Kumpulan Hadits Menuntut Ilmu Wajib Bagi Setiap Muslim

0

Pada dasarnya setiap manusia wajib menuntut ilmu hukumnya adalah wajib dengan tujuan tidak menjadi orang bodoh dan terjajah. Sedangkan faktor yang sangat mendukung bagi seseorang yang sedang belajar yaitu dengan memahami keutamaan menuntut ilmu itu sendiri. Apalagi banyak hadits menuntut ilmu yang meyakinkan lagi bahwa menuntut ilmu sangat penting bagi siapapun.

Sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yaitu

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah keharusan bagi setiap muslim”.

Kemudian syaikh bin Abdul Aziz Syaikh Hafidzahullah berkata “Setiap jiwa yang punya ketertarikan mendengarkan serta mengetahui keutamaan tentang sesuatu. Sebab dia menyangkal sesuatu yang dari sesuatu itu sendiri hanyalah sesuatu yang tak ternilai. Saat banyak keutamaan, maka akan semakin sedikit juga rasa tertariknya pada sesuatu itu. Dia hanya akan memperhatikan, senang saat diterima serta akan menjelaskan kepada setiap manusia terkait dengan keutamaan yang bisa didapatkan apabila memegang teguh tauhid ini”.

Hadits Menuntut Ilmu

Dari banyaknya hadits menuntut ilmu, kemudian banyak keutamaan dari menuntut ilmu itu sendiri. Berikut di antaranya beserta haditsnya.

1. Pahala yang Besar Bagi yang Menuntut Ilmu Agama


Menuntut ilmu juga memiliki keutamaan yaitu berupa pahala yang besar namun juga akan ditempatkan pada kedudukan yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan Allah SWT juga telah menyiapkan pahala yang begitu besar kepada hambaNya yang menuntut Ilmu agama. Sedangkan pahala terbesar yang disiapkan Allah SWT kepada hamba-Nya yang menuntut ilmu agama adalah surga yang di dalamnya penuh kenikmatan.

Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Muslim nomor 7028:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Barang siapa yang bergerak berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah SWT telah menyediakan jalan baginya menuju surga”.

Kemudian hadits tersebut dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsainin rahimahullah bahwa jalan yang untuk menuntut ilmu itu ada dua macam yaitu hissiyyah atau jalan konkret dan ma’nawiyyah atau jalan abstrak. Lalu apa maksud dari jalan konkret dan jalan abstrak?

Kemudian beliau melanjutkan penjelasannya bahwa yang dimaksud dengan jalan konkret yaitu jalan yang dipilih seseorang untuk menuju ke majelis ilmu seperti ke masjid, pengajian dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan jalan abstrak yaitu menggambarkan seseorang yang berjalan dengan pikirannya untuk merenungkan kitab Allah serta sunnah Rasulullah Saw.

Baik itu dengan mengkaji Al Qur’an maupun hadits-hadits Rasulullah Saw dan lain sebagainya. Atau mungkin juga bisa digambarkan dengan seseorang yang menelaah serta mengkaji kitab-kitab yang dibuat oleh para ulama. Hal tersebut dikarenakan para ulama tersebut sudah mengeluarkan segala usaha yang besar mengarang kitab yang bermanfaat untuk memahami kitabullah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw pernah bersabda kepada sahabatnya yaitu Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu yang diriwayatkan oleh Bukhari No 3009, 3701, 4210 dan Muslim nomor 6376 sebagai berikut:

“Demi Allah, apabila Allah SWT telah memberikan petunjuk hanya kepada satu orang saja dengan perantara kamu, maka itu jauh lebih baik daripada unta merah (yakni jenis unta yang paling bagus dan harganya paling mahal)”.

2. Tanda Kebaikan Seseorang


Rasulullah SAW juga pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani yakni:

“Belajarlah kamu semuanya dan ajarkan juga oleh kamu semua serta hormatilah guru-gurumu dan berbuat baiklah kepada orang-orang yang telah mengajarkanmu”.

Rasulullah SAW juga pernah memberitakan kepada kita semua bahwasanya orang-orang yang meminta diajari ilmu agama adalah tanda bahwa hanya Allah SWT setelah menghendaki sebuah kebaikan baginya baik itu di dunia maupun di akhirat kelak. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut:

“barangsiapa yang telah dikehendaki oleh Allah berupa kebaikan, maka Allah SWT akan membuatnya paham dalam urusan agamanya”. (HR Bukhari dan Muslim)

Kemudian Syaikh Abdurrahman As-Sya’idi rahimahullah memberikan penjelasan tentang hadits tersebut bahwa hadits itu menunjukkan representasi dari keutamaan mencari ilmu yang sangat agung. Hal tersebut tentunya adalah ilmu yang bermanfaat dan merupakan sebuah tanda dari kebahagiaan bagi seorang hamba. Selain itu juga menjadi bukti bahwa Allah SWT telah menghendaki kebaikan atas dirinya.

Sedangkan sebaliknya, hadits tersebut telah memberi isyarat bahwa ilmu yang berpaling dari ajaran agama, maka kebaikan tidak akan didapatkan dari Allah SWT kepadanya. Hal tersebut dikarenakan ia terhalang dari hal-hal yang bisa mendatangkan suatu kebaikan serta kebahagiaan untuknya.

Nah, betapa beruntungnya orang menuntut ilmu yang sudah disebutkan dalam hadits menuntut ilmu di atas. Semoga kita semua diberikan istiqomah untuk senang menuntut ilmu dan mampu mengajarkannya kepada sesama manusia. Selain itu, semoga juga ilmu yang kita pelajari selama ini bisa membawa barokah dan manfaat kepada diri sendiri dan orang lain. Semoga bermanfaat dan jangan pernah bosan untuk menuntut ilmu karena menuntut ilmu adalah wajib.

BACA JUGA!

Keutamaan Do’a Kafaratul Majlis Sebagai Do’a Penutup Acara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here