Kenali Bagian dari Kamera yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
193-kamera-5
Daftar Topik

Alat terpopuler dalam aktivitas fotografi adalah kamera. Di dalam dunia fotografi, kamera adalah alat untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Sementara itu, pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka terhadap cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran jika terkena cahaya. Kemudian, pancaran elektron tersebut diperlakukan secara elektronik.

Komponen pada Kamera


Alat fotografi ini biasanya terdiri atas kotak yang kedap cahaya (badan kamera), sistem lensa, pemantik potret (shutter), dan bagian-bagian lainnya.

Body Kamera


Badan dari alat fotografi ini merupakan ruangan yang kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang menjadi tempat satu-satunya cahaya masuk. Di sini, cahaya yang difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar film.

Alat fotografi yang digunakan untuk aktivitas fotografi biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:

  • Pengaturan ISO/ASA film;
  • Shutter Speed;
  • Aperture (bukaan diafragma).

Selain itu, ada peralatan tambahan lain.

  1. Blitz atau lampu kilat yang merupakan alat bantu pencahayaan dalam bidang fotografi. Pada awalnya blitz itu adalah pita magnesium yang apabila terbakar akan menghasilkan cahaya yang sangat terang. Blitz dapat menghasilkan cahaya seperti suhu rata-rata dari matahari atau daylight.
  2. Untuk blitz standar biasanya disesuaikan dengan shutter speed pada angka 125 di badan kamera. Untuk teknologi blitz yang terbaru cahaya dimungkinkan akan bisa ditangkap dengan kecepatan tinggi. Exposure yang dihasilkan juga dapat diatur sesuai dengan keinginan fotografernya.
  3. Tripod atau yang biasa disebut juga dengan kaki tiga adalah alat untuk membantu supaya badan kamera bisa berdiri dengan tegak. Alat ini menjadi semacam alat bantuan untuk para fotografer yang mengabadikan gambar agar kelelahan mereka ketika memegang alat fotografi ini dapat berkurang dan juga supaya hasil gambar tidak akan kabur bila tangan sang fotografer tidak sengaja terguncang.
  4. Tripod biasanya digunakan jika fotografer menggunakan shutter speed pada angka 3- atau sedang menggunakan lensa dengan focal length lebih dari 200 mm.
  5. Light Meter atau pengukur cahaya adalah alat untuk mengukur intensitas cahaya. Dalam bidang fotografi lighmeter ini digunakan untuk menentukan pembukaan. Umumnya sistem pengukur cahaya menggunakan selenium, silikon dan CdS.

Beberapa teknik dalam lightmeter adalah spot metering, average metering, matrix metering dan cebter-weighted Metering.

Avarage metering adalah teknik pengukuran yang paling kuno. Detail tertentu dalam gambar akan dapat terlihat jika memiliki luminitas yang sama dengan rata-rata gambar. Sedangkan Spot Metering adalah setiap bagian dari objek akan mempunyai pengukuran yang berbeda, avarage metering yang akan mengukur rata-rata dari setiap bagian hingga gambar akan memberikan detail rata-rata dari keseluruhan objek.

Nah, untuk mendapatkan detail yang maksimal digunakanlah spot metering ini.

Sistem lensa ini dipasang pada lubang depan kotak yang berupa sebuah lensa tunggal terbuat dari plastik atau kaca, serta sejumlah lensa dalam suatu silinder logam. Tingkat penghalangan cahaya dilambangkan dengan huruf f (bukaan relatif).

Jika bukaan relatif semakin rendah, semakin besar bukaannya atau semakin kecil tingkat penghalangnya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Lensa kamera SLR biasanya dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer.

Pemantik Potret


Shutter atau tombol pemantik potret dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Sebagian besar kamera SLR memiliki mekanisme pengatur waktu untuk mengubah-ubah lama bukaan shutter.

Bagian Lain


Selain ketiga komponen tersebut, ada juga komponen tambahan lainnya. Komponen tambahan kamera adalah sebagai berikut.

  • Mekanisme memutar film gulungan yang membuat bagian-bagian film tersebut secara bergantian dapat disingkapkan pada objek.
  • Mekanisme fokus untuk mengubah-ubah jarak antara lensa dan film.
  • Range finder atau pemindai komposisi pemotretan yang berfungsi menunjukkan apa saja yang akan terpotret dan apakah objek utama akan terfokuskan.
  • Lighmeter yang membantu menentukan kecepatan pemetik potret sehingga dihasilkan gambar yang sempurna.
Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA