَدْ أَحْرُمُ لَكَ لَحْمِي وَشَعْرِي وَدَمِي وَعَصَبِي وَمُخِي وَعِظَمِي

وَحَرَمْتُ لَكَ النِّسَاءَ وَالطَّيِّبَ وَلُبْسَ الْمَخِيطِ ابْتِغَاءَ وَجْهَكَ وَالدَّارَ الْآخِرَة

 

Artinya:

 

Ya Allah berikan jalan kemudahan bagiku dan bantulah aku dalam menjalankan haji. Ya Allah hanya kepada-Mu aku meminta dan terimalah ibadah hajiku. Ya Allah aku berniat menjalankan ibadah yang kau wajibkan dalam haji. Jadikanlah aku termasuk orang-orang yang diterima. Aku percaya terhadap janji-Mu dan mengikuti perintah-Mu. Ya Allah ridhoi aku sebagai pengikut-Mu yang engkau ridhai. Ya Allah mudahkanlah aku dalam menjalankan ibadah wajib ini. Ya Allah demi Engkau aku menjalankan semua perintah-Mu untuk mengharamkan dagingku, rambutku, darahku, sarafku, otakku, tulangku, dari wanita dan wewangian dan pakaian berjahit. Aku melakukan semua perintah-Mu semata-mata hanya karena-Mu dan kehidupan akhirat.

Hukum Membaca Doa Setelah Talbiyah


Mungkin ada sebagian orang yang mempertanyakan apa hukum membaca doa setelah talbiyah. Jika dipikir secara logika, jama’ah haji atau umrah merupakan tamu Allah SWT. Sedangkan pada ulasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai makna dari bacaan talbiyah, yang intinya dalam talbiyah mengandung sambutan atas seruan Allah.

Sehingga membaca doa setelah talbiyah dibolehkan. Kesempurnaan doa dan harapan termasuk ditujukan untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam serta memohon surga kepada Allah Ta’ala. Shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam  merupakan penyempurna dari doa yang diucapkan serta menjadi perlindungan dari neraka.

Mengeraskan Bacaan Talbiyah


Antara jamaah pria dan jamaah wanita dalam menjalankan umrah atau haji memang berbeda, baik itu dalam berpakaian dan cara mengucapkan talbiyah. Untuk jamaah laki-laki disunnahkan untuk mengucapkan talbiyah dengan suara yang keras. Sedangkan untuk membaca dzikir memang lebih baik bicara dengan lirih.

Karena kondisi yang lirih untuk dzikir memang lebih baik.  Berbeda untuk jamaah wanita yang tidak dianjurkan untuk mengeraskan suara ketika membaca labbaik allahumma labbaik. Kecuali dengan suara yang terdengar hingga orang disampingnya.

Waktu Ucapan Talbiyah


Kapan waktu yang tepat untuk membaca labbaik allahumma labbaik? Waktu yang tepat untuk membaca talbiyah yaitu ketika sudah berniat ihram saat haji. Lalu kapan waktu akhir membaca talbiyah? Waktu akhir membaca talbiyah yaitu ketika akan memulai thawaf, yang mana ketentuan itu berlaku ketika menjalankan ibadah umrah. Sedangkan bacaan talbiyah untuk ibadah haji, berakhir ketika melempar jumroh aqobah di hari raya idul adha.

Makna dari bacaan labbaik allahumma labbaik merupakan salah satu ungkapan terima kasih karena sudah diberi kesempatan untuk berkunjung ke rumah Allah SWT. Ketika mendengar dan mengucapkan bacaan ini, hati terasa bergetar karena setiap orang pasti ingin berkunjung ke rumah Allah SWT.

BACA JUGA! 

Inilah Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARTIKEL LAINNYA