Kumpulan Hadist Shahih Bukhari dan Muslim

0

Orang yang pertama kali punya perhatian khusus untuk mengumpulkan kumpulan hadist shahih secara khusus yaitu Imam Al Bukhari atau abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhari yang diikuti oleh murid sekaligus sahabatnya yaitu imam muslim atau abu Husain muslim bin al-hajjaj An Naisaburi.

Kitab Hadist Bukhari dan Muslim


Kitab shahih Bukhari dan shahih Muslim adalah 2 kitab hadist yang tershahih lebih utama adalah shahih Bukhari. Hal tersebut dikarenakan Imam Bukhari hanya akan memasukkan hadis-hadis di dalam kitab shahihnya yang memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Perawi Hadis harus zaman dengan guru yang sudah menyampaikan hadis tersebut kepadanya
  • Informasi bahwasannya saya perawi hadits benar-benar mendengar langsung hadis tersebut dari gurunya dan juga harus valid

Sedangkan hadis dari imam muslim tidak memberikan persyaratan yang kedua dari syarat Imam Bukhari. Yang terpenting dari hadits Imam muslim ini adalah perawi dan gurunya yang sezaman dan sudah di anggap cukup. Itulah perbedaan antara hadits Bukhari dan hadits muslim yang dinilai dari keshahihan nya yang mayoritas menjadi pendapat ulama. Sedangkan ada juga ulama yang tidak sependapat demikian, seperti guru dari Al Hakim, Abu ‘Ali An Naisaburi serta beberapa ulama maghrib.

Akan tetapi bukan berarti keduanya hanya mengumpulkan hadist-hadist shahih yang terdapat di dalam kitab shahih Bukhari dan shahih Muslim saja. Bahkan buktinya, imam Bukhari dan imam muslim terkadang meriwayatkan hadits-hadits shahihnya di kitab yang lain. Misalnya seperti di dalam kitab At-Tirmidzi dan beberapa kitab lainnya yang di dalam nya terdapat hadis riwayat shahih Bukhari.

Jumlah Hadist Shahih di Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim


Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Ibnu Shalah bahwa kumpulan hadits shahih Bukhari beserta pengulangannya jumlahnya sebanyak 7275 hadits. Jika tanpa pengulangan, maka jumlah hadits shohih Bukhori sebanyak 4000 hadis. Sedangkan kumpulan Hadits shahih Muslim tanpa pengulangan jumlahnya adalah sekitar 4 ribu Hadits.

Catatan-Catatan Tentang Shahih Bukhari dan Muslim


Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Ibnu Shalah tentang hadis-hadis yang mu’allaq yang ada di dalam shahih Bukhari Muslim. Jumlah hadis tersebut sedikit dan beliau hanya mengatakan sekitar ada 14 hadits. Secara ringkasnya dari penjelasan beliau yaitu hadis mu’allaq dengan shighah jazm di dalam shahih Bukhari yaitu hadits shohih yang didapatkan dari jalan perawi yang telah disebutkan sedangkan jalan lainnya masih perlu diteliti lagi.

Selanjutnya hadits mu’allaq dengan shighah tamridh itu belum tentu shahih dan juga belum tentu tidak shahih. Sebab kadangkala terdapat hadis yang demikian itu dan hadis tersebut ternyata memang shahih, misalnya yang telah diketahui bahwa hadits tersebut memang juga diriwayatkan oleh imam muslim.

Kemudian hadits mu’allaq tersebut tidak akan dikelompokkan dengan hadis shohih musnad meskipun beliau memberi nama kitabnya dengan nama Al jami’ Al musnad Ash Shahih Al mukhtashar Fii Umuuri Rasulullah SAW.

Apabila Imam Bukhari perkata “Qaala Lanaa” atau “Qaala lii ulaanun kadzaa” atau “Zaadaniu” adapun beberapa perkataan yang semisal, maka akan dihukumi muttashil yang menjadi pendapat bagi mayoritas ulama hadits. Sedangkan Ibnu Shalah juga pernah mengatakan bahwasanya yang demikian itu adalah bentuk dari hadis mu’allaq, yang telah disebutkan oleh Imam Bukhari untuk memperkuat bukan sebagai pokoknya. Bahkan biasanya hadis tersebut juga telah didengar langsung oleh Imam Bukhari di dalam mudzakrah.

Kemudian Ibnu Shalah dalam hal ini juga telah membantah Al Hafidz Abu Ja’far bin Hamdan yang telah berkata bahwa apabila Imam Bukhari perkata “Qaala Lii Fulaanun”, maka itu artinya untuk munaawalah. Ibnu Shalah juga mengabarkan bahwa hadits shahih Bukhari Muslim sudah diterima oleh semua umat muslim dengan sepakat. Kecuali pada beberapa hadits yang dikritik oleh sebagian huffadz setelah melakukan penelitian yaitu seperti Ad Daruquthni dan lainnya. Hal tersebut dikarenakan kaum muslimin ma’shum kasih kesalahan apabila sudah saling bersepakat.

Sebab apabila sudah menilainya shahih dan sudah mewajibkan untuk beramal dengannya, agar tentu saja semua hadits tersebut hakikatnya adalah shahih dan hal tersebut merupakan pendapat yang bagus. Akan tetapi ada yang tidak sepakat dengan pendapat tersebut yaitu Muhyiddin Qn Nawawi yang mengatakan “Kesepakatan dari kaum muslimin dalam hal ini tidak bisa memastikan bahwa hadits-hadits Bukhari Muslim sudah pasti shahih”.

Sedangkan Ibnu kafir lebih condong kerjasama dengan pendapat dari Ibnu Shalah. Setelah memberikan penjelasan tersebut, kemudian Ibnu Shalah menyampaikan sebuah perkataan dari Ibnu Taimiyah yang pada intinya seperti ini “Telah di nukilkan pernyataan-pernyataan dari para ulama bahwasannya semua hadits yang telah disepakati dan sudah diterima oleh umat. Di antara para ulama yang sudah menyepakati itu adalah:

  • Al Qadhi Abdul Wahhab Al Maliki
  • Syaikh Abdul Hamid Al Asfara-ini
  • Al Qadhi Abu Thayyib Ath Thabari
  • Syaikh Abu Ishaq Asy Syairaazi Asy Syafi’i
  • Ibnu Hamid
  • Abu Ya’a Ibnul Farra’
  • Abul Khattab
  • Ibnu Az Zaghwani serta ulama Hanabilah yang seperti beliau

Selain itu Syamsul A-immah As Sarkhasi Al Hanafi juga telah berkata “Ini merupakan pendapat dari para ahli kalam yang mana dari kalangan Asy’ariyyah yaitu Ibnu Faurak dan juga Ishaq Al Asfara-ini yang merupakan pendapat ahlul hadits khusus serta mazhab salaf umum”.

Nah, kumpulan hadits shahih Bukhari dan Muslim yang sudah di jelaskan di atas memang sangat banyak. Dan keshahihannya memang sudah tidak diragukan lagi. Oleh sebab itu, jika kita menemukan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tak perlu lagi kita mengelak.

BACA JUGA! 

Tata Cara dan Pelaksanaan Sholat Sunnah Rawatib