Inilah Pengertian, Sejarah dan Makna Tut Wuri Handayani

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daftar Topik

Kamu pasti sudah tidak asing dengan semboyan yang satu ini. Tut Wuri Handayani merupakan semboyan pendidikan Indonesia dan merupakan salah satu dari tiga prinsip filosofi kepemimpinan yang diajakrkan oleh Ki Haji Dewantara. Tiga semboyan pendidikan yang dulu telah diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbagun Karso dan Tut Wuri Handayani. Mari kita ulas satu per satu.

Tiga Semboyan Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Ing Ngarso Sung Tulodo

Dilihat dari istilah, maka ing ngarso sung tulado itu berasal dari kata ing ngarso yang artinya di depan, sung  (Ingsun) artinya saya dan terakhir tulodo yang artinya tauladan. Dengan demikian makna semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo adalah ketika menjadi pemimpin atau seorang guru harus bisa memberikan suri tauladan yang baik untuk semua orang yang ada di sekitarnya.

Ing Madyo Mbangun Karso

Dilihat dari istilah, maka Ing Madyo Mbangun Karso berasal dari kata Ing Madyo yang artinya di tengah-tengah, Mbangun artinya memiliki arti dan membangkitkan serta karso artinya bentuk kemauan atau niat. Dengan begitu jika disimpulkan, maka makna dari Ing Madyo Mbangun Karso ini berarti seorang guru di tengah-tengah kesibukkannya diharapkan mampu membangkitkan semangat para peserta didiknya.

Tut Wuri Handayani

Dilihat dari istilah, Tut Wuri Handayani merupakan rangkaian kata yang berasal dari kata tut wuri yang artinya mengikuti dari belakang dan kata handayani berarti memberikan motivasi atau mendorong semangat. Dengan begitu jika simpulkan, maka tut wuri handayani memiliki makna seorang guru yang diharapkan mampu memberikan suatu dorongan moral dan semangat pada peserta didik saat guru tersebut berada di belakang.

Setelah mengetahui semboyan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara, kita juga harus tahu bagaimana sejarah dari Tut Wuri Handayani. Sejarahnya sendiri berawal dari perjuangan bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara bersama dengan Taman Siswa di jaman dahulu kala.

Lembaga pendidikan tersebut dibuat dengan salah satu tujuannya yaitu membuat budaya tanding pada pendidikan kolonial di masa tersebut. Tak hanya masalah pendidikan saja, terselip maksud tertentu yang penting, yaitu menyadarkan pada bangsa ini dari keterjajahan oleh penjajah, baik itu secara fisik maupun budaya.

Yang pertama kali mencetuskan semboyan Tut Wuri Handayani tentu saja Ki Hajar Dewantara. Pertama kali mendirikan taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922 silam, yang mana taman siswa tersebut ada sekitar 7 pasal asas yang dijadikan menjadi ini. Ki Hajar Dewantara sendiri memiliki nama asli Raden Soewardi Soejaningrat.

Makna Lambang atau Logo Tut Wuri Handayani

Hampir kebanyakan orang akan menyebut Tut Wuri Handayani yang merupakan aslinya sendiri adalah Lambang dari Kementeri Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0398/M/1977 tertanggal 6 September 1977 dengan rincingan sebagai berikut:

Logo Bidang Segi Lima “Warna Biru Muda”

Logo yang satu ini memiliki makna yang sangat dalam karena menggambarkan alam kehidupan dari Pancasila.

Logo Semboyan Tut Wuri Handayani

Logo ini digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam pelaksanaan di system pendidikannya. Hal ini berarti merupakan sebuah penghargaan juga penghormatan kita kepada beliau. Hari lahirnya pun sudah jadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Logo Belencong Menyala Bermotif Garuda

Logo ini bermakna lampu yang dapat dipertunjukkan menjadi semakin hidup dan arti Burung Garuda sendiri adalah sebuah gambaran sifat dinamis, gagah dan perkasa. Selain itu berarti juga mampu dan berani dalam mengarungi luasnya angkasa.

Logo Buku

Logo buku tentu saja mungkin di antara kamu ada yang sudah mengetahuinya. Buku merupakan jendela ilmu. Hal ini pun tak jauh berbeda dari makna logo buku pada lambang Tut Wuri Handayani. Logo buku memiliki makna sebagai sumber untuk semua jenis ilmu yang dapat bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Logo Warna

Warna putih di ekor sayap garuda selain itu warna putih pada buku melambangkan kesucian, bersih dan tanpa adanya rasa pamrih. Warna kuning emas pada api yang menyala diartikan sebagai keagungan dan keleluhuran dari sebuah pengabdian. Sementara itu warna biru muda di bidang segi lima bermakna jiwa pengabdi yang tak akan kunjung putus dengan pandangan hidup yang sangat mendalam.

Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian dari makna Tut Wuri Handayani. Semoga dengan mengetahui makna terdalam dari semboyan pendidikan negara tercinta kita ini, kita bisa lebih peduli pada pendidikan di Indonesia dan pendidikan Indonesia bisa berkembang sesuai dengan semboyannya yang sangat luar biasa. Semoga bermanfaat. (elevenia)

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARTIKEL LAINNYA

Belajar Office

Mau Belajar Microsoft Office? Jelajahi tutorial office terlengkap disini: Topik populer: Pivot table Margin Rumus