Keutamaan dan Makna dari Bacaan Sujud Tilawah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daftar Topik

Sujud merupakan bukti bahwa setiap makhluk akan tetap terlihat lemah di hadapan Pencipta-Nya, sehingga sujud menjadi ibadah yang sangat mulia. Bahkan, kebanyakan orang yang ingin lebih dekat dengan Allah SWT lebih banyak bersujud, karena dalam bersujud seluruh anggota badan menunduk ke bawah. Ini membuktikan bahwa diri ini sangat lemah.

Ada banyak jenis sujud yang bisa dilakukan, seperti halnya sujud tilawah. Sujud tilawah merupakan sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah dalam Al Qur’an. Namun, sujud tilawah sunnah untuk dilakukan. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai keutamaan dan makna dari bacaan sujud tilawah, simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Sujud Tilawah

Sujud tilawah merupakan sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah dalam Al Qur’an tanpa diawali dengan takbir dan tanpa diakhiri dengan salam.  Sujud tilawah tidak hanya bisa dilakukan di luar sholat, bahkan di dalam sholat sujud juga bisa melakukan sujud ini. Cara melakukan sujud tilawah sangatlah mudah, karena hanya dilakukan dengan sekali sujud dengan membaca bacaan sujud tilawah.

Tata cara Melakukan Sujud Tilawah

Sujud tilawah menjadi bukti bahwa kita mengagungkan Allah sebagai Tuhan satu-satunya. Allah SWT adalah pemilik apapun yang ada di dunia ini. Meskipun sujud tilawah sunnah untuk dilakukan, tetapi ada tata caranya tersendiri untuk melakukannya. Sebagaimana berikut ini tata cara melakukan sujud tilawah:

  • Sujud tilawah bisa dimulai dengan berdiri. Selain itu, bisa juga di lakukan dengan cara duduk. Tidak ada ketentuan yang pasti mengenai hal ini, karena adanya beberapa pendapat.
  • Sujud tilawah dilakukan dengan sekali sujud saja dan diakhiri tanpa salam.
  • Pastikan sebelum melakukan sujud tilawah dalam keadaan suci dari hadast atau najis. Mengingat sujud membawa kita untuk langsung berhubungan dengan Sang Pencipta, sehingga dalam melakukan sujud tilawah sangat diperhatikan.
  • Setelah dalam keadaan suci, disarankan untuk langsung menghadap kiblat. Namun, sujud tilawah bukan termasuk rukun shalat, sehingga boleh dilakukan meskipun tidak menghadap kiblat.
  • Jika dilakukan ketika sholat berjama’ah, bentuk sujudnya sama dengan sujud dalam shalat dan makmum wajib mengikuti imam.
  • Jika sujud tilawah dilakukan di luar sholat, maka tidak perlu dimulai dengan takbiratul ihram. Namun, sunnah untuk dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan

Hukum Sujud Tilawah

Ketika mendengar atau membaca ayat sajadah, disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah. Hukum sujud tilawah sunnah sudah di sepakati oleh ijma’ para ulama. Hal ini juga dipertegas bahwasannya dulu Nabi Muhammad SAW pernah membaca ayat sajadah dalam shalat. Setelah itu beliau bersujud dan para sahabat mengikutinya bersujud hingga tidak memiliki tempat. Hukum melakukan sujud tilawah yaitu sunah dan hal ini juga sudah disepakati oleh beberapa sahabat. Diantaranya seperti Ibnu Abbas, Umar bin Khattab, dan Imran bin Hushain.

Keutamaan Sujud Tilawah

Banyak sekali keutamaan didapatkan bagi orang  yang sering menjalankan sujud tilawah ketika mendengar atau membaca ayat-ayat sajadah, salah satu keutamaan nya yaitu terbebas dar api neraka. Bahkan, Nabi Muhammad SAW sangat menyarankan untuk melakukan sujud tilawah. Hal ini sudah dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad, sebagaimana berikut ini:

Artinya:  Apabila ada anak Adam yang membaca ayat sajadah, lalu ia bersujud maka tidak akan ada satupun setan yang mendekatinya.

Dijelaskan juga dalam hadits lain mengenai diperintahkannya Nabi Adam untuk bersujud kepada-Nya. Ia bersujud, dengan begitu ia berhak untuk merasakan surga. Sedangkan saya diperintahkan untuk sujud. Namun, saya enggan untuk melakukannya. Sehingga, saya pantas untuk  mendapatkan neraka.

Setelah mengetahui keutamaan dari sujud tilawah, penting juga untuk mengetahui apa itu ayat sajadah. Ada beberapa ayat sajadah di  dalam Al-Qur’an, biasanya ayat ini ditandai dengan tanda kubah di akhir ayat tersebut.

Doa Sujud Tilawah Beserta Maknanya


  سَجَدَوَجْهِىالِلَّذِ خَلَقَهُوَصَوَّرَهُ وَشَقَّسَمْعَهُ  وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ ىلْخَالِقِينَ      

 “Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakan, membentuknya, memberi pendengaran dan penglihatan. Maha besar Allah SWT sebagai sebaik-baiknya pencipta”. (HR. Ahmad, Hakim, Abu Dawud, Tirmidzi dan nasa’i).

سُبْحَانَل ارَبِّىَأَ عْلَى

“Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi”.

Dari kedua doa tersebut bisa disimpulkan bahwa sebagai makhluk sudah seharusnya kita mengagungkan Allah sebagai Dzat yang Maha Tinggi, Maha Tinggi Nama-Nya, Maha Tinggi Sifat-Sifat-Nya dan Maha Tinggi segalanya. Selain itu, sudah sepatutnya kita sebagai makhluk untuk bersujud kepada Allah SWT yang sudah menciptakan, membentuk rupa penampilannya lalu memberi penglihatan dan pendengarannya.

Setelah mengetahui keutamaan dan maknda dari bacaan sujud tilawah, sudah sepatutnya kita mengamalkan nya setiap mendengar ayat-ayat sajadah. Sebenarnya masih banyak keutamaan yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan sujud tilawah.

BACA JUGA!

Inilah Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARTIKEL LAINNYA