Keutamaan Membaca Doa Setelah Tahiyat Akhir

Berdoa adalah bentuk pengharapan serta pengakuan kita kepada Allah, bahwa seorang hamba tidak berdaya tanpa Tuhannya. Doa dapat dipanjatkan kapanpun dan dimanapun kita berada, tidak harus seusai salat. Namun, memang ada beberapa waktu yang disebut waktu mustajab untuk berdoa. Nah salah satu waktu mustajab tersebut adalah doa setelah tahiyat akhir.

Nah, berdoa pada waktu tersebut merupakan waktu terbaik. Oleh karena itu, Rasulullah juga tidak langsung berdiri seusai melaksanakan salat, tapi beliau juga berdzikir kepada Allah. Doa setelah tahiyat akhir ini bisa dipanjatkan baik pada waktu salat fardhu maupun salat sunnah. Selain itu, berdoa setelah melaksanakan salat memiliki berbagai keutamaan loh. Kira-kira apa saja keutamaan membaca doa setelah tahiyat akhir?

Keistimewaan Membaca Doa Setelah Tasyahud Akhir


1. Terlindungi dari siksa kubur

Setelah salat dinilai sebagai waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Meskipun kita memang tidak menafikkan waktu lain itu tidak mustajab. Keutamaan berdoa setelah tahiyat akhir ini juga telah dicontohkan oleh Nabi, dimana dibuktikan dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Rasulullah bersabda yang artinya:

“Jika kalian telah berada di tahiyat akhir, maka mintalah perlindungan kalian kepada Allah dari empat hal, lalu beliau mengucapkan “Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabi jahannam, wa min ‘adzaabilqabri, wa min fitnatil mahya walmamati, wa min syarri fitnatil masihhiddajjal.”

Arti dari pada doa tersebut adalah Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dan dari fitnahnya kehidupan serta kematian, dan dari buruknya fitnah Dajjal”

2. Mendapat ampunan dari Allah

Keutamaan membaca doa setelah tahiyat akhir selanjutnya adalah mendapat ampunan dari Allah. Untuk mendukung dasar dari keutamaan yang satu ini, maka ada sebuah kisah yang dicantumkan dalam sebuah hadis. Dimana kisah ini bercerita bahwa ketika Rasulullah telah memasuki masjid, di masjid tersebut ada seorang laki-laki yang sedang salat dan berada pada posisi tahiyat akhir. Dalam posisinya itu dia berdoa “Allaahumma inni as-aluka yaa Allah, bi annakal waahidul ahadush shamad, alladzii lam yalid walam yuulad, walam yakul-lahuu kufuwan ahad, an taghfiroli dzunuubii innaka antal ghafuurun rochiimun”

Ketika Rasulullah mengetahuinya maka beliau bersabda, “sungguh Allah telah mengampuni laki-laki itu, sungguh Allah benar telah mengampuninya, sungguh Allah telah mengampuninya” (HR. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’I, dishahihkan oleh Syekh albani).

3. Dijauhkan dari kedzaliman

Berdoa juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan barang siapa yang dekat dengan Tuhannya pastilah tidak akan mudah terbujuk rayu dunia dan kedzalimannya. Selain itu, ketika diri sudah pasrah kepada Allah, maka akan terjauhkan dari perbuatan dzalim. Doa yang dianjurkan dibaca setelah tahiyat akhir adalah

اللّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إلاَّ أَنْتَ فَاغْفِرْلِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku telah mendzalimi diriku sendiri dengan kedzaliman yang sangat banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan pengampunan dari sisi-Mu serta rahmatilah aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih”

Dalam doa yang satu ini sudah jelas mengandung permohonan seorang makhluk kepada Tuhannya, dimana dia merendah diri dan meminta agar diampuni karena mungkin telah dzalim pada diri sendiri.

4. Selalu diberi petunjuk oleh Allah

Berdoa setelah tahiyat akhir memiliki keutamaan berupa selalu diberi petunjuk oleh Allah. Barang siapa yang menyerahkan hidupnya hanya pada Allah, maka hidupnya akan dibimbing menuju kebaikan. Dimana dia tidak akan pernah tersesat meski akan ada yang menyesatkan.

Petunjuk tersebut juga bisa berupa keihklasan menerima takdir yang digariskan Allah kepada setiap hambanya. Semua yang kita inginkan tidak selalu terwujud, karena Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Hukum Membaca Doa Setelah Tahiyat Akhir


Sebelumnya kita telah membahas mengenai beberapa keutamaan membaca doa setelah tahiyat akhir. Selanjutnya, sebenarnya apa sih hukum membaca doa tersebut. Apa benar diwajibkan?

Seperti yang kita tahu, doa setelah tahiyat akhir memang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Selain itu, dalam kitab Fathul Muin dijelaskan oleh Syekh Zainuddin Al-Malibari bahwa membaca doa setelah doa tahiyat akhir hukumnya adalah sunnah. Namunmakruh hukumnya jika doa tersebut dilafalkan ketika tasyahud awal kecuali jika imam memang belum berdiri dari duduknya.

Dari penjelasan di atas, tentunya sudah jelas hukumnya bahwa membaca doa setelah tahiyat akhir adalah sunnah, sedangkan shalawat termasuk dalam rukun qauli. Kemakruhan membaca doa setelah tahiyat awal menjadi batal jika imam memang belum berdiri dari posisinya.

Rasulullah telah adalah suri tauladan bagi umat manusia, karena setiap perilaku, perkataan, tindak tanduk beliau berdasarkan perintah Allah. Oleh sebab itu, mencontoh Nabi adalah hal yang disukai Allah, sehingga mari kita berusaha memperbaiki ibadah kita dan selalu meminta perlindugan kepada Allah dari segala iming-iming keduniaan. Semoga kita termasuk golongan orang baik dan diampuni agar di dunia dibimbing dan di akhirat kelak mendapat syafaat Rasulullah.

BACA JUGA!

Inilah Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil