Komponen Karburator Motor dan Fungsinya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Komponen Karburator
Daftar Topik

Komponen karburator. Kendaraan bermotor memiliki setidaknya tiga komponen utama untuk menjalankan proses pembakaran. Ketiga komponen tersebut adalah udara, api, serta bahan bakar. Api didapatkan dari proses pembakaran oleh busi motor. Sedangkan untuk udara dan bahan bakar, akan didapatkan dari komponen yang disebut karburator. 

Karburator memiliki peranan yang sangat penting. Proses pencampuran udara dan bahan bakar yang didapatkan dari karburator tidak boleh sembarang. Diperlukan komposisi yang tepat untuk mendapatkan proses pembakaran yang sempurna. Oleh karena itu, kualitas serta kondisi karburator haruslah terawat dan terjaga. Untuk menjaga kondisi karburator tetap baik, kamu harus rajin membersihkan karburator motor secara rutin. Dengan demikian, performa mesin motor akan selalu terjaga.

Komponen Karburator

Karburator sendiri memiliki beberapa komponen yang ada di dalamnya. Semua komponen tersebut tentu memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, ukuran pun juga berbeda-beda, bahkan ada yang memiliki ukurang cukup mungil. Maka dari itu, kamu harus melakukan perawatan secara berkala dengan baik. Perawatan ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kamu wajib tahu terlebih dahulu komponen karburator dan fungsinya masing-masing. Untuk mengetahui komponen-komponen karburator beserta fungsinya, kamu wajib simak ulasan berikut ini.

Komponen Karburator

Karburator memiliki sebanyak 12 komponen yang saling berkaitan satu sama lain untuk menghasilkan campuran udara dan bahan bakar dengan takaran yang tepat sebelum masuk ke dalam ruang pembakaran. Berikut adalah 12 komponen karburator beserta fungsinya. 

  • Mangkok Pelampung Karburator (Float Chamber)

1. Mangkok Pelampung Karburator (Float Chamber)

Komponen yang pertama dari karburator motor adalah Mangkok Pelampung Karburator atau sering disebut sebagai Float Chamber. Mangkok Pelampung Karburator berfungsi untuk untuk menampung secara sementara bahan bakar yang berasal dari tangki bahan bakar sebelum dicampur dengan udara yang akan dimasukkan ke dalam ruang pembakaran.

  • Pelampung (Float)

2. Pelampung (Float) komponen karburator

Komponen selanjutnya adalah Pelampung. Dalam bahasa otomotif, Pelampung juga kerap dikenal dengan sebutan Floater. Pelampung memiliki fungsi yaitu untuk mengatur bahan bakar yang ada pada mangkok agar tidak melebihi takaran. Dengan adanya Pelampung ini, tidak akan terjadi kondisi karburator banjir. 

  • Jarum Pelampung / Katup Pelampung (Float Valve) 

3. Jarum Pelampung atau Katup Pelampung (Float Valve)

Komponen yang ketiga disebut sebagai Jarum Pelampung atau Float Valve. Sesuai dengan namanya, Jarum Pelampung memiliki ukuran yang cukup mungil. Walaupun mungil, Jarum Pelampung memiliki peran yang sangat penting yaitu sebagai penutup saluran suplai bahan bakar yang berasal dari tangki, apabila bahan bakar yang ada di dalam mangkok pelampung telah terisi penuh.

  • Skep / Katup Gas (Throttle Valve)

4. Skep atau Katup Gas (Throttle Valve)

Selanjutnya adalah komponen Katup Gas. Dalam istilah otomotif, Katup Gas lebih dikenal dengan sebutan Throttle Valve. Katup gas memiliki fungsi utama yaitu sebagai pengatur jumlah campuran bahan bakar dengan udara, dimana campuran ini nantinya akan diteruskan  ke dalam ruang pembakaran.

  • Per Skep / Pegas Katup Gas (Throttle Valve Spring)

5. Per Skep atau Pegas Katup Gas (Throttle Valve Spring) komponen karburator

Komponen selanjutnya adalah Pegas Katup Gas. Komponen ini terletak di bagian atas karburator motor. Tepatnya berada pada tutup pengatur katup gas. Fungsi utama dari Pegas Katup Gas adalah menjaga katup agar tetap tertutup saat tidak menarik tuas gas. Pegas Katup Gas ini juga berfungsi untuk mengembalikan posisi katup ke posisi semula saat melakukan deselerasi.

  • Pemancar Besar (Main Jet)

Main Jet atau Pemancar Besar adalah komponen karburator motor yang memiliki fungsi untuk mengontrol aliran bahan sistem pada putaran menengah dan tinggi. Semakin besar ukurannya, maka akan semakin besar pula bahan bakar yang dialirkan.

  • Pemancar Kecil / Stasioner (Slow Jet / Pilot Jet)

Sama halnya dengan Main Jet, Slow Jet juga memiliki fungsi yang sama yaitu mengontrol dan mengatur aliran bahan bakar pada sistem. Namun, perbedaannya adalah terletak pada putarannya. Jika Main Jet untuk putaran menengah dan tinggi, maka Slow Jet untuk putaran rendah dan menengah. 

  • Jarum Skep / Jarum Gas (Jet Needle)

9. Needle Jet komponen karburator

Fungsi dari komponen karburator satu ini adalah untuk mengatur jumlah campuran bahan bakar dengan udara yang masuk melalui Main Jet dengan kondisi saat motor digas dengan pembukaan katup 1/4 sampai dengan 3/4. Tak hanya itu, Jarum Gas juga memiliki peran penting terhadap besar kecilnya lubang Needle Jet. Bentuk dari komponen ini sedikit tirus, sehingga pada saat Jet Needle ditarik, maka diameter dari lubang Needle Jet akan berubah sesuai dengan katup gas yang ada.

  • Needle Jet

10. Sekrup Gas (Throttle Screw)

Nama dari komponen yang satu ini memang mirip dengan sebelumnya, namun bentuknya sedikit lebih tirus dibanding Jet Needle. Oleh karena itu, ukuran dari Needle Jet akan berubah menyesuaikan dengan bukaan dari Katup Gas. Fungsinya sendiri adalah untuk mengontrol besar kecilnya lubang yang masih berhubungan dengan bagian venturi. 

  • Sekrup Gas (Throttle Screw)

Sekrup gas atau dalam bahasa otomotif disebut sebagai Throttle Screw ini memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Komponen satu ini berfungsi untuk menyetel posisi skep sebelum digas.

  • Sekrup Udara (Air Screw)

11. Sekrup Udara (Air Screw)

Sekrup Udara atau Air Screw merupakan komponen dengan bentuk berupa sekrup. Sekrup ini dapat digunakan untuk mengatur banyak sedikitnya udara serta bahan bakar yang melewati orifice.

  • Katup Cuk (Choke Valve) 

12. Katup Cuk (Choke Valve)

Sesuai dengan namanya, komponen yang terakhir ini memiliki fungsi untuk sebagai katup. Lebih spesifiknya, fungsinya adalah untuk menutup udara luar yang masuk menuju karburator sehingga kaya akan gas dan dapat digunakan saat waktu starter.

Wah ternyata komponen karburator cukup lengkap dan memiliki peran yang sangat penting ya. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat untuk pengetahuan otomotif kamu. Terima kasih.

Baca juga:

Inilah Warna Kabel Kiprok Beserta Fungsinya

septirm
septirm
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA