Hindari Stroke dan Serangan Jantung dengan Bersepeda

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
bersepeda111
Daftar Topik

Banyak aktivitas yang dapat kamu lakukan agar tubuh senantiasa sehat dan dalam kondisi fit. Satu diantaranya yang tengah digandrungi saat ini adalah bersepeda. Selain ramah lingkungan dan memiliki sisi rekreasi, kegiatan menyenangkan yang satu ini juga menyehatkan.

Menurut Dr. Handrawan Nadesul lewat bukunya yang berjudul “Sehat itu Murah”, otot sekujur tubuh menjadi kokoh dan berelaksasi bila rajin bersepeda. Bersepeda juga melibatkan semua sendi pada tubuh dan seluruh kegiatan koordinasi tubuh agar terjaga keseimbangannya. “Tangan, tungkai, kaki, dan mata terjaga koordinasinya selama bersepeda. Ini bagian dari melatih keseimbangan tubuh juga, selain mampu pula bikin badan lebih kurus, dan stress jadi kendur,” tulis Dr. Handrawan dalam bukunya tersebut.

Lebih jauh Handrawan mengungkapkan, bersepeda santai selama 30 menit setiap hari bisa menurunkan berat badan sekitar 4 kg dalam setahun dengan otot-otot di bagian tubuh tertentu akan terbentuk, khususnya otot-otot di perut dan punggung. Disamping itu, laju metabolisme tubuh akan meningkat. Ini mengapa jika kamu rutin bersepeda dapat menurunkan risiko kamu terkena serangan jantung dan stroke.  “Dengan bersepeda sejauh 25 km/minggu, atau sekira 3,5 km/hari, kesehatan jantung akan meningkat. Jika kamu rutin bersepeda, tingkat kebugaran sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) meningkat sebesar 7%,” ungkapnya di buku itu.

Dalam buku yang sama Handrawan menjelaskan, semua orang boleh bersepeda, asal tidak memiliki indikasi kontra terhadapnya. Mereka yang tidak dianjurkan bersepeda antara lain, penderita encok, osteoarthritis, osteoporosis, memiliki riwayat patah tulang tekanan, dan memiliki gangguan saraf, baik akibat cedera maupun komplikasi kencing manis. Ia pun menyarankan agar pesepeda pemula berkonsultasi dulu dengan dokter terkait.

“Lakukan bersepeda dengan cara perlahan hingga mencapai tingkat kecepatan yang diharapkan. Atur posisi duduk sesuai dengan panjang tungkai, dan perhatikan keluhan atau gejala yang muncul selama bersepeda. Bila muncul sesak nafas, nyeri dada, pusing, dan penglihatan mulai kabur kemudian menjadi gelap, segera berhenti dan periksakan diri ke dokter. Pastikan itu bukan tanda serangan jantung atau awal stroke,” sarannya.

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA