Ingin Membuat Rumah Sehat? Simak Beberapa Faktor Penting Berikut

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
rumah sehat
Daftar Topik

Rumah tidak dibangun begitu saja, tapi dibangun dengan memerhatikan banyak faktor, misalnya dana, lahan, lingkungan, dan kesehatan rumah. Nah, kesehatan rumah meliputi berbagai hal, seperti sanitasi, sirkulasi udara, sirkulasi cahaya, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan rumah sehat. Ya, desain rumah sehat merupakan idaman bagi semua pemiliknya. Rumah sehat tidak selalu identik dengan rumah yang mewah dan besar, seluruh model rumah pun bisa dikategorikan sebagai rumah sehat apabila memiliki kriteria seperti yang sekilas sudah disebutkan di atas.

Beberapa Faktor Penting Rumah Sehat

Seperti dijelaskan secara singkat bahwa kategori rumah sehat meliputi sirkulasi udara, sirkulasi cahaya, dan sanitasi. Nah, berikut ini akan dijelaskan berbagai faktor yang termasuk ke dalam kategori rumah sehat.

Sirkulasi Udara (Penghawaan)

Salah satu syarat rumah sehat adalah adanya sirkulasi udara yang cukup. Biasanya, sistem sirkulasi udara pada bangunan rumah tinggal diperoleh dari ventilasi atau lubang angin. Untuk ruangan yang berada di wilayah terluar bangunan, biasanya menggunakan ventilasi untuk mengalirkan udara. Sementara itu, untuk ruangan yang posisinya berada di tengah bangunan utama, dapat menggunakan channel penangkap angin atau biasa disebut dengan saluran penangkap angin atau menara penangkap angin.

Untuk membuat udara bisa mengalir secara alami, biasanya lubang ventilasi dibuat pada dua buah bidang dinding. Perbedaaan tekanan di dalam dan di luar bangunan akan membantu udara mengalir dari ventilasi pada dinding yang satu menuju ventilasi pada dinding yang lain. Jumlah ventilasi udara pada bangunan atau rumah harus cukup untuk mendukung proses sirkulasi udara dan mengalirkan udara segar dari luar ke dalam ruangan.

Bentuk ventilasi udara yang biasa digunakan adalah jendela konvensional dengan daun jendela dari kaca atau panel kayu yang bisa dibuka lebar pada siang hari. Ada juga bentuk jendela lainnya, yaitu jendela bouvenlicht. Jendela bouvenlicht adalah jendela dengan 2 bilah kaca yang memiliki celah di antara keduanya yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara. Jendela bounvelicht biasanya dipasang pada kamar mandi atau toilet.

Selain itu, ada pula jenis kaca nako yang bisa dijadikan jendela tempat keluar masuk angin. Kaca nako ini memiliki bilah-bilah kaca yang bisa dibuka dan ditutup. Selain itu, ventilasi udara pun bisa berbentuk lubang kisi-kisi angin dengan susunan horizontal pada dinding bangunan. Metode untuk membuat lubang ventilasi juga bervariasi, mulai dengan membuat lubang dinding, kusen kayu dengan kisi-kisi arah horizontal atau bisa juga menggunakan rooster dari bahan beton, metal, aluminium, atau kayu.

Sistem yang paling baik digunakan untuk merancang sistem sirkulasi udara atau penghawaan yang alami adalah dengan cara sistem ventilasi silang atau cross ventilation. Pada sistem ventilasi silang, sirkulasi udara diatur dengan sedemekian rupa agar dapat mengaliri dari satu titik ventilasi menuju titik ventilasi udara lain. Begitu pun sebaliknya.

Dengan adanya perbedaan tekanan di dalam dan di luar bangunan, maka aliran udara tidak akan terjebak di dalam rumah. Hal itu lah yang menyebabkan rumah terasa pengap dan panas. Cara yang lain pun bisa dilakukan dengan membuat taman yang disertai void di dalam rumah. Keberadaan taman dan void di dalam rumah akan sangat membantu proses sirkulasi udara di tengah-tengah ruangan di dalam rumah yang berjarak lumayan jauh dari dinding.

Jika ventilasi udara dirasakan masih kurang, dapat dilakukan dengan cara alternatif, yaitu metode ventilasi aktif dengan manambahkan exhauster (exhaust fan di bagian dinding atau blower di bagian atap). Dengan bantuan listrik, exhauster secara aktif bisa menyedot dan mengalirkan udara keluar dari dalam ruangan dan dipaksa bertukar dengan udara yang lebih segar dari luar melalui lubang ventilasi.

Jika memiliki rumah di daerah perkotaan dan kondisi di rumah benar-benar tidak memungkinkan untuk menggunakan sirkulasi alami, seperti jendela, bisa menggunakan sistem sirkulasi buatan, yaitu Air Conditioner (AC).

Rumah di daerah perkotaan tidak menggunakan sirkulasi udara alami disebabkan beberapa faktor, yaitu faktor polusi, kepadatan, atau tingkat kerapatan bangunan yang semakin padat.
Penggunaan AC sebagai ventilasi udara harus dipertimbangkan dan perencanaan yang tepat, misalnya menyesuaikan daya listrik yang dipakai dengan kapasitas AC.

Sirkulasi Cahaya atau Pencahayaan

Seperti halnya dengan sirkulasi udara, sirkulasi cahaya atau pencahayaan pada ruangan harus bersumber pada sumber cahaya alami. Hal ini selain sumber cahaya alami, juga akan menghemat energi, dalam hal ini listrik. Dengan adanya sumber cahaya alami, pencahayaan di dalam rumah tidak lagi memerlukan cahaya lampu.

Sebenarnya, kita beruntung berada di daerah yang sinar matahari selalu memancar sepanjang tahun. Selain sebagai sumber vitamin D, cahaya matahari pun bisa berfungsi membunuh beberapa jenis jamur dan bakteri negatif. Selain itu, cahaya alami yang berasal dari sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan dapat membersihkan sekaligus menghangatkan ruangan agar tidak lembap.

Untuk mendapatkan cahaya alami, sebaiknya dibuat jendela kaca yang berhubungan dengan ruangan luar. Dalam menentukan besar dan letak jendela, harus diperhatikan arah datangnya sinar matahari. Cahaya matahari yang langsung masuk akan membuat ruangan akan panas. Oleh karena itu, solusinya harus membuat kanopi. Yang menaungi jendela dari cahaya matahari langsung dan menjaga ventilasi jendela dari cipratan hujan ketika hujan turun.

Jendela kaca merupakan salah satu elemen bangunan yang fungsinya sebagai tempat masuknya cahaya matahari ke dalam rumah. Selain itu, dapat digunakan void di ruangan yang tidak memungkinkan untuk dipasangi jendela, misalnya dibatasi tembok rumah tetangga.

Cara lain untuk mendapatkan cahaya alami dari sinar matahari dilakukan dengan cara menggunakan skylight atau menggunakan genteng kaca. Bisa juga menggunakan bahan polycarbonat pada atap garasi rumah. Penggunaan sekat dinding berbahan kaca atau pun glass block juga bisa termasuk komponen pencahayaan sekaligus sebagai salah satu ornamen arsitektur yang banyak diaplikasikan pada desain rumah modern sekarang ini.

Perencanaan dan Pengaturan Ruangan Berdasarkan Arah Sinar Matahari

Sinar matahari merupakan sumber cahaya alami yang dimanfaatkan dalam pencahayaan rumah. Berikut ini tips menentukan posisi ruangan berdasarkan arah sinar matahari.

  1. Ruang Tidur

Agar sinar matahari pagi dapat masuk ke ruang ruang tidur, posisi ruang tidur harus berada di sebelah tenggara hingga timur laut. Sinar matahari yang masuk ke ruang tidur  akan membuat Kamu tidak malas bangun pagi. Selain itu, sisi ini pun tidak menerima panas saat sore hari sehingga nyaman jika digunakan untuk beristirahat.

  1. Ruang Keluarga, Ruang Tamu, Ruang Makan

Ruang keluarga, ruang tamu, atau ruang makan sebaiknya berada di sisi barat laut atau barat daya. Pada posisi ini, ruang-ruangan tersebut akan mendapatkan penerangan alami dan hangat. Akan tetapi, untuk mengurangi panas pada sisi barat, perlu adanya pengolahan khusus, seperti pemakaian material peredam panas atau pemakaian kisi-kisi angin.

  1. Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan area di dalam rumah yang memiliki tingkat kelembapan paling tinggi. Oleh karena itu, area ini paling baik jika mendapatkan sinar matahari langsung. Jadi, posisikan kamar mandi di sisi barat atau timur.

Nah, itulah penjelasan mengenai desain rumah sehat. Semoga penjelasan tersebut bisa menambah referensi Kamu mengenai desain rumah sehat.

 

Jihan Ariya
Jihan Ariya
Honestly gak gitu lincah dalam menulis sih, tapi tak apa, yang penting heppy :D
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP