Keluar Darah Saat Hamil Muda Setelah Berhubungan Apakah Berbahaya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daftar Topik

Seperti yang diketahui, berhubungan seks saat hamil dianggap aman untuk dilakukan dalam sebagian besar keadaan. Namun sering kali setelah berhubungan seks, reaksi yang sangat normal apabila tiba-tiba kamu mengalami pendarahan. Apakah hal tersebut berbahaya? Lalu bagaimana dengan keadaan janin dalam kandungan? Semua pertanyaan tersebut akan terjawab jika kamu membaca artikel ini sampai tuntas.

Vagina Mengalami Pendarahan Saat Hamil, Apakah itu Keguguran?


Salah satu yang paling dikhawatirkan saat mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan seks saat hamil adalah terjadinya keguguran. Tapi, kamu tidak usah terlalu panik menghadapi keadaan ini. Sebab, kemungkinan kamu mengalami keguguran setelah berhubungan seks saat hamil sangatlah kecil. Bahkan resiko akan terjadinya hal ini mencapai titir terendah nol besar, terutama setelah usia kehamilan mencapai 12 minggu. Pendarahan yang terjadi saat melakukan hubungan seks saat hamil tidak selalu berarti bayi yang ada dalam rahim kamu dalam keadaan bahaya. Bayi tetap aman terlindungi oleh kandung ketuban rahim pada atas vagina, ditambah lagi dengan lendir yang menyegel rapat leher rahim. Untuk itu buanglah jauh-jauh pikiran bahwa seks dapat menyebabkan bayi kamu tersakiti.

Wajar sekali apabila wanita hamil mengalami bercak darah ringan atau pun pendarahan beberapa kali setelah melakukan hubungan seks, terutama pada trimester kedua atau pun ketiga. Namun apabila kamu sebelumnya sudah pernah mengalami keguguran, maka dokter kamu pasti menyarankan untuk menunda terlebih dahulu hubungan seksual selama trimester pertama. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga saja.

Apa yang Menyebabkan Vagina Berdarah Setelah Berhubungan Seks Saat Hamil?


Selama kehamilan berlangsung, tingkat dan volume pada pasokan darah ke saluran kelamin perempuan akan meningkat secara signifikan. Hal ini guna memastikan asupan nutrisi yang maksimal untuk perkembangan bayi lewat plasenta. Terjadinya peningkatan suplai darah ini disebabkan oleh pembentukan dari banyak kelompok pembuluh darah, yang mana pembuluh darah tersebut berfungsi untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang sangat tinggi bagi ibu dan janin. Hubungan seks yang terjadi akan mengakibatkan pembuluh darah halus tersebut pecah akibat dari sejumlah tekanan yang diterima oleh leher rahim. Hasilnya, terdapat bercak atau pun pendarahan ringan pada vagina.

Pendarahan ini pada umumnya tidak berbahaya. Kamu bisa terus melakukan hubungan seks saat hamil dengan cara meminta pasangan untuk bersikap lebih lembut di lain waktu atau pun beralih mencoba posisi bercinta lainnya, misalnya dengan spooning atau pun penetrasi dari belakang. Kamu dan pasangan pun dapat menggunakan pelumas untuk memperkecil kemungkinan terjadinya pendarahan. Hal ini guna mengatasi timbulnya bercak. Kamu bisa membicarakan hal ini baik-baik dengan pasangan soal kekhawatiran kamu.

Apakah Hal ini Harus Dilaporkan Ke Dokter?


Kondisi seperti ini harus tetap dilaporkan ke dokter. Setiap masalah yang berkaitan dengan kehamilan memang harus kamu laporkan ke dokter, termasuk pendarahan pada vagina yang kamu alami usai bercinta. Meski kemungkinan mengalami keguguran sangat kecil, namun pendarahan vagina usai berhubungan seks biasanya menimbulkan masalah lain misalnya plasenta yang terlepas dari rahim. Kamu harus benar-benar pergi ke dokter apabila:

  • Bila terjadi keputihan yang berisi gumpalan ataupun jaringan
  • Bila terjadi kram ataupun sakit parah yang muncul di perut.
  • Bila terjadi pendarahan secara terus menerus yang terasa sakit atau pun tidak.
  • Bila terjadi kontraksi uterus yang timbul akibat dari seks ataupun orgasme tetap ada.
  • Bila kepala terasa pusing.
  • Bila terjadi suhu tinggi dengan atau tanpa menggigil.

Kapan Hubungan Intim Ketika Hamil Benar-Benar Tidak Boleh Alias Dilarang?


Inkompetensi Serviks

Apabila kamu mengalami inkompetensi serviks, atau suatu kondisi di mana leher rahim tidak benar-benar tertutup. Seks dilarang karena dikhawatirkan akan menyebabkan persalinan premature atau bahkan keguguran. Untuk itu, hubungan intim harus benar-benar tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan.

Plasenta Previa

Plasenta Previa, merupakan keadaan di mana sebagian atau pun seluruh plasenta menutupi leher rahim. Jika ini terjadi kemungkinan keguguran sangatlah tinggi. Bila kamu mencoba melakukan hubungan seks dengan posisi aman sekalipun tetap berisiko keguguran. Untuk itulah, lebih baik menghindari hubungan intim dalam kondisi seperti itu.

Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar artinya kamu membawa lebih dari satu bayi. Kondisi ini menempatkan kamu dalam kategori kehamilan dengan risiko tinggi. Untuk itu, hindari hubungan intim karena kamu akan lebih rentan mengalami keguguran.

Itulah sejumlah penjelasan seputar seks saat hamil, terutama saat terjadinya pendarahan usai seks saat hamil. Mungkin kamu akan merasa panik saat mengetahuinya, terutama jika kamu adalah ibu muda yang baru pertama kali hamil. Namun jika dokter kandunganmu tidak melarang kamu dan pasangan untuk berhubungan intim, maka pendarahan tersebut tidak usah dikhawatirkan secara berlebihan. Namun seperti yang sudah dijelaskan di atas, kamu harus tetap memberi tahu dokter kandunganmu terkait masalah tersebut. Selain itu, kamu pun harus menghindari hubungan seks, jika kondisi kehamilanmu seperti yang sudah dijelaskan di atas. Semoga bermanfaat. (elevenia)

Baca Juga! Inilah Tanda Tanda Kehamilan yang Harus Kamu Ketahui

 

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARTIKEL LAINNYA