Inilah Penjelasan Teori Humanistik Secara Singkat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daftar Topik

Seperti namanya, teori belajar humanistik lebih cenderung melihat pada perkembangan kepribadian manusianya. Pendekatan yang satu ini dilihat dari kejadian di mana dirinya melakukan berbagai hal positif. Kemampuan positif inilah yang disebut dengan potensi manusia. Para pendidik yang beraliran teori ini biasanya lebih memfokuskan diri pada pembangunan positif para muridnya saat mengajar. Kemampuan positif tersebut sangat berkaitan erat dengan pengembangan emosi posifit yang ada dalam domain afektif.

Tentu saja, emosi menjadi karakterikstik yang sangat kuat dari pada pendidik yang beraliran humanistik. Bahkan dalam teori pembelajaran humanistik disebutkan bahwa belajar adalah proses yang dimulai dan memiliki tujuan demi kepentingan memanusiakan manusia.

Untuk lebih jelasnya terkait dengan teori belajar humanistik, kamu harus tahu sejumlah hal-hal ini. Adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:

Penjelasan Teori Humanistik

Ciri – Ciri Teori Humanistik

Perkembangan positif merupakan pendekatan yang dilakukan dalam pendidikan oleh para penganut aliran ini. Pendekatan ini cenderung fokus pada potensi manusia dalam mencari dan juga menemukan kemampuan yang mereka miliki. Kemudian, memfokuskan diri untuk lebih mengembangkan kemampuan tersebut. Kemampuan tersebut mencakup kemampuan interpersonal sosial, memperkaya diri, menikmati hidup dan juga masyarakat. Kemampuan untuk membangun diri secara positif ini sangatlah penting dalam pendidikan sebab sangat berkaitan dengan keberhasilan akademik.

Di dalam teori ini, belajar akan dianggap berhasil apabila siswa dapat memahami dengan baik lingkungannya dan dirinya sendiri. Dalam proses belajarnya, siswa dituntut untuk berusaha supaya secara perlahan mampu mencapai aktualisasi diri dengan baik. Teori ini pun berusaha untuk memahami perilaku belajar dari sudut pandang sang pelaku, bukan dari sudut pandang sang pengamat. Setiap pendidik beraliran ini memiliki tujuan dalam mengembangkan siswa, yaitu membantu tiap siswa untuk lebih mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan dapat mewujudkan potensi dalam diri mereka.

Di teori ini terdapat satu ide penting, yaitu siswa dituntut mampu untuk mengerahkan dirinya sendiri dalam proses belajar mengajar. Hal ini membuat siswa dapat mengetahui apa yang dipelajarinya dan tahu seberapa besar siswa dapat memahami materi yang diajarkan. Siswa pun dapat mengetahui mana, kapan dan bagaimana harus belajar. Dengan pemahaman ini, siswa diharapkan mendapatkan manfaat dan juga kegunaan dari hasil belajarnya untuk dirinay sendiri. Sebab, aliran humanisme menganggap bahwa belajar adalah sebuah proses yang terjadi dalam diri individu, yang meliputi bagian atau domain, terdiri dari kognitif, afektif dan juga psikomotorik.

Dengan artian, pendekatan humanistik sangat menekankan pada pentingnya sebuah emosi atau perasaan, komunikasi secara terbuka dan juga nilai-nilai yang dimiliki oleh tiap siswa. Untuk itulah kenapa teori ini lebih cenderung untuk mengasah kemanusiaan siswa, sehingga para pendidik aliran ini lebih menekankan pada nilai kerjasama, saling membantu dan menguntungkan, kejujuran dan krativitas dalam proses pembelajarannya. Dengan begitu akan menghasilan suatu proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan serta hasil dari belajar yang dicapai siswa.

Aplikasi dan Implikasi Humanisme

  • Guru merupakan fasilitator yang baik bagi tiap siswanya sehingga fasilitator sebaiknya lebih memberi perhatian pada saat suasan awal, situasi kelompok, atau pada pengalaman kelas.
  • Fasilitator harus bisa membantu guru dalam memperoleh dan memperjelas tujuan perorangan siswa di dalam kelas dan tujuan kelompok yang bersifat umum.
  • Guru mempercayai tentang adanya keinginan dari masing-masing siswa, yang mana memiliki tujuan-tujuan tertentu yang ingin dilaksanakan, sebagai kekuatan pendorong.
  • Guru mencoba untuk mengatur dan menyediakan sumber belajar yang paling luas dan dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh siswa demi tercapainya tujuan mereka.
  • Guru menempatkan diri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dimanfaatkan oleh kelompok.

Aplikasi Teori Humanistik Terhadap Pembelajaran Siswa

Aplikasi terhadap teori humanistik ini lebih cenderung pada ruh atau spirit sepanjang proses pembelajarannya. Hal ini pun mewarnai di setiap metode yang diterapkan. Guru dalam aliran ini berperan sebagai fasilitator yang baik bagi tiap siswanya, sehingga guru harus memberikan motivasi dan juga kesadaran akan makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru pun harus memfasilitas pengalaman belajar pada siswa dan juga mendampingi siswa secara langsung untuk memperoleh tujuan belajar.

Siswa di dalam aliran ini merupakan pelaku utama yang harus memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Dengan diterapkannya teori ini diharapkan siswa lebih bisa memahami potensi dirinya dan mengembangkannya secara positif dan meminimalkan yang negative.

Pembelajaran teori yang satu ini akan sangat tepat diterapkan pada materi yang sifatnya untuk membentuk kepribadian, hati nurani, analisis fenomena sosial dan perubahan sikap. Indikator keberhasilan dari teori yang satu ini adalah siswa lebih aktif dalam berinisiatif dan merasa senang bergairah dalam bekerja. Siswa pun mengalampi perubahan pola piker, perilaku dan sikap atas kemauan dirinya sendiri bukan orang lain. Siswa pun diharapkan menjadi manusia berani, dan bebas serta tidak terikat akan pendapat orang lain tanpa harus melanggar hak-hak orang lain, norma kedisiplinan dan lain sebagainya.

Itulah penjelasan singkat terkait dengan teori belajar humanistik. Semoga bermanfaat.

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARTIKEL LAINNYA