Apa Itu KWH Meter dan Fungsinya, Wajib Tahu!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
meteran 2
Daftar Topik

KWH meter. Penggunaan listrik dari tahun ke tahun tentu akan terus meningkat. Bertambahnya jumlah anggota keluarga di rumah dan bertambahnya alat elektronik yang kita miliki merupakan salah satu contoh kondisi yang dapat meningkatkan penggunaan listrik di rumah. Berdasarkan data dari Center for Climate and Energy Solutions, dari tahun ke tahun global carbon dioxide emissions terus mengalami kenaikan, dengan kenaikan tertinggi rata-rata sejak tahun 1990an. Menurut Center for Climate and Energy Solutions, 72% emisi rumah kaca sendiri berasal dari energi listrik yang digunakan. Emisi yang jumlahnya sudah berlebihan kemudian akan memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan, mulai dari iklim yang tidak stabil, meningkatnya suhu bumi, hingga naiknya permukaan air laut. 

Oleh karena itu, kita perlu melakukan kontrol terhadap penggunaan energi listrik, setidaknya dari rumah kita. Salah satu cara untuk mengontrol penggunaan energi listrik adalah dengan mengetahui kWh atau Kilo Watt Hour. kWh merupakan satuan kapasitas konsumsi daya listrik yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung berapa beban listrik yang kita keluarkan pada satu periode. Untuk lebih jelasnya, yuk baca artikel ini sampai akhir!

Apa itu kWh Meter?

kWh Meter - 1

Kilo Watt Hour merupakan sebuah alat untuk mengukur keseluruhan penggunaan energi listrik atau konsumsi energi listrik dari sebuah rumah, gedung, bahkan bisa dari sebuah ruangan saja. Besaran satuan ini dapat kita lihat dari mesin meteran listrik yang biasanya terletak di depan rumah kita. Pada mesin meteran listrik ini, pada bagian ini akan menunjukkan sebuah deret angka atau digit. Deret angka atau digit tersebut menunjukkan berapa banyak unit listrik yang telah digunakan atau dikonsumsi. Oleh karena itu, bagi yang belum beralih pada token, tagihan listrik akan sangat bergantung pada mesin meteran listrik ini. 

Alat pengukur ini pada mesin meteran listrik sendiri akan menghitung secara akumulatif. Dimana untuk menentukan besaran penggunaan listrik pada satu periode tertentu, kita perlu mengurangi data  pada bulan sebelumnya dengan data kWh Meter pada bulan ini. 

Ragam kWh Meter 

meteran 2

Pada kWh Meter sendiri memiliki berbagai macam tipe, berikut ini adalah beberapa jenis kWh Meter yang umum digunakan di Indonesia:

  • Analog

Analog merupakan jenis yang umum dan banyak digunakan di Indonesia. Cara kerja dari analog sendiri termasuk sederhana. Piringan logam non-magnetik pada analog akan bergerak sesuai dengan daya yang melewatinya, jika daya yang melewatinya tinggi makan piringan logam tersebut akan berputar lebih cepat, dan sebaliknya jika daya yang melewatinya rendah, amaka piringan logam tersebut akan berputar lebih lambat. 

Perputaran logam ini kemudian akan menentukan berapa kWh atas listrik yang telah dikonsumsi. kWh Meter analog ini akan berputar dengan mengkonsumsi energi listrik dan tidak akan tercatat pada kWh Meter itu sendiri. 

  • Digital

Digital merupakan pengganti kWh Meter analog di Indonesia. kWh Meter ini memiliki visual digital untuk menunjukkan besaran atas listrik yang dikonsumsi. Telah menggunakan latar LED, kamu dapat dengan mudah membaca berapa besar energi listrik yang kamu konsumsi pada periode tertentu. Berbeda dengan analog, kWh Meter digital akan membaca setiap kWh atas listrik yang dikonsumsi. 

  • Smart Meter

Beberapa tahun ke belakang, PLN telah mengenalkan sebuah inovasi baru pada konsumsi energi listrik di Indonesia, yaitu penggunaan token listrik. Penggunaan token listrik kini menjadi salah satu yang paling banyak digunakan masyarakat, karena konsumen dapat mengatur sendiri berapa besar konsumsi listrik yang diinginkan. Untuk menggunakan token listrik ini, kita tidak memerlukan alat ini  lagi, melainkan membutuhkan Smart Meter. 

Smart Meter atau yang umum dikenal sebagai meteran pulsa listrik memiliki tampilan yang mirip dengan kWh Meter digital, namun smart meter ini tergolong lebih baik dan canggih daripada KWh Meter digital maupun analog. Hal ini dikarenakan smart meter tidak hanya mampu membaca konsumsi listrik saja, namun juga dapat terhubung ke internet. Teknologi ini memudahkan petugas PLN untuk mengurangi mobilitas mengunjungi rumah masing-masing konsumennya. 

Cara Menghitung 

orang 4

Agar kita bijak dalam mengkonsumsi energi listrik, kita perlu sadar bagaimana cara menghitung kWh Meter yang benar, sehingga dapat memperkirakan berapa besaran pengeluaran kita untuk listrik pada periode tertentu. Dibawah ini merupakan rumus untuk menghitung daya listrik hingga KWh Meter:

Daya listrik (Watt) = Arus (Ampere) x Tegangan (Volt)

Pemakaian Daya Listrik (kWh) = Daya Listrik (Watt) x jam pemakaian (Hours)

kWh Meter - 3

Contoh:

Sebuah rumah dengan kapasitas daya 1.300 VA, menyalakan AC ½ PK dengan besaran daya listrik sebesar 400 Watt dan Lampu LED 20 Watt menyala selama 10 jam. Maka pemakaian daya listrik yang terhitung adalah:

Pemakaian Daya Listrik (kWh) = Daya listrik (Watt) x jam pemakaian

= (400 Watt + 20 Watt) x 10 jam

= 420 Watt x 10 jam

= 4.200 Watt Hours = 4,2 kWh

Maka, besar tagihan atas konsumsi listrik tersebut adalah 4.200 x Rp1.444,70 = Rp6.067,74. 

Jika angka tersebut keluar setiap hari, maka biaya konsumsi atas listrik hanya untuk AC dan lampu bisa mencapai Rp200.000 setiap bulannya. Dengan memahami cara menghitung kWh meter dan pemakaian listrik ini, kamu bisa memperkirakan biaya listrik dan bisa menjadi lebih bijak dalam menggunakan energi listrik. Yuk jaga bumi kita dengan bijak menggunakan listrik!

Baca juga:

6 Steker Listrik yang Bagus dan Awet

septirm
septirm
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP