Jenis dan Contoh Buku Biografi di Indonesia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
buku biografi
Daftar Topik

Buku Biografi merupakan sejenis buku deskripsi tertulis yang mendetail tentang kehidupan seseorang. Buku jenis ini banyak dijual di toko buku. Adapun autobiografi adalah biografi yang ditulis sendiri oleh orang yang diriwayatkan dalam catatan tersebut. Buku biografi  tidak sekadar memuat daftar fakta impersonal, seperti pendidikan, pekerjaan, status hubungan, dan kematian, tetapi juga memotret pengalaman-pengalaman orang yang diriwayatkan (subjek biografi) pada peristiwa-peristiwa tersebut.

Berbeda dengan curriculum vitae (resume) yang hanya menampilkan riwayat hidup, riwayat pendidikan, pekerjaan, dan riwayat organisasi saja, buku biografi menghadirkan kisah-kisah mengenai subjek biografi tersebut, dan mungkin juga mencakup analisis mengenai kepribadiannya.

Sejarah Buku Biografi

Usia buku biografi sudah setua catatan sejarah. Para penguasa dan pembesar Mesir kuno, Asiria, dan Babilonia biasa memerintahkan agar karya-karya mereka dipahat pada batu atau tanah liat. Kitab Perjanjian Lama memuat beberapa riwayat singkat para patriark (Abraham, Ishak, dan Yakub) serta para nabi. Keempat kitab Injil Perjanjian Baru juga dapat dikatakan sebagai riwayat hidup Yesus.

Tiga contoh tulisan buku biografi dari zaman klasik adalah Memorabiliakarya Xenophon, yang berisi kenangan dan pembelaan terhadap Sokrates; Buku Biografi Lives karya Plutarch, yang dijadikan buku sumber oleh Shakespeare; dan buku biografi  karya Suetonius yang berisi gosip dan anekdot, Lives of the Caesars.

Dalam budaya Barat, hingga pertengahan abad ke-17, buku biografi umumnya berupa peringatan yang dimaksudkan untuk mendatangkan perbaikan dan memberi inspirasi. Buku biografi saat itu bersifat mendidik dengan menghadirkan contoh buruk kehidupan orang-orang jahat dan para tiran serta contoh baik dari kehidupan para pahlawan.

Ketika Kristianisme menguasai budaya Barat, subjek utama buku biografi adalah para santo dan santa (orang-orang kudus), martir, serta bapak-bapak Gereja. “Kehidupan Santo” kemudian menjadi konvensi dalam literatur abad pertengahan.

Salah satu buku biografi dalam tradisi hagiografi (riwayat hidup dan legenda orang-orang suci) ini adalah Acts and Monuments (lebih populer dengan judul The Book of Martyrs), yang aslinya ditulis dalam bahasa Latin oleh John Foxe dan diterbitkan pada 1563. Pada dekade yang sama, muncul buku biografi karya Giorgio Vasari, Lives of the Artists. Karya ini mencerminkan semangat baru humanisme Renaisans dalam seni serta interpretasi mengenai kehidupan para seniman tersebut.

Buku-buku biografi modern pertama antara lain History of Richard III(sekitar 1513) karya Thomas More, Life of Cardinal Wolsey karya George Cavendish, dan Mirroure of Vertue in Wordly Greatness: or, the Life of Syr Thomas More karya William Roper. Salah satu karya transisional penting adalah karya Izaak Walton, Life of John Donne, yang terbit pada 1640.

Pada 1683 untuk pertama kalinya digunakan kata biography oleh John Dryden dalam tulisannya mengenai Plutarch. Adapun mahakarya buku biografi pada masa itu adalah karya Roger North tentang tiga saudaranya.

Buku Biografi dalam Sejarah Modern

Penerbitan buku Biografi Life of Samuel Johnson karya James Boswell pada 1791 menKamui “masa keemasan biografi” yang berlanjut hingga sekarang. Sepanjang abad ke-19, terbit karya-karya penting, Life of Sir Walter Scott (7 jilid, 1837 – 1838) oleh John Gibson Lockhart, dua buku biografi Thomas Carlyle (1882 dan 1884) karya James Anthony Froude, serta Life of Charlotte Brontë (1857) oleh Elizabeth Gaskell.

Abad berikutnya merupakan masa kebangkitan autobiografi, dimulai oleh Booker T. Washington dengan Up from Slavery (1901) dan diikuti oleh Henry Adam dengan Education (1907). Lytton Strachey, penulis buku populer berpengaruh Eminent Victorians (1918) dan Queen Victoria(1921), menggambarkan buku biografi sebagai “cabang seni menulis paling lembut dan manusiawi”.

Ketika abad ke-20 menyaksikan datang dan perginya berbagai mode literatur, biografi bisa tetap mempertahankan daya tariknya bagi semua kalangan pembaca. Selain Strachey, penulis biografi terkemuka masa itu adalah Gamaliel Bradford, André Maurois, dan Emil Ludwig.

Menjelang Perang Dunia II, buku biografi bersampul tebal berharga murah populer di Amerika Serikat. Dasawarsa 1920-an merupakan masabooming biografi. Pada 1929 saja, 700 biografi diterbitkan di Amerika Serikat dan kamus biografi Amerika pertama muncul di pasaran.

Pada dasawarsa selanjutnya, sejumlah biografi tetap diterbitkan meskipun saat itu Amerika Serikat dilKamu depresi ekonomi. Pembaca biografi makin meluas dengan diterbitkannya buku edisi murah dan adanya perpustakaan umum.

Penghargaan untuk Buku Biografi

Setiap tahun, di negara-negara tertentu diberikan penghargaan khusus untuk karya buku biografi terbaik, antara lain:

  • Drainie-Taylor Biography Prize di Kanada
  • National Biography Award di Australia
  • Pulitzer Prize for Biography or Autobiography di Amerika Serikat
  • Whitbread Prize for Best Biography di Inggris
  • J. R. Ackerley Prize for Autobiography di Inggris

Buku Biografi di Indonesia

Di Indonesia, buku biografi termasuk karya yang banyak dibaca dan banyak dibeli. Sukarno merupakan salah satu tokoh yang paling sering menjadi subjek biografi.  Buku biografi Sukarno pernah ditulis oleh Bernhard Dahm, John Legge, Lambert Giebels, dan Bob Hering. Akan tetapi, yang paling terkenal adalah buku biografi yang berjudul Soekarno, Autobiography, as Told to Cindy Adams yang terbit pada 1965. Edisi bahasa Indonesia terbit setahun kemudian dengan judul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Tokoh lain yang buku biografinya cukup populer adalah Tan Malaka. Harry A. Poeze, seorang  penulis BelKamu, pernah menulis biografi Tan Malaka,Verguisd en vergeten; Tan Malaka, de linkse beweging en de Indonesische Revolutie, 1945-1949. Banyak juga buku biografi tentang tokoh Indonesia karya anak negeri, seperti Mohammad Hatta: Biografi Politik yang ditulis Deliar Noer.

Beberapa tokoh Indonesia lain yang sudah dibuat buku biografinya adalah Soeharto, Emha Ainun Nadjib, HAMKA, BJ Habibie, dan lainnya.
Tokoh-tokoh Indonesia yang seringkali dimuat dalam buku biografi merupakan tokoh yang paling berpengaruh dalam bidang yang digelutinya, termasuk di antaranya adalah tokoh selebritas tanah air.

Ada sisi menarik yang ingin diketahui orang banyak perihal tokoh-tokoh yang dibuat buku biografinya. Kejahatan, kebaikan, dan sisi kontroversial lainnya senantiasa selalu menghadirkan pro dan kontra setiap kali ada buku biografi tokoh Indonesia baru yang diterbitkan.

Berikut in adalah sebuah contoh sinopsis yang terdapat alam buku biografi yang bertahuk Biografi Daripada Soeharto karya A. Yogaswara.

32 tahun Soeharto berkuasa di Indonesia, Ia telah menjadikan dirinya sebagai sosok yang untouchable. Menyimak perjalanan hidupnya di buku ini, dari lahir hingga menjadi presiden RI kedua, kita seperti disajikan sebuah tontonan sejarah dari sosok yang penuh kontroversi.

Berbagai isu negatif menjadi “kawan karib” Soeharto selama berkuasa. Tudingan bahwa ayahnya adalah seorang pedagang China, keterlibatannya dengan “Kudeta 3 Juli 1946”, pengakuannya sebagai penggagas Serangan Umum 1 Maret 1949 yang diragukan oleh banyak orang, hingga manuvernya pasca Gerakan 30 September adalah beberapa contoh rumor mengenai masa lalunya.

Dan seperti halnya saat ia naik (setelah peristiwa G 30 S hingga Supersemar), kronologi mundurnya Soeharto pun seperti menghadirkan de javu dalam kehidupan politik Indonesia. Keterlibatan pihak asing melalui “Kudeta Camdessus” dikabarkan telah menamatkan karier politiknya. Adakah pihak yang bermain dalam merekayasa naik turunnya Soeharto?

 

Jihan Ariya
Jihan Ariya
Honestly gak gitu lincah dalam menulis sih, tapi tak apa, yang penting heppy :D
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP