Ikuti Tips untuk Menciptakan Cerpen Remaja yang Menarik

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
24-cerpen-1
Daftar Topik

Untuk menulis sebuah cerpen remaja, tidaklah mudah. Selain dibutuhkan bakat, dibutuhkan pula sebuah tips untuk membuat cerita remaja. Nah, berikut ini tips membuat cerpen remaja.

1. Merencanakan Sebuah Cerpen


Sebelum menentukan tema apa yang akan diangkat dalam sebuah cerpen, tentunya ada hal yang lebih penting, yaitu perencanaan membuat cerpen. Untuk itu, cetuskan untuk membuat cerpen terlebih dahulu sebelum menentukan tema yang akan diangkat, tanamkan pikiran untuk merencanakan membuat sebuah cerpen. Setelah ada rencana atau blue print yang jelas mengenai membuat sebuah cerpen, langkah selanjutnya menentukan hal-hal yang berhubungan dengan isi cerpen.

2. Menentukan Tema Cerpen


Setiap cerita atau tulisan atau cerita pasti memiliki arti yang tersirat. Hal itu ditandai dengan adanya tema dalam sebuah cerita. Tema bisa dikatakan sebuah tali yang menghubungkan awal cerita hingga akhir cerita. Di dalam tema tersebut, terdapat pula alur, penokohan, setting cerita, dan hal-hal lainnya sebagai pendukung cerita. Menentukan tema dalam sebuah cerita merupakan awal dari berkembangnya sebuah cerita tersebut.

Khusus untuk cerpen remaja, biasanya tema yang menjadi favorit untuk dikembangkan adalah percintaan dan persahabatan. Namun, tema cerpen remaja tidak mengalami posisi stagnan pada tema percintaan dan persahabatan, bisa juga mengembangkan tema horor, detektif, atau tema-tema lainnya yang fresh dan bagus untuk diangkat menjadi sebuah cerpen remaja.

3. Menentukan Setting Cerpen


Setelah menentukan tema yang akan diangkat untuk menjadi sebuah cerpen, tahap selanjutnya adalah menentukan setting yang akan diaplikasikan pada cerpen yang akan dibuat. Setting dalam sebuah cerpen bisa menjadi faktor yang penting dalam mengangkat sebuah cerita. Selain itu, pemilihan setting yang tepat pun akan semakin mendukung jalan cerita yang ada dalam sebuah cerpen remaja.

4. Menentukan Penokohan


Pemilihan tokoh merupakan unsur penting dalam sebuah cerpen remaja an cerpen-cerpen lainnya. Pemilihan tokoh yang yang sesuai akan menjadi sebuah awal dari suksesnya sebuah cerpen. Selain itu, dalam sebuah cerpen, biasanya tokoh yang diangkat tidak terlalu banyak. Jika dalam sebuah cerpen remaja terdapat banyak tokoh, malah akan menjadikan jalan cerita sebuah cerpen akan menjadi kabur atau tidak jelas. Jadi, pemilihan dan jumlah tokoh dalam cerpen harus sesuai.

5. Dialog


Jangan pernah menganggap enteng sebuah dialog! Kekuatan dialog sangat berarti untuk mendukung penokohan karakter yang ada dalam cerpen. Selain itu, dialog harus bisa mengembangkan cerita. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh cerpen. Setiap kata yang terucap dalam dialog pun harus berfungsi untuk mengangkat tema cerita.

6. Alur


Alur merupakan salah satu faktor pendukung dalam sebuah cerpen. Untuk membuat cerpen menjadi menarik, buatlah alur cerita yang menarik pula. Contohnya, membuat paragraf pembuka yang membuat pembaca penasaran. Hal itu dibuat agar pembaca ingin mengetahui lebih jauh bagaimana cerita tersebut berlanjut.

Selain itu, pastikan alur cerita lengkap. Artinya, harus ada pembukaan cerita, pertengahan cerita, dan penutup cerita. Akan tetapi, tidak perlu juga terlalu berlama-lama dalam membangun sebuah cerita. Hal tersebut untuk menghindari klimaks atau penyelesaian cerita yang hanya muncul dalam satu kalimat sehingga membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif, bukannya terpesona.

Jangan pula membuat “twist ending” (penutup yang tak terduga) yang bisa terbaca terlalu dini. Usahakan agar pembaca tetap menebak-nebak sampai akhir cerita. Jika kamu membuat cerita yang bergerak cepat, misalnya cerita bertema kriminalitas, jagalah agar paragraf dan kalimat-kalimat tetap singkat. Hal ini merupakan trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin disajikan kepada pembaca.

7. Baca Ulang


Jika sebuah cerpen selesai dibuat, ada baiknya untuk dibaca ulang. Setelah dibaca ulang, apakah masih ada hal-hal lain yang perlu ditambahkan atau dikurangi. Selain itu, proses membaca ulang cerpen yang sudah jadi pun untuk mengecek penggunaan tata bahasa dan tanda baca yang kurang rapi. Jika sebuah cerpen memiliki tata bahasa dan penempatan tanda baca yang kurang baik, akan mengakibatkan pembaca kesulitan memahami cerpen tersebut. Jadi, sebelum mempublikasikan cerpen tersebut, ada baiknya untuk melakukan proses baca ulang pada cerpen tersebut agar menghindari hal-hal yang bisa mengganggu proses membaca.

Nah, itulah segala hal yang berhubungan dengan novel remaja. Semoga penjelasan yang diberikan bisa bermanfaat bagi kamu yang membutuhkannya. Selamat membaca!

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA