Ilmu yang Menyagkut Antropologi Budaya di Dalamnya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
193-ilmu-5
Daftar Topik

Dalam pendekatan dan penerapan ilmu Antropologi Budaya, ada beberapa cabang ilmu lain yang mendukungnya. Ilmu pendukung yang membuat Antropologi Budaya semakin menarik untuk dibahas ini memiliki peranan yang berbeda. Yang jelas, ketika sebuah ilmu memiliki cabang, ilmu tersebut akan mendapat dukungan dari ilmu-ilmu lain yang berperan untuk mempertegas peran cabang ilmu tersebut di masyarakat.

Lalu, ilmu apa saja yang mendukung Antropologi Budaya? Berikut ini di antaranya:

Ekonomi


Cabang ilmu sosial ini memberikan pengaruh yang sangat kuat dalam mempelajari kebiasaan masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi, konsumsi barang dan jasa serta manajemen pendapatan.

Budaya bukan hanya berkaitan dengan produk-produk seni, budaya juga berkaitan dengan kegiatan suatu masyarakat itu sendiri. Kegiatan itu salah satunya mencakup kegiatan ekonomi.

Sosiologi


Merupakan bagian dari ilmu filsafat yang mempelajari tentang masyarakat termasuk hubungan antara manusia satu dan manusia lainnya baik secara individu maupun kelompok. Sosiologi bisa jadi merupakan cabang ilmu terdekat dengan Antropologi Sosial. Mengingat kedua ilmu ini fokus terhadap masalah sosial, meskipun cara pandang dan fokusnya berbeda.

Sosiologi belajar tentang keadaan sosial yang terjadi di masyarakat. Secara murni tanpa ada “campur tangan” dari ilmu lain. Sementara budaya dalam Antropologi Budaya, budaya dilihat dari kacamata Antropologi.

Linguistik


Ilmu kebahasaan ini merupakan pendekatan yang cukup efektif terhadap pemahaman adat, budaya, dan kebiasaan dalam pola hidup yang berkembang di suatu masyarakat. Komunikasi termasuk di dalamnya, ada  interaksi antarkelompok manusia sehingga timbul hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Linguistik sangat mendukung ilmu Antropologi Budaya ini. Perannya seperti apa sudah dijelaskan secara singkat. Tentu, ketika mencoba memahami sebuah budaya, dalam hal ini Antropologi Budaya, bahasa yang baik dan benar diperlukan sebagai pengantar.

Antropologi budaya juga membahas tentang akulturasi budaya, yaitu bercampurnya dua budaya menjadi satu tanpa meninggalkan ciri khas budaya lama.

Politik


Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat mengenal bahkan melakukan politik. Seperti misalnya dalam adat kebudayaan di suatu wilayah tertentu, ada ketua adat yang menjadi pembuat keputusan, decision maker, dalam menentukan regulasi atau aturan yang berlaku atas sukunya. Politik lebih mengacu kepada pemerintahan yang mengepalai dan mengatur negara.

Hubungan antara politik dan budaya sudah “terjalin” sejak lama. Keduanya menjadi bidang yang boleh dikatakan merupakan elemen pembangun sebuah negara. Budaya menjadi identitas bagi sebuah negara dan politik menjadi tonggak berjalannya sistem pemerintahan sebuah negara.

Psikologi


Sebagai subdisiplin ilmu antropologi, psikologi menjembatani kepribadian individu dengan kebudayaan yang melingkupi lingkungan hidup masyarakat. Proses mental seperti emosi, kemampuan kognitif, cara pandang, dan motivasi yang terbentuk di suatu lingkungan masyarakat akan berpengaruh pada penerimaan budayanya.

Pelaku kebudayaan adalah manusia, dan ketika membahas tentang manusia, hal-hal baik fisik maupun psikis, juga menarik untuk dibicarakan. Khusus untuk psikis atau psikologi, hal itu memiliki hubungan yang cukup erat.

Seperti yang kita ketahui bahwa secara sederhana, budaya adalah hasil dari proses berpikir dan merasa terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar. Jadi ketika membicarakan budaya, secara tidak langsung, pemikiran dan perasaan manusia mengenai hal itu turut dibicarakan.

Filsafat


Logika berpikir yang menjadi dasar ilmu filsafat dipergunakan dalam pendekatan antropologi budaya suatu wilayah. Hubungan antara kedua ilmu ini akan membawa Anda pada penjelasan yang rumit tentang filsafat dan hubungannya dengan Antropologi Sosial.

Seperti yang diketahui bahwa filsafat merupakan sebuah pandangan terhadap hidup yang dimiliki oleh seseorang. Pandangan ini menjadi dasar tentang kehidupan yang ideal menurutnya. Dan ketika ini dikaitkan dengan Antropologi Budaya, pandangan seseorang terhadap budaya akan menjadi suatu hal yang menarik untuk disimak.

 

Akulturasi budaya merupakan proses sosial yang biasa terjadi ketika ada satu atau lebih unsur kebudayaan asing mencoba masuk ke kebudayaan sekelompok masyarakat tertentu. Lambat laun budaya asing tersebut dapat diterima, namun unsur kebudayaan lama dari kelompok itu tidak hilang dan tetap dipertahankan.

Antropologi Budaya pada akhirnya menjadi cabang ilmu yang meluas hingga ke bidang ilmu lain yang secara teoritis tidak memiliki hubungan. Tertarik mengetahui informasi mengenai Antropologi Budaya ini lebih lanjut? Kamu bisa belajar dari banyak hal!

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA