Kontaktor Listrik: Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Fungsi Kontaktor Listrik dan Cara Kerjanya
Daftar Topik

Kontaktor Listrik – Agar tidak salah mengartikan perangkat listrik yang ada di dalam sebuah pabrik, kamu harus mengetahui beberapa jenis perangkat yang ada di dalamnya tersebut. Salah satunya adalah kontaktor listrik. Secara garis besar, kontaktor listrik merupakan perangkat elektronik yang berfungsi untuk membawa arus litrik agar bisa mengalir ke sebuah tembaga penghasil medan magnet.

Kira-kira apa lagi ya informasi tentang alat yang satu ini? Simak pembahasan lengkapnya di artikel Blog elevenia yang satu ini!

Pengertian Kontaktor Listrik

Kontaktor (Contactor / Magnetic Contactor) adalah alat listrik yang bekerja dengan induksi elektromagnetik pada sebuah kumparan tembaga (coil). Kemudian dialirkan tenaga listrik sehingga terdapat medan magnet yang menyebabkan Kontak Bantu NO (Normally Open) tertutup dan Kontak Bantu NC (Normally Close) terbuka.

Kontak pada kontaktor terdiri dari 2 jenis, yaitu kontak utama dan kontak bantu.

  • Kontak Utama : Digunakan untuk menggerakkan rangkaian daya.
  • Kontak Bantu : Digunakan untuk menggerakkan rangkaian kontrol.

Fungsi Kontaktor Listrik

Fungsi Kontaktor Listrik dan Cara KerjanyaFungsi kontaktor listrik adalah untuk menggerakkan sebuah motor tiga fasa yang ada di dalam sebuah pabrik atau industri yang memiliki tegangan ampere sangat tinggi. Dengan menggunakan kontaktor, maka motor bisa berputar atau berjalan sesuai dengan kontrol yang diberikan. Kontrol tersebut biasanya lebih dikenal dengan nama DOL (Direct On Line). Kontaktor juga merupakan perangkat elektronik yang saat ini paling banyak digunakan pada industri.

Jenis Kontaktor Listrik

Adapun jenis-jenis kontraktor dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:

Berdasarkan Kutub Kontaktor (Pole Contactor)

  • 3 Pole
  • 4 Pole

Berdasarkan Tegangan Coil Kontaktor (Coil Voltage Contatcor)

  • 24 VAC
  • 110 VAC
  • 220 VAC
  • 380 VAC
  • 24 VDC

Berdasarkan Kapasitas Ampere Kontaktor (Rated Operational Current Contactor)

  • 6 Ampere
  • 9 Ampere
  • 12 Ampere
  • 16 Ampere
  • 18 Ampere
  • 20 Ampere
  • 25 Ampere
  • 32 Ampere
  • 38 Ampere
  • 40 Ampere
  • 50 Ampere
  • 60 Ampere
  • 65 Ampere
  • 80 Ampere
  • 95 Ampere
  • 115 Ampere
  • 125 Ampere
  • 150 Ampere
  • 200 Ampere

Baca Juga: Apa Saja Kegunaan Stop Kontak? Ini Dia Jawabannya!

Cara Kerja Kontaktor Listrik

Setelah mengetahui fungsi dari penggunaan kontaktor listrik, kamu juga harus mengetahu bagaimana cara kerja dari kontaktor tersebut. Nah, prinsip kerja dari sebuah kontaktor adalah memiliki arus dan tegangan sebear 220 VAC atau DC yang sesuai dengan karakter dari coil yang akan di hubungkan. Agar arus bisa mengalir sempurna, maka harus ada coil di dalam kontaktor tersebut.

Coil hanya akan bekerja apabila terdapat arus yang masuk dan memuat magnet menarik kontak. Kontaktor akan berubah dari normally close ke normally open apabila ada arus yang melewati medan magnet. Nah, keluar masuknya arus tersbeut tentunya harus di kontrol menggunakan kontrolling sebelum adanya wiring.

Semakin besar jenis kontaktor, maka semakin keras juga bunyi yang akan di hasilkan. Jadi kamu nggak perlu kaget jika mendengar bunyi tak-tek di sebuah pabrik industri karena hal tersebut sudah biasa. Untuk mengembalikan kepada kondisi semula, maka coil yang bisa menarik tadi harus di lepas dan menjadikan kontaktor kembali ke posisi awal. Hal tersebut tentunya juga bisa dilakukan dengan menggunakan controlling program.

Bagian-Bagian Kontaktor

Fungsi Kontaktor Listrik dan Cara Kerjanya

Pada dasarnya ada beberapa komponen utama yang terdapat pada kontaktor, yaitu:
  1. Kumparan Magnet (coil) yang akan bekerja jika mendapat tegangan listrik.
  2. Kontak Utama (RST)
  3. Keluaran Kontak Utama (UVW)
  4. Kontak Bantu NO (Normally Open)
  5. Kontak Bantu NC (Normally Close)

Masalah Kontaktor dan Cara Memperbaikinya

Tidak hanya mengetahui fungsi dan bagian yang ada di dalam kontaktor, kamu juga harus mampu mengatasi permasalahan yang sering terjadi di dalamnya. Tidak jarang tentunya di dalam sebuah perusahaan mengalami kerusakan kontaktor yang membuat semua orang panik. Nah, berikut ini adalah masalah kontaktor cara memperbaikinya.

1. Kontaktor Bau Terbakar

Mencium bau gosong atau sangit karena kabel terbakar tentunya sudah bukan menjadi hal luar biasa lagi jika kamu mengetahui penyebabnya. Ya, tidak jarang bau sangit tersebut muncul dari sebuah kontaktor. Langkah yang paling baik ketika mendapati keadaan tersebut adalah dengan cek kabel bautan dan pastikan semuanya tertutup rapat.

Apabila sudah tertutup rapat, kamu bisa cek pada bagian coil. Apabila di temukan short circuit maka segera ganti dengan kontaktor baru.

2. Kontaktor Bergetar Lebih Cepat

Penyebab dari sebuah kontaktor bergetar sangat cepat biasanya adalah dari coil yang lemah. Apabila kamu mendapati sebuah coil yang rusak, sebaiknya ganti kontaktor tersebut dengan yang baru agar tidak berdampak kepada motor.

3. Kontaktor Tidak Bisa Kontak

Apabila kamu menemui kontaktor yang tidak bisa mengkontak, cek pada bagian coil menggunakan avometer. Cara cek adalah dengan menggunakan skala ohm. Apabila terdapat nilai hambatan, maka coil tersebut masih bisa digunakan. Namun apabila tidak memiliki nilai hambatan maka sudah dipastikan kontaktor tersebut sudah rusak dan perlu diganti.

Jika masih memiliki nilai hambatan namun tetap saja tidak bisa mengkontak, lepaskan daya listrik dan tunggu hingga beberapa menit. Hal tersebut bisa saja terjadi karena overheat yang di hasilkan coil. Nah, apabila sudah didinginkan namun masih saja macet, berarti kontaktor tersebut dalam keadaan rusak.

Itu dia informasi mengenai kontaktor listrik. Semoga bisa membantumu untuk mengenal dan mengatasi masalah yang ada pada kontaktor listrik.

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP