Jenis- Jenis Indikator Asam Basa yang Paling Lengkap

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
chemistry-beakers-825x412[1]
Daftar Topik

Indikator merupakan salah satu senyawa kompleks yang mampu bereaksi dengan asam dan basa. Dengan menggunakan Indikator, kita bisa tahu sifat dari suatu cairan, apakah bersifat asam atau basa. Indikator juga bisa kita gunakan untuk mengetahui tingkat kekuatan suatu asam ataupun basa. Indikator asam basa adalah suatu zat yang dapat memberikan warna yang berbeda dalam setiap larutan asam, basa dan garam. Untuk mengetahui sifat dari ketiga jenis larutan tersebut, kita bisa menggunakan Indikator. Berikut merupakan beberapa jenis Indikator asam basa yang bisa kita gunakan untuk mengetahui sifat dari larutan:

Jenis Indikator Asam Basa

Kertas Lakmus

Kertas lakmus merah - Manfaat, Dosis, Efek Samping

Kertas lakmus merupakan salah satu Indikator asam basa yang paling sering digunakan untuk mengetahui sifat suatu larutan. Selain praktis, harganya yang murah dan penggunaannya yang cukup mudah membuat banyak orang yang lebih memilih kertas lakmus sebagai Indikator asam basa dibandingkan dengan jenis Indikator yang lain. Akan tetapi dibalik semua keuntungan itu, kertas lakmus juga memiliki kelemahan yaitu tidak bisa digunakan untuk mengukur secara akurat dan perubahan warna yang terlihat tidak bisa menunjukkan pH larutan dengan tepat dan akurat. Lakmus yang berwarna merah akan tetap merah ketika dimasukkan ke dalam larutan asam, dan akan berwarna biru bisa dicelupkan ke dalam larutan basa. Sedangkan pada lakmus biru akan berwarna biru ketika dicelupkan ke dalam larutan basa dan akan berubah warna menjadi merah ketika dicelupkan ke dalam larutan asam.

Larutan Indikator

Cara Menentukan Indikator Asam Basa | Kimia Kelas 11

Larutan indikator yang paling sering digunakan di berbagai laboratorium adalah fenolptalein (PP), metil merah (mm), metil jingga (mo) dan juga bromtimol blue (BTB). Larutan-larutan tersebut sering digunakan dalam proses titrasi larutan. Penggunaan larutan indikator dalam proses titrasi larutan harus dilakukan dengan sangat teliti dan pengamatan yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan perubahan warna akan terjadi hanya dengan beberapa mL saja. Berikut merupakan penjelasan dari tiap jenis larutan indikator:

Phenol Ptalein (PP)

Jual Phenolphthalein Fenolftalein ( PP indikator pH ) - Kota Tangerang  Selatan - AroundChemLab | Tokopedia

Indikator ini dibuat dengan cara kondensasi anhidrida ftalein atau asam ftalat dengan fenol. Memiliki trayek pH sebesar 8,2 – 10,0 dengan asam yang tidak berwarna dan berwarna merah muda pada larutan basa.

Metil Merah (mm)

Jual Larutan Indikator Metil Merah 100ml | Methyl Red Indicator - Kota  Surabaya - Nirwana Abadi | Tokopedia

Indikator metil merah adalah salah satu indikator asam basa yang memiliki warna merah dalam asam dan jingga dalam basa dengan trayek pH 4,2 – 6,3.

Metil Orange (mo)

Jual Larutan Metil Jingga Indikator 100ml | Methyl Orange Indicator - Kota  Surabaya - Nirwana Abadi | Tokopedia

Indikator metil jingga merupakan salah satu indikator asam basa yang akan berwarna merah dalam asam dan berwarna orange dalam basa dengan trayek pH 3,1 – 4,4.

Bromtimol Blue (BTB)

Jual Larutan Indikator Bromotimol Biru (BTB) 100ml | Bromthymol Blue - Kota  Surabaya - Nirwana Abadi | Tokopedia

Indikator BTB merupakan salah satu indikator yang akan berwarna merah kuning dalam larutan asam dan biru dalam larutan yang bersifat basa dengan trayek pH 6,0 – 7,6.

Indikator alami

Indikator asam basa alami yang sering digunakan adalah mahkota bunga yang berasal dari bunga sepatu, bugenvi, mawar dan bahan alami lainnya seperti kulit manggis, kunyit dan kubis yang berwarna ungu.

pH meter

indikator asam basa yang lainnya adalah dengan penggunaan pH meter. Peralatan yang digunakan untuk menentukan pH suatu larutan ini mempunyai elektroda yang dapat dicelupkan ke dalam larutan yang akan kita ukur derajat keasamannya. Larutan yang diukur pH nya dengan menggunakan alat ini akan dengan cepat terlihat hasilnya karena tertera langsung pada angka yang terdapat di layar digital dari pH meter itu sendiri.

Indikator Universal

Indikator asam basa yang selanjutnya adalah indikator universal yang akan memberikan warna tertentu jika kita celupkan ke dalam larutan asam maupun basa. Warna yang muncul bisa kita cocokkan dengan warna standar yang telah diketahui pH nya. Nilai pH ini bisa ditentukan dengan indikator pH yang sempit, karena indikator ini dilengkapi dengan peta warna.

Indikator Campuran

Untuk beberapa titrasi tertentu, kadang harus dilakukan dengan menggunakan indikator campuran. Yang dimaksud dengan indikator campuran adalah campuran antara dua jenis indikator atau antara sebuah indikator dengan suatu zat warna biasa yang bukan merupakan indikator pH. Indikator campuran ini tidak dapat berubah warna seperti indikator yang lainnya, tetapi pada pH tertentu warnanya akan hilang dalam akan menjadi hitam yang dalam pengerjaannya terlihat kelabu. Warna ini akan terlihat jelas perbedaannya dari warna pada pH sedikit di atas atau pun di bawahnya, sehingga akan mempermudah dalam menentukan larutan sudah mencapai pH tersebut atau belum. Indikator campuran digunakan apabila indikator biasa tidak bisa menunjukkan perbedaan warna asam dan warna basa dengan jelas sehingga perubahan warna yang terjadi pun tidak terlihat jelas.

demikian pembahasan mengenai jenis-jenis indikator asam dan basa yang paling lengkap. Semoga apa yang telah dipaparkan di atas dapat bermanfaat bagi kita semua. (elevenia)

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA