Hukum Mengucapkan Kalimat Minal Aidzin Walfaidzin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
30320-eid mubarak
Daftar Topik

Bulan Rajab telah datang dan detik-detik menuju syawal menjadi semakin dekat. Nah, saat hari raya itulah, orang-orang berbondong-bondong mengucapkan minal aidzin wal faidzin sebagai ucapan permintaan maaf dan kembali fitrah. Selain itu, kalimat tersebut seakan menjadi tradisi di lingkungan masyarakat, dimana pengucapan nya juga dibarengi saling berjabat tangan satu sama lain.

Namun, bukankah saling berjabat tangan dan meminta maaf itu tidak hanya bisa dilakukan saat idul fitri saja, bahkan setiap kita melakukan kesalahan pun diharuskan untuk meminta maaf tanpa menunggu datangnya hari raya. Lantas, apa makna minal aidzin wal faidzin yang sebenarnya dan apa benar artinya adalah mohon maaf lahir dan batin?

Makna Kalimat Minal Aidzin Wal Aidzin


Mungkin sudah banyak dari Anda yang mengetahui kalimat minal aidzin wal faidzin, namun sudahkah Anda mengetahui arti dari kalimat tersebut? kalimat minal aidzin wal faidzin kerap kali diidentikkan dengan mohon maaf lahir dan batin, sehingga kalimat tersebut seakan menjadi ucapan selamat bagi para umat muslim atas kemenangan setelah puasa sebulan penuh.

Padahal mengartikan minal aidzin wal faidzin dengan “mohon maaf lahir dan batin” adalah salah. Menurut sejarah, kalimat tersebut tidaklah lahir dari sahabat, namun bermula dari seorang penyair bernama Shafiyyudin yang mendendangkan syair tentang wanita di hari raya.

Sebenarnya, kalimat minal aidzin wal faidzin bukanlah susunan kalimat yang lengkap. Sehingga kalimat tersebut hanyalah sebuah frase atau bagian dari kalimat panjang berupa “Ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin”, artinya “semoga Allah menjadikan aku dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan beruntung”. Setelah mengetahui makna tersebut, tentunya kalimat minal aidzin wal faidzin tidak berhubungan dengan kalimat permintaan maaf. Tapi, lebih kepada sukacita orang mukmin setelah menjalankan puasa sebulan penuh.

Selain itu, pada masa Rasulullah orang arab biasa mengucapkan “Taqobbalallahu minna waminkum, shiyyamana wa shiyamakum” yang artinya “Semoga Allah menerima amalan  yang telah saya dan Anda lakukan, puasa saya dan puasa Anda” alih-alih mengucapkan minal aidzin wal faidzin.

Meski begitu kalimat minal aidzin wal faidzin juga merupakan doa yang baik sehingga tidak ada salahnya untuk dilafalkan. Hanya saja yang perlu diperbaiki adalah pemaknaan masyarakat itu sendiri yang sering salah kaprah dalam memahaminya.

Hukum Mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin


Mengucapkan minal aidzin wal faidzin memanglah tidak pernah dicontoh di zaman Nabi, namun bukan berarti tidak boleh. Menurut jumhur ulama’ mengucapkan minal aidzni wal fidzin saat idul fitri dihukumi mubah (boleh). Karena ucapan tersebut meski tidak disyariatkan oleh Rasulullah, namun berbagai ucapan selamat telah dilakukan sahabat pada masa dulu.

Imam Ahmada menutrukan tentang ucapan hari raya ini, bahwa beliau tidak mau mengucapkannya lebih dulu. Namun apabila yang mengucapkan padanya perkataan selamat, maka Imam Ahmad pun menjawabnya, dan wajib hukumnya.

Selain itu, mengucapkan selamat atas sesuatu juga terkadang merupakan adat di daerah tersebut. seperti ucapan taqabbalallahu minna waminkum yang telah menjadi tradisi di Madinah. Sedangkan hukum adanya adat adalah boleh selama tidak menyimpang dari syariat Islam.

Alhafizh ibn Hajar menurturkan bahwa ucapan selamat adalah boleh, karena hal tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat, atau terhindarnya diri dari musibah. Berarti, setiap ucapan baik, doa, adalah perbuatan baik.

Apakah Minta Maaf Saat Idul Fitri Keliru?


Pemirsa yang budiman, sesungguhnya tidak keliru orang yang meminta maaf di hari raya, namun apakah meminta maaf hanya dilakukan di hari raya saja. Tentunya tidak bukan. Islam telah mengajarkan kita bagaimana cara memanusiakan manusia. Bahwa kesejatian manusia adalah dia yang mampu menjalankan dua hal, yaitu hablum minallah dan hablun minannaas, dimana di samping berhubungan baik dengan Allah relasi antar manusia pun juga harus terjalin.

Mengucapkan minal aidzin wal faidzin adalah baik, meski terkadang orang salah kaprah dengan mengartikannya dengan mohon maaf lahir dan batin. Oleh karena itu, sebelum mengucapkan sesuatu hendaknya pahami dahulu makna yang terkandung di dalamnya. Jangan sampai Anda disorientasi dengan ungkapan yang biasa diucapkan saat hari raya. Selanjutnya, mari terbiasa meminta maaf saat telah melakukan kesalahan bukan hanya saat hari raya saja.

Bulan Ramadan memang sudah semakin dekat, dan setelah itu akan disusul dengan Syawal. Oleh karena itu, di bulan rajab ini marilah kita perbanyak amal baik dan beribadah. Sesungguhnya Rajab adalah bulan dimana kita mencari bekal untuk sampai pada Ramadan.

Berbahagialah umat Islam yang telah sampai pada kemenangan. Semoga kita digolongkan menjadi orang yang beruntung sehingga dapat menikmati bulan Ramadan dan sampai pada bulan kemenangan. Mari meningkatkan ibadah dan amal kita yang salah satunya adalah dengan berbuat baik sesama manusia. Karena tidak sempurna iman seseorang jika di dalam hatinya masih ada benci dengan manusia lainnya.

BACA JUGA!

Fadhilah Berpuasa di Bulan Ramadhan yang Wajib Kamu Ketahui

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA