4 Jenis Kerusakan Kipas Angin dan Cara Mengatasinya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Cara Menggunakan Multitester
Daftar Topik

Kerusakan kipas angin. Sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah beriklim tropis, kipas angin menjadi salah satu barang elektronik yang paling dibutuhkan. Entah bagaimana kita harus menghadapi panasnya Indonesia ini tanpa kipas angin. Dibanding AC, kipas angin memang lebih terjangkau bagi masyarakat kita yang masih didominasi kalangan menengah ke bawah. Tagihan listriknya tidak terlalu besar, dan biaya perawatannya pun bisa dibilang nol. Makanya kalau tiba-tiba kipas angin rusak, ini sudah bagaikan kiamat kecil yang bikin satu rumah uring-uringan karena kepanasan. Kabel sudah tercolok ke listrik, tombol on sudah ditekan, tapi baling-balingnya masih tidak berputar? Nah, tak banyak dari kita yang tahu bagaimana cara mengatasi hal ini.

Kerusakan kipas angin

Kalau sudah begini biasanya kita akan langsung memensiunkan kipas angin tersebut dan meletakkannya di onggokan barang tidak terpakai. Kemudian segera membeli kipas angin yang baru. Padahal kalau kita coba perbaiki, bisa jadi kipas angin tersebut masih bisa berfungsi dengan baik sehingga bisa menghemat uang untuk tidak beli yang baru. Yuk kita cari tahu, kerusakan apa saja sih yang bisa terjadi pada kipas angin.

  • Kipas angin mati total.
  • Baling-baling kipas angin hanya mampu berputar pelan.
  • Baling-baling tidak berputar padahal indikator lampu telah menyala.
  • Kipas angin berputar dengan suara berisik.

Masing-masing kerusakan tersebut dapat kita atasi dengan cara berbeda. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut, simak penjelasannya di bawah ini ya.

  • Mati total

Kipas angin (1)

Kerusakan yang satu ini disebabkan oleh putusnya aliran arus listrik ke kipas angin. Kipas angin yang mati total ditandai dengan baling-baling tidak berputar sama sekali dan seluruh indikator lampu mati meski tombol on telah ditekan. Langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah memeriksa arus listrik pada stop kontak. Caranya adalah dengan menggunakan tespen. Stop kontak yang bagus ditandai dengan salah satu lubang menyala saat ditespen dan lubang yang satunya tidak menyala. Jika saat ditespen kedua lubang tidak menyala maka dapat disimpulkan stop kontak tersebut rusak atau kabelnya putus. Cara lain adalah dengan menguji kipas angin menggunakan stop kontak yang lain.

Jika masalah bukan di stop kontak selanjutnya periksa kabel dan steker, apakah ada yang rusak atau putus. Tapi apabila kabel terlihat bagus maka gunakan multitester untuk mencari tahu kenapa arus listrik tidak masuk ke kipas angin. Pertama pastikan multitester pada posisi mengukur resistan, lalu hubungkan kedua ujung probe multitester ke kedua ujung steker kipas angin. Oh ya pastikan kipas angin tidak terhubung ke listrik ya. Jika jarum bergerak maksimal ke kanan, artinya kondisi kabel bagus, sebaliknya jika jarum pengukuran tidak bergerak berarti kabel rusak. Cek semua kabel yang mungkin dan pastikan kamu mengukur kabel yang sejalur atau sewarna. Apabila sudah ketemu kabel yang rusak, maka kamu dapat memperbaiki kabel tersebut agar tersambung lag, atau menggantinya dengan yang baru.

  • Baling-baling kipas angin hanya mampu berputar pelan

Pelumas pada poros dan bantalan

Kerusakan jenis ini dapat terjadi karena poros kipas angin kering, atau tegangan listrik kurang. Jika poros kipas angin kering maka kamu dapat atasi dengan memberi pelumas pada poros dan bantalan kipas angin. Untuk penyebab kedua yaitu tegangan listrik kamu bisa atasi dengan mengukur tegangan listrik menggunakan multitester. Normalnya tegangan listrik di rumah adalah 220 volt. Selain itu kamu juga bisa menggunakan stabilizer agar tegangan listrik di rumahmu lebih stabil.

  • Baling-baling tidak berputar padahal indikator lampu telah menyala

Cara Menggunakan Multitester

Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, yang pertama adalah poros kipas angin kering dan macet, maka pelumas adalah jalan keluarnya. Penyebab kedua adalah kapasitor rusak. Kapasitor dapat dicek dengan menggunakan alat ukur kapasitor. Jika memang rusak, maka kamu dapat mengganti kapasitornya dengan yang baru. Penyebab ketiga adalah kabel ke gulungan terputus. Maka kamu dapat memeriksa kabel menggunakan multitester seperti yang telah dijelaskan. Penyebab selanjutnya adalah gulungan rusak atau terbakar. Jika ini terjadi maka kamu perlu mengganti gulungan atau menggulung ulang alias rewinding. Penyebab terakhir adalah fuse dalam gulungan putus, untuk mengatasinya sebaiknya ganti fuse dengan yang baru. Kamu bisa saja menyambung langsung tanpa fuse, tapi pasti tidak akan bertahan lama, dan gulungan akan rusak kembali karena tidak ada fuse pengaman. 

  • Kipas angin berputar dengan suara berisik

Kipas angin yang menyala dengan berisik  disebabkan oleh kelonggaran pada baut-baut pengikat dan poros bantalan yang kering. Solusinya kamu bisa periksa satu persatu baut-baut yang ada kemudian eratkan kembali lalu beri pelumas pada bantalan poros kipas angin tersebut.

Nah, itulah dia beberapa jenis kerusakan kipas angin dan cara-cara mengatasinya. Beberapa alat mungkin tidak dapat kamu temukan dengan mudah dirumah. Jika ingin lebih simple kamu bisa membawanya ke tukang servis, dan gunakan informasi yang telah diberikan di atas sebagai pengetahuan untukmu, agar kamu lebih mudah mengerti saat tukang servis menjelaskan kerusakan yang terjadi. Sampai jumpa lagi tips-tips lainnya dan semoga bermanfaat ya.

Baca juga:

6 Steker Listrik yang Bagus dan Awet

septirm
septirm
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP