Keuntungan Bertani Dengan Sistem Tumpang Sari

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Daftar Topik

Banyak sekali sistem bertani yang bisa digunakan. Namun, kebanyakan petani lebih banyak kini menggunakan sistem Tumpang Sari. Sistem bertani Tumpang Sari lebih dikenal dengan Polykultur. Padahal dalam Polykultur ini terdapat 3 jenis pola tanam, salah satunya yaitu Tumpang Sari. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari bertani dengan sistem tumpang sari, sehingga tak heran jika banyak petani yang menggunakan sistem ini.

Nah, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai keuntungan sistem Tumpang Sari, jenis pola tanam Polykultural dan lain sebagainya. Langsung saja simak ulasannya berikut.

Sistem Tumpang Sari Bukanlah Hal Asing

Bertani dengan sistem Tumpang Sari Bukanlah hal yang asing. Sistem bertani Tumpang Sari sudah ada sejak zaman dahulu. Hal ini terbukti bahwa dulu nenek moyang kita bercocok tanam dengan berbagai jenis tanaman dalam satu area secara bersamaan.

Jika pada saat ini tanaman utama untuk sistem tumpang sari yaitu padi, jagung atau singkong. Namun, saat ini terdapat berbagai jenis tanaman yang bisa ditanam dengan sistem ini. Seperti halnya ketika menanam sayuran, seringkali petani menanam wortel dengan sawi dalam waktu yang bersamaan dengan tempat yang sama. Selain itu, masih banyak tanaman yang bisa ditanam dengan sistem ini.

Baca Juga: MENJADIKAN POHON BUAH SEBAGAI TANAMAN HIAS DENGAN TABULAMPOT

Jenis Pola Tanam Polykultur

Bertani dengan sistem Polykultural memang sangat efektif dan lebih menguntungkan daripada pola tanam monokultur. Namun, ada juga beberapa orang yang lebih memilih bertani menggunakan sistem monokultural dengan alasan tanaman bisa lebih terjaga.

Nah, pada pola tanam Polykultural terdapat 3 jenis, salah satunya yaitu Sistem Tumpang Sari. Adapun berikut ini kejelasannya.

1. Sistem Tumpang Sari

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa bertani dengan sistem Tumpang Sari melibatkan dua jenis atau lebih tanaman pada satu area serta dalam waktu yang bersamaan. Namun, pada sistem tanam ini jenis tanaman yang dipilih yaitu tanaman semusim.

Jenis tanaman yang sering menggunakan sistem tumpang sari yaitu jagung dan kedelai atau padi dengan jagung. Selain itu, masih banyak jenis tanaman yang bisa kamu gunakan dengan sistem Tumpang Sari.

2. Sistem Tumpang Gilir

Jenis pola tanam Polykultural yang kedua yaitu sistem tumpang gilir. Maksudnya, sistem tanam ini menanam dua jenis tanaman yang dilakukan secara bergiliran atau bergantian. Dengan kata lain, tanaman yang kedua ditanam ketika tanaman pertama hampir mendekati waktu panen. Adapun keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan sistem bertani ini yaitu bisa penghematan biaya dan tenaga dalam pengolahan tanah. Pada umumnya, pengolahan tanah hanya dilakukan sekali ketika sebelum penanaman jenis tanaman pertama.

3. Sistem Tumpang Sela

Sistem tanam Polykultural yang ketiga yaitu sistem Tumpang Sela. Maksud dari sistem tanam ini yaitu menanam jenis tanaman semusim dengan tanaman tahunan. Biasanya, sistem Tumpang Sela ini lebih banyak digunakan untuk bertani di perkebunan atau tanaman kehutanan. Tanaman yang cocok menggunakan sistem tanam ini yaitu kelapa sawit, karet atau jati.

Sistem ini menanam tanaman semusim dengan tanaman tahunan masih kecil dalam waktu yang sama. Keuntungan menggunakan sistem tanam ini yaitu menghemat lahan.

Keuntungan Bertani Sistem Tumpang Sari

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat banyak keuntungan bertani dengan sistem tumpang sari.  Sehingga tak heran jika kini banyak petani yang menggunakan sistem ini. Adapun berikut ini keuntungannya:

  • Dengan menggunakan sistem bertani Tumpang Sari ini, kamu bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal dengan lahan yang sempit. Karena dengan sistem ini, kamu bisa panen berkali-kali dalam waktu yang dekat dengan jenis tanaman yang berbeda.
  • Bertani dengan sistem Tumpang Sari bisa menghemat biaya pengolahan lahan, pemupukan dan hemat tenaga serta waktu.
  • Keuntungan dari hasil jual bisa Anda dapatkan dengan lebih. Karena setiap tanaman nilai jualnya tentu saja berbeda.
  • Menekan resiko kerugian. Karena dengan sistem bertani ini, hasil jual setiap jenis tanaman saling menguntungkan.
  • Dengan menggunakan sistem tanam Tumpang sari pada tanaman perkebunan, hampir tidak membutuhkan pemupukan. Karena pupuk yang diberikan pada tanaman semusim juga bisa diserap oleh tanaman perkebunan.
  • Tanaman perkebunan tidak membutuhkan perawatan dengan menggunakan sistem Tumpang Sari. Karena dengan sistem perawatan ini kamu bisa melakukan perawatan sekaligus untuk dua jenis tanaman.

Demikian ulasan mengenai keuntungan sistem bertani tumpang sari yang bisa kamu terapkan. Selain menghemat lahan pertanian, sistem bertani seperti ini juga bisa memberikan keuntungan lain seperti panen ganda, menghemat waktu dan lain sebagainya.

Jihan Ariya
Jihan Ariya
Honestly gak gitu lincah dalam menulis sih, tapi tak apa, yang penting heppy :D
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA