Inilah 3 Proses Penyembuhan Luka dan Penjelasannya

0

Setiap orang pasti pernah terluka. Entah itu luka ringan maupun luka berat. Dalam dunia medis, luka merupakan istilah untuk rusaknya jaringan tubuh di bagian tertentu. Sebuah luka akan menyebabkan jaringan menjadi rusak atau bahkan mati.

Tahukah kamu? Tuhan memang sangat luar biasa dapat menciptakan manusia dengan sempurna. Sebab, manusia atau pun makhluk hidup lainnya dapat menyembuhkan luka tersebut secara alamin. Namun tentu saja dengan berbagai pengaruh dari dalam, seperti misalnya kesehatan dan psikis. Tak hanya itu, pengaruh dari luar juga bisa berpengaruh seperti obat-obatan dan gizi yang masuk dalam tubuh.

Luka luar maupun dalam ternyata tidak sembuh begitu saja. Luka tersebut memerluka proses penyembuhan sebelum benar-benar mengalami sembuh total. Lalu, apa yang sebenarnya dilakukan oleh tubuh sampai luka tersebut benar-benar sembuh seperti sedia kala sebelum mengalami luka? Tentunya kita harus membahas tiap prosesnya satu persatu agar lebih bis dimengerti. Seperti di bawah ini:

Proses Penyembuhan Luka yang Dilakukan Oleh Tubuh

Fase Inflamasi

Saat luka tersebut terbentuk, pembuluh darah di bagian yang terluka akan terputus. Hal ini membuat pendarahan. Guna menghentikan pendarahan yang terjadi, ujung pembuluh darah yang terluka akan mengkerut dengan sendirinya dan saling lengket satu dengan yang lainnya sehingga akan membentuk jaringan seperti jala. Selian itu trombosit pun akan membentuk gumpalan atau berkuan darah utnuk menyembat dan sebagai usaha dalam menghentikan pendarahan tersebut.

Sel-sel yang terdapat dalam jaringan ikat pun akan menghasilkan hormone yang memang ada di sistem hormone munusia. Hal tersebut menyebabkan penunpukan cairan di bagian luka tersebut, sehingga menimbulkan inflamasi dan reaksi radang yang sangat jelas di bagian yang terluka berupa warna kemerahan dengan suhu yang menghangat dan timbul nyeri yang diikuti dengan bengkak.

Kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama saat komponen darah putih leukosit (sel darah putih) yang akan menembus pembuluh darah merah ke arah daerah luka. Limfosit dan monosit akhirnya muncul untuk menghancurkan kotoran dan juga bakteri yang bersarang di luka. Di proses ini bisa dilihat bahwa peran darah putih lebih dominan dibanding darah merah.

Fase Proliferasi

Fase yang satu ini berlangsung di akhir fase inflamasi. Di masa ini akan muncul kolagen serat yang sifatnya menautkan tepi-tepi luka. Serat ini dibentuk dan juga dihancurkan kembali guna menyesuaikan diri pada teganganluka yang cenderung mengerung. Sifat yang satu ini akan menyebabkan tarikan di tepi luka.

Kekuatan regangan luka ini mencapai 25% jaringan normal. Selain itu, kekuatan serat kolagen akan bertambah terus untuk membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol-benjol halus. Nantinya sel basal akan terlepas dari dasarnya dan akan berpindah lokasi mengisi permukaan luka. Hal ini membuat daerah luka tersebut diisi oleh sel-sel baru.

Fase Penyudahan

Fase yang satu ini merupakan fase terakhir yang terjadi pada saat fase pematangan. Di fase ini terjadinya kembali penyerapan jaringan yang berlebihan, pengerutan dan hingga akhirnya timbul penyerupaan jaringan pada daerah luka. Lamanya fase ini pun tidak tentu karena disesuaikan dengan tingkat luka. Apakah luka tersebut ringan, sedang atau malah berat. Fase ini dinyatakan berakhir saat radang telah hilang dan semua tanda luka tersebut seperti bengkak, nyeri dan lainnya telah menghilang juga.

Nantinya tubuh akan secara alami berusaha untuk mengembalikan semuanya menjadi sedia kala selama proses penyembuhan luka. Pengeluaran cairan yang berlebihan akan diserap, begitu pun dengan sel radang. Sel-sel muda akan menjadi matang dan kolagen yang berlebihan pun akan diserap.

Di masa ini akan timbul jaringan parut yang tampak pucat, tipis dan akan mudah digerakkan dari dasar. Terlihat juga pengerutan maksimal pada luka. Perubahan pada kulit ini mampu menahan regangan sekitar 80%, itu merupakan kemampuan kulit normal. Di masa ini, jaringan kulit baru secara perlahan terbentuk dan menjadi penyembuh yang cukup kuat dan luka pun akan sembuh.

Jika semua proses telah dilewati, luka akan dikatakan sembuh apabila lapisan kulit dan kekuatan jaringan kulitnya sudah punya kemampuan yang sempurna atau dengan kata lain tidak akan menggangu aktifitas normal lainnya sehingga sistem ekskresi pada kulit pun bisa berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya. Penyembuhan luka ini tak akan berlangsung sama untuk setiap penderita. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi biologik tiap individu.

Itulah secara singkat penjelasan terkait dengan proses penyembuhan luka yang ternyata sangat luar biasa. Semoga informasi di atas bisa dipahami dengan baik dan membawa pengetahuan baru. (elevenia)

Update Terbaru elevenia:

Kenalan sama eMart: