Kajian Surat Al Baqarah 183 Tentang Wajib Puasa Ramadan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
17320-albaqarah
Daftar Topik

Setiap hal yang diperintahkan kepada umat Islam telah ada di dalam Al-Qur’an. Dimana al Quran sendiri merupakan sumber hukum yang utama, setelah itu baru as-sunnah. Seperti kewajiban untuk berpuasa Ramadan. Perintah tersebut telah termaktub dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183 yang akan kita bahas lebih jauh.

Namun, sebelum kita membahas mengenai ayat tersebut, kita akan membahas mengenai pengertian puasa terlebih dahulu. Mungkin banyak dari Anda yang sudah mengetahui tentang puasa, yaitu menahan lapar dan minum. Namun, apakah arti puasa hanya sebatas itu? untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Pengertian Puasa


Dalam bahasa arab kata puasa disebut dengan shaum, dimana ibadah tersebut juga telah dilakukan oleh Rasulullah. Selain itu, perintah untuk berpuasa telah termaktub dalam al Quran surat Al-Baqarah 183, yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa.”

Secara umum puasa diartikan sebagai kondisi seseorang menahan diri dari segala sesuatu seperti makan dan minum. Selain itu, puasa juga berarti menahan nafsu dari segala keduniawian mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Puasa juga merupakan suatu ibadah yang diwajibkan oleh Allah untuk dilakukan di bulan tertentu, yaitu bulan Ramadan.

Firman Allah yang tersebut di atas merupakan bukti diwajibkan nya puasa Ramadan. Dimana ibadah tersebut adalah erat  kaitannya dengan hablun minallaah, artinya hubungan penghambaan langsung dengan Allah. Dimana hal ini merupakan tanggung jawab setiap umat.

Asbabun Nuzul


Asbabaun nuzul adalah sebab-sebab turun nya ayat, jika menilik pada sejarah asbabun nuzul Q.S. Al-Baqarah 183 ini diriwayatkan oleh salah satu sahabat yang bernama Muadz bin Jabal RA. Waktu itu diceritakan saat Rasulullah sampai di Madinah, maka Rasul menjalankan puasa asy-syura serta tiga hari setiap bulannya.

Selain itu, beliau juga mendapati orang yahudi berpuasa di setiap tanggal 10 Muharram. Maka Rasul pun bertanya tentang mengapa mereka berpuasa setiap tanggal 10, orang yahudi kemudian menjawab bahwa pada tanggal tersebut Allah telah menyelamatkan Nabi Musa. Sehingga puasa tanggal 10 Muharram merupakan bentuk tanda syukur mereka kepada Allah.

Setelah mendenngar keterangan dari orang yahudi tersebut maka Rasul berkata “sesungguhnya kami lebih berhak atas nabi Musa dari pada kalian”. Setelah itu pula, Nabi Muhammad memerintahkan umatnya untuk berpuasa di tanggal 10 Muharram.

Namun, setelah tahun kedua Hijriyah tepatnya jatuh pada bulan Sya’ban, turunlan firman Allah yang mewajibkan kepada setiap umat Islam untuk berpuasa, yakni Q.S Al-Baqarah 183 – 184. Dan sejak turun nya ayat tersebut puasa pada tanggal 10 Muharram dan puasa tiga hari setiap bulan di hukumi sunnah, sedangkan puasa Ramadan adalah wajib.

Jika lebih diteliti lagi, maka jumlahnya hampir sama meski memang pahala puasa di bulan Ramadan lebih berlipat adanya. Nah, jika dikalkulasikan puasa 3 hari setiap bulan dikalikan 12 bulan menjadi 36 hari. Lalu ditambah puasa di tanggal 10 Muharram jumlahnya menjadi 37 hari. sedangkan saat bulan Ramadan, puasa yang dilakukan berkisar antara 29 sampai 30 hari berturut-turut. Tentu saja meski jumlah puasa sunnah lebih banyak, dari segi pahala dan keutamaan puasa Ramadan adalah yang paling utama. Bahkan bagi siapapun yang meninggalkan puasa Ramadan harus mengganti nya di hari lain.

Kandungan Ayat


Kata yaa ayyuha dalam ayat tersebut berarti wahai yang merupakan panggilan khusus Allah kepada manusia. Di dalam al-Quran sendiri telah banyak ditemukan ayat yang diawali dengan kata wahai, seperti yaa ayyuhan naas, yaa ayyuha al-aldziina aamanuu, dan lain sebagainya. Dalam al-baqarah 183 bentuk panggilan nya adalah yaa ayyuha alladziina aamanuu dimana berarti wahai orang-orang yang beriman. Panggilan tersebut diserukan kepada siapapun yang merasa dirinya beriman, dan siapapun yang dipanggil harus menyambut panggilan tersebut dengan sungguh-sungguh.

Dalam salah satu kitab tafsir dijelaskan bahwa panggilan Allah dalam al-baqarah 183 menunjukkan komunikasi Allah kepada orang-orang yang beriman, dimana terdapat perintah untuk berpuasa. Abdullah bin Mas’ud menuturkan, apabila ada ayat yang diawali dengan kata yaa ayyuha alladziina aamanuu maka ayat tersebut mengandung perintah yang sangat urgen atau berupa larangan yang wajib ditinggalkan.

Tentu saja bagi mereka yang terdapat iman dalam hatinya tidak akan menolak perintah tersebut. Dia akan bersedia bangun sebelum subuh dan makan sahur. Juga rela menahan lapar sesuai waktu yang ditentukan selama bulan Ramadan.

Dalam Al-Baqarah 138 terdapat kata kutiba yang artinya diwajibkan. Artinya hukum puasa Ramadan adalah wajib. Bahkan perintah ini juga diwajibkan bagi umat terdahulu.

Hikmah Q.S Al Baqarah 183


Puasa adalah salah satu amal ibadah yang melatih siapapun yang menjalankan untuk mengendalikan nafsunya. Selain itu, kita juga dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih sabar. Berpuasa juga merupakan bentuk patuh kita atas perintah Allah. Disinilah ketaqwaan seseorang diuji.

Berpuasa akan mengajarkan kita tentang sikap disiplin. Hal ini dikarenakan kita akan dituntut untuk teratur dengan waktu. Jadi, ketika kita terbiasa bangun pagi maka kita akan menjadi lebih disiplin dan tidak malas-malasan

Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan juga atas kehendak-Nya. Manusia dibekali dua hal yaitu fitrah dan agama. Fitrah adalah suatu pemberian yang bersifat umum sehingga setiap orang adalah fitrah awalnya. Sedangkan agama adalah pilihan, entah itu disebabkan oleh kehendak sendiri maupun atas pilihan orang tua. Agama yang dipilih itulah yang akan mengantarkan kita ke tempat tujuan sehingga kedamaian batin bisa terwujud. Suatu agama yang sesuai dengan fitrah lah yang bisa mendatangkan kedamaian. Kitab suci menyebutnya sebagai AL ISLAM.

BACA JUGA!

4 Keutamaan Surat Al Mulk yang Luar Biasa

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP