Empat Cara Menulis Novel yang Baik dan Benar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
novel nulis
Daftar Topik

Banyak sekali penulis fiksi di Indonesia ini. Ada yang mewujudkannya untuk menerbitkannya ke publik. Namun ada juga yang menjadikannya hanya sebagai konsumsi pribadinya saja. Tulisan fiksi banyak sekali jenisnya. Salah satunya berupa novel. Bukanlah hal yang sulit menulis novel berkualitas sekarang ini. Kamu dapat leluasa belajar secara otodidak dengan memanfaatkan informasi dari internet. Kali ini ada beberapa tips cara membuat novel bagi pemula. Beberapa hal di bawah ini dapat membantu dalam belajar menulis novel secara otodidak.

4 Cara Menulis Novel Yang Baik Dan Benar

Memulainya dengan Kehidupan Pribadi


Kamu bisa menulis apapun yang kamu ketahui dan yang berada di lingkungan sekitar. Misalnya menuliskan pengalaman pribadi. Hal ini merupakan cara menulis novel yang baik karena akan membuatmu sangat lancar menuliskannya. Namun jika kamu tidak menginginkan menulis cerita kehidupan pribadi, cobalah untuk belajar lebih banyak lagi. Ada berbagai pengetahuan yang harus diketahui dan dipahami sebelum menuliskan cerita di luar pengalaman sendiri. Tentu saja, karena jika cerita yang kamu tulis itu bukanlah pengalaman pribadi, kamu harus mengetahui banyak hal tentang sesuatu yang akan dituliskan. Misalnya cerita fiksi tentang kehidupan orang lain di sebuah desa yang mempunyai adat tertentu. Selain akan berkhayal atau berimajinasi mengenai tokohnya yang akan  diciptakan, kamu juga harus mengetahui secara mendetail mengenai adat seperti apa yang akan dihadirkan pada cerita tersebut. Lebih bagus lagi jika kamu sengaja pergi ke sebuah tempat yang mempunyai cerita yang sama dengan cerita yang ingin dituliskan. Dengan demikian kamu akan menjadikannya pengalam pribadi, dan bisa menuliskan pengalaman tersebut dengan lancar tanpa tersendat.

Karakter yang Pas


Menulis sebuah cerita fiksi tentulah harus menciptakan karakter-karakter di dalamnya. Kamu tidak boleh menceritakan secara mendetail mengenai karakter yang akan dimunculkan. Tuliskan saja sifat seperti apa yang harus diketahui oleh pembaca. Karena pembaca akan sangat bosan membaca cerita fiksi yang penggambaran karakternya terlalu mendetail dan terlalu panjang. Selain itu, teknik ini juga dapat membuat pembaca lebih penasaran dan mau membacanya sampai selesai.

Dialog itu Penting!


Tips cara menulis novel yang ketiga ini sangatlah mudah. Apalagi jika alur ceritanya sudah kamu yakini. Adanya dialog di dalam sebuah cerita fiksi sangatlah penting. Apalagi fiksi dalam bentuk novel. Selain dapat membuat jumlah kata menjadi lebih banyak, penulisan dialog juga dapat membuat pembaca menyelam lebih dalam lagi ke dalam cerita rekaan yang kamu tulis. Misalnya cerita yang berisi adegan pertengkaran antara dua saudara. Tuliskan dialognya. Jangan hanya menuliskan alur ceritanya. Pembaca akan sangat terhanyut ketika membaca dialognya. Berikan dialog di setiap alur cerita pertengkaran tersebut. Saat cerita mulai memasuki adegan pertengkaran, berikan dialog bagaimana awalnya pertengkaran dimulai. Kenapa pertengkaran itu bisa terjadi, puncak pertengkaran yang panas, hingga konfliknya selesai. Penulisan dialog dapat membangkitkan emosi pembaca.

Ringkasan Pribadi


Jika kamu sudah selesai menulis sebuah novel yang menurut kamu sudah bagus, cobalah untuk menuliskan ringkasannya mulai dari awal hingga akhir. Ini bukan untuk diterbitkan, melainkan untuk menambah kepastian bahwa novel yang diciptakan sudah bagus. Jika ringkasan dari novel yang kamu tulis sendiri terasa ada kejanggalan, itu tandanya novel tersebut masih belum sempurna. Kejanggalan yang kamu rasakan bisa bersumber dari beberapa faktor. Salah satunya ialah alur cerita dari satu bagian ke bagian lainnya tidak berkesinambungan. Kamu harus menyempurnakannya, karena jika kamu yang menulis saja sudah bingung, bagaimana dengan pembaca yang memang baru membacanya?

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA