Kuning Telur, Apakah Perlu?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Kuning Telur, Apakah Perlu
Daftar Topik

Sebuah anggapan sering muncul mengenai kuning telur. Banyak anggapan kalau kuning telur itu tidak baik untuk dikonsumsi, karena akan menyebabkan jerawat, bisul, kandungan kolesterol tinggi, dan lainnya. Apakah hal ini benar?

Telur merupakan sumber protein yang harganya relatif murah, khususnya di Indonesia. Telur ini menjadi bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terkecuali bagi anda yang vegan. Mengapa banyak anggapan ketika konsumsi telur, bagian kuning telur harus dibuang? Mari kita bahas satu per satu bagian telur, yaitu bagian putih telur dan bagian kuning telur.

Kandungan Telur

Putih telur mengandung protein dan kadar kolesterolnya 0 mg. Bagaimana dengan kuningnya? Jadi di dalam 100 gr telur ayam, atau kurang lebih sekitar 2 butir telur. Kandungannya adalah:

  • Kalori: 147 sampai 162 kalori,
  • Protein: sebesar 12,8 gr,
  • Lemak: 9,94 sampai 11,5 gr,
  • Karbohidrat: sebesar 0,7 gr.

Selain itu, telur juga mengandung zat gizi mikro yang dapat kita peroleh terutama dari kuning telur. Di dalam kuning telur terdapat:

  • Kalsium,
  • Zat besi,
  • Fosfor,
  • Zinc,
  • Magnesium,
  • Thiamine,
  • Vitamin B5,
  • Vitamin B6,
  • Vitamin B12
  • Vitamin A,
  • Vitamin D,
  • Vitamin E,
  • Vitamin K,
  • Asam lemak Omega 3,
  • Choline dan Leucine

Lalu, dimana permasalahannya? Permasalahannya adalah di putih telur yang tidak terdapat kolesterol. Sedangkan di kuning telur, kolesterolnya mencakup sekitar 185 mg atau 62% jumlah total kebutuhan harian kita. Jadi ketika kita makan 2 butir telur, itu sudah lebih dari kebutuhan harian kita.

Jenis Kolesterol pada Telur

Yang perlu anda ketahui adalah kolesterol terdiri dari kolesterol baik dan kolesterol jahat, yaitu LDL dan HDL. LDL disini adalah kolesterol jahat. Jika kadarnya berlebih dalam darah, maka bisa menyebabkan plak pada pembuluh darah. Sedangkan HDL adalah kolesterol yang baik. Ketika LDL tadi menempel pada pembuluh darah, maka HDL akan membawa LDL kembali ke dalam hati untuk diurai lagi.

Pada kuning telur memang terdapat kolesterol. Ketika kita makan, maka LDL kita akan naik, tetapi diimbangi dengan HDL kita ikut naik. Ingat, di dalam sana terdapat kadar omega-3 yang dapat meningkatkan HDL. Bagi anda yang kadar kolesterolnya normal, tidak memiliki penyakit metabolik, tidak memiliki penyakit tertentu,
maka mengkonsumsi telur dengan kuningnya itu sah-sah saja.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika anda mengalami gangguan metabolik. Contohnya anda mempunyai diabetes, kolesterol anda memang tinggi, kemudian memiliki masalah-masalah yang lain. Terutama, anda yang mempunyai alergi, misalnya. Sebaiknya anda menghindari dulu konsumsi telur. Dan harus berkonsultasi kepada dokter anda. Untuk anda yang normal, telur merupakan sumber protein dan sumber vitamin-vitamin tadi yang sudah dijelaskan dengan harga yang relatif murah.

Apakah Kuning Telur Baik?

Penyajian telur juga mempengaruhi kadar dari kalorinya. Ketika dibandingkan antara telur yang direbus dengan telur yang digoreng, tentu saja kalorinya akan tinggi yang digoreng.

Lalu, bagaimana dengan anggapan bahwa telur dapat menyebabkan bisul atau bisa menyebabkan jerawat? Dan mungkin, salah satu pemicunya adalah anda makan telur tanpa diimbangi dengan kebutuhan serat anda dalam satu hari. Akhirnya, metabolisme anda pun terganggu. Metabolisme yang terganggu menghasilkan limbah dan dibuang dalam bentuk jerawat atau bisul.

Kesimpulannya, mengkonsumsi telur pada orang normal itu tidak masalah, walaupun anda makan dengan kuningnya. Yang jadi masalah adalah pengolahannya.

William
William
Seorang penulis dan pemain kartu Tarot. Suka hilang di antara lamunan dan keanehan yang jamak.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP